Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
524


__ADS_3

"Apa yang kalian berdua lakukan beraninya kalian masuk ke kamarku tanpa seizin ku dan kalian sudah melecehkan diriku kalian sangat mesum dan tak sopan." terik dokter intan saat kamar sudah di tutup oleh komandan


Komandan di luar kamar bersama kepala pelayan tampak sangat terkejut setelah melihat adegan yang berada dalam kamar "tuan Aku ada urusan aku disuruh untuk pergi berbelanja." ucap kepala pelayan dan langsung melarikan diri tanpa menunggu komando berbicara


"Apa yang sudah aku lakukan apa yang harus aku jelaskan Dia pasti sudah berpikir yang buruk tentangku oh Tuhan aku harus mencari solusi pada siapa." pikir komandan yang tampak sangat tak percaya diri saat ini


Komandan sedang berharap-harap cemas dan berpikir mengenai apa yang harus dia lakukan agar dokter intan memaafkannya tanpa sengaja dia melihat sesuatu yang baru saja keluar dari kamarnya sedang menuju ke dapur membuat komandan langsung menghampiri stuart "hormat Tuan." ucap komandan membuat stuart yang sedang berjalan langsung menghentikan langkahnya "ada apa" tanya stuart


"Tuan bisakah aku berbicara sebentar dengan Tuan aku mempunyai masalah besar dalam hidupku." ucap komandan Yang berpikir masalah terberatnya saat ini adalah dokter intan yang pasti akan berpikir buruk tentang dirinya


"Baiklah tunggulah Aku di ruang kerja aku harus ke dapur untuk mengambil sesuatu." ucap stuart , komandan bergegas pergi ke ruang kerja milik stuart, langsung ke dapur mengambil cemilan untuk sang istri


Nampak komandan yang sudah berada di ruang kerja Stuart tak berselang lama Stuart pun masuk ke ruang kerjanya langsung duduk di kursi kebesarannya "Ada apa cepat katakan." ucap stuart, "Tuan tolong bantu aku." ucap komandan

__ADS_1


"Coba ceritakan apa yang terjadi sehingga aku dapat membantumu." ucap stuart


"Begini ceritanya Tuan aku kan sangat khawatir pada dokter intan karena sesuatu hal yang buruk baru saja terjadi padanya saat aku hendak ke kamarnya dan membuka pintunya ternyata pintunya terkunci aku sudah manggil dan mengetok pintu kamarnya tapi dia tak membukanya aku pun berinisiatif untuk pergi ke kepala pelayan untuk mengambil kunci cadangan karena aku berpikir sesuatu yang buruk menimpa dokter intan, Tapi saat pintu terbuka ternyata dokter intan baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk dan aku dengan cepat menutup pintu kembali tapi sepertinya dokter intan berpikir bahwa aku adalah pria mesum Aku bingung harus berkata atau melakukan apa agar dia mengerti bahwa itu semua hanya salah paham." ucap komandan


"Astaga apa yang sudah kau lakukan kau masuk ke kamar seorang gadis tanpa seizinnya kau harus bertanggung jawab hanya itu caranya agar dokter intan bisa memaafkanmu." ucap Stuart menakuti komandan


"Tapi Tuan aku tidak melakukan hal yang tidak-tidak aku hanya melihatnya sekilas langsung cepat menutup pintu." ucap komandan


"Apapun alasannya saat ini kau adalah tersangka utamanya karena kau membuka pintu dan memaksa masuk ke dalam jika sampai tersebar aku yakin kakekmu akan sangat malu mendengar yang terjadi itu bisa membuat kakekmu sedih apa kau ingin melihat kakekmu sedih tidak kan apakah kau ingin aku menolongmu." tanya stuart dengan senyuman liciknya


"Oh itu masalah lain jangan sangkut pautkan masalah Darmanto dan Yuli dengan masalah mu saat ini tidak sama mana mungkin aku menjebakmu kan kalian sama-sama sadar ini hanya masalah etika yang kau lakukan pada seorang wanita jadi Apakah kau menerima bantuanku apa tidak tanya." Stuart untuk kesekian kalinya


Komandan berpikir sejenak tidak mungkin dia menghubungi Tuan Darmanto untuk membicarakan hal seperti ini apalagi dokter intan adalah dokter pribadi istri Darmanto "Baiklah Tuan aku setuju asalkan dokter intan bisa mengerti apa yang terjadi dan memaafkanku itu ada hal-hal yang aku inginkan." ucap komandan dengan tegas

__ADS_1


"Sekarang kau siapkan buket bunga yang besar dan beberapa hadiah untuk sebentar malam untuk saat ini sebaiknya kau tidak muncul di hadapan dokter intan." ucap stuart


"Jadi aku tidak boleh muncul di hadapan dokter intan sampai makan malam." tanya komandan, " ya kau benar aku akan menghubungimu di saat yang tepat untuk menjelaskan kepada dokter intan dan ingat persiapkan bunga dan hadiahmu." ucap stuart


"Baiklah Tuan kalau begitu aku permisi aku akan langsung pergi takutnya dokter intan keluar dari kamar untuk mencariku." ucap komandan bergegas keluar dari ruang kerja tua menuju mobilnya, tak berselang lama kepergian komandan tampak dokter intan dengan ekspresi yang sangat marah mencari keberadaan komandan dan kepala pelayan Tapi sayangnya kepala pelayan sudah pergi terlebih dahulu begitupun juga komandan membuat dokter intan sangat kesal "awas saja jika aku menemukan mereka aku akan membuat mereka jadi tempe." ucap dokter intan kesal lalu kembali masuk ke dalam kamar miliknya


Di dalam kamar dan mantu tampak Yuli dan Darmanto sedang duduk di sebuah sofa "sayang Ibu sudah sadar tapi membutuhkan beberapa hari perawatan setelah sehat Aku akan menjemputnya untuk membawanya kemarin." ucap darmanto, "Alhamdulillah benarkah dia pasti mencari keberadaan ayah dan Yuni Apakah dia menanyakan tentang diriku." tanya Yuli, itu saja sayang Ibu menanyakan tentang dirimu Dia sangat khawatir dengan keadaanmu tapi komandan sudah menjelaskan tentang apa yang terjadi dan ibumu bisa menerima semua yang terjadi pada ayah tirimu ." ucap Darmanto


"Aku senang akhirnya ibuku bisa sehat dan bisa kembali bersamaku mengenai ayah dan adikku aku akan berbicara dengan ibu." ucap Yuli


"Iya Sayang asalkan kau senang aku juga merasa senang dan ingat jaga kesehatanmu dan kandunganmu aku mungkin besok pergi bersama stuart dan Bima sedikit agak lama tapi aku usahakan selalu memberi kabar padamu." ucap Darmanto


"Aku tahu sayang pekerjaan mu pasti berat semoga pekerjaan kalian cepat selesai dan kau cepat kembali kemarin aku setiap saat merindukan mu." ucap Yuli

__ADS_1


Darmanto tersenyum melihat sang istri yang sangat pengertian walaupun dia tak tau apa sebenarnya pekerjaan suaminya "baiklah sebaiknya kita keluar pasti di meja makan sudah ada Ayah Ibu dan Oma menunggu kita untuk makan siang." ucap Darmanto, langsung bangkit mengikuti Darmanto mereka keluar sambil bergandengan tangan, di meja makan tampak seluruh keluarga sudah berkumpul termasuk dokter intan tapi dengan wajah yang terlihat kesal Oma yang sedang sedari tadi mencari keberadaan komandan tapi tak melihatmu "Apa kalian tahu di mana komandan bukannya seharusnya dia ada di sini bersama kita." tanya oma, mendengar perkataan oma membuat semua orang melihat kesan kemari untuk mencari keberadaan komandan hanya stuart yang Tampak santai.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2