
Stuart dan Kikan langsung berjalan keluar ke menuju meja makan Di mana para pelayan sudah menyediakan makanan kesukaan tuan dan nyonya tersebut mulai makan setelah makan mereka mengambil kotak yang diberikan oleh profesor Abdullah yang berisi sebuah pil untuk kikan
"Sayang minumlah obat ini." ucap Stuart lalu mengambil air minum dan membuka kotak lalu mengambil pil untuk diberikan ke Kikan
"Paman ini obat apa kok beda dengan obat yang biasa Aulia minum." tanya Aulia setelah melihat pil yang berwarna merah yang ada di tangan Stuart
"Karena pabrik obatnya sudah berubah sudah kau tak perlu banyak tanyak lagi sekarang minumlah obatmu lalu tidurlah." ucap Stuart tak ingin menjawab lebih lagi karena pasti Kikan akan bertanya berbagi macam lagi
Kikan minum obat tersebut tapi saat sudah menelan obat tersebut raut wajah seketika tiba-tiba berubah menjadi sangat kecut Om obatnya sangat pahit aku tidak menyukainya Aku ingin permen paman tapi jangan permen punya paman aku ingin permen yang lain yang manis." ucap Kikan
Stuart langsung bangkit dan jalan ke arah laci di mana dia sudah menyiapkan permen yang manis untuk Kikan setelah mengambil permen Stuart langsung kembali untuk memberikannya kepada Kikan setelah dibuka kikan langsung mengisap permen tersebut agar rasa pahit dari obat bisa segera hilang
__ADS_1
"Ini baru permen Paman punya paman rasanya tidak manis." ucap Kikan
Sementara itu di apartemen profesor Abdullah tampak asisten Edi dan asisten Bima serta profesor Abdullah sedang makan malam bersama "jadi Edi kau setujukan dengan semua yang akan ayah lakukan termasuk wanita yang akan menjadi istrimu." ucap profesor Abdullah di sela-sela makan malam mereka
"Iya Ayah aku setuju dengan semua yang ayah lakukan." ucap pasrah asisten Edi
Sedangkan asisten Bima cukup kasihan melihat wajah memelas Edi tapi dia juga tak bisa berbuat apa-apa karena Elisabeth termasuk orang yang sangat penting di organisasi
Sementara itu adik angkatnya hanya menatap Elizabeth bingung dalam hati dia berkata apa dia tak berpikir bahwa dia juga seorang laki-laki
"Apa kau Jangan melihatku seperti itu Aku memang seorang laki-laki tapi hatiku adalah hati wanita aku beda dengan laki-laki yang lain." ucap Elizabeth dengan gaya khasnya membuat adiknya angkatnya hanya mengangguk lalu melanjutkan makannya
__ADS_1
"Apakah kakak tidak pernah berpikir bahwa sebenarnya kakak adalah laki-laki tulen hanya saja saat ini Kakak sedang mencari jati diri
" ucap adik angkat Elizabeth
"Kau pikir aku ini masih ABG apa yang mencari jati diri sudah sebaiknya kau lanjutkan makanmu kau tak perlu memberikan pendapat jika kau tidak mengetahui apapun." ucap Elizabeth
Setelah makan malam Elizabeth langsung ke kamarnya dia tampak melihat ponselnya lalu mengirim pesan pada asisten Edi "kenapa kau tak memberikan aku kabar Apa kau sedang sakit aku akan ke tempatmu untuk memeriksa keberadaan mu." ucap Elizabeth dalam pesan tersebut
Asisten Edi yang sedang makan langsung terbatuk-batuk saat melihat pesan yang dikirim oleh Elizabeth "ayah apa yang harus aku lakukan dia ingin datang kemari." ucap asisten Edi panik .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1