Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
161


__ADS_3

Asisten Edi langsung menelepon aktifkan Bima untuk memberitahukan apa yang dikatakan oleh profesor Abdullah setelah berbicara beberapa menit dengan asisten Bima kemudian menutup panggilan teleponnya beberapa detik kemudian tampak sebuah pesan masuk yaitu nomor telepon stuart di ponsel asisten Edi dengan cepat asisten Edi memberikan nomor tersebut kepada profesor Abdullah setelah mendapatkan nomor ponsel stuart profesor Abdullah langsung menelepon stuart


Di perusahaan tampak Stuart yang sudah berkemas dan hendak berjalan keluar dari ruangannya tapi bunyi ponsel di sakunya membuatnya menghentikan langkahnya stuart langsung mengambil ponsel yang berada di sakunya kemudian menatap pada nomor yang tertera di ponselnya tampak nomor tersebut adalah nomor baru mengingat bahwa tadi Bima sempat menghubunginya dan mengatakan bahwa profesor Abdullah meminta nomornya secara pribadi buat langsung mengangkat panggilan telepon tersebut benar saja panggilan tersebut berasal dari profesor Abdullah setelah berbicara beberapa menit dengan profesor Abdullah, Stuart langsung mematikan sambungan teleponnya kemudian melanjutkan langkahnya keluar dari ruangannya menuju ke tempat parkir kendaraannya


Sementara itu profesor Abdullah yang berada di ruang kerjanya dalam apartemen tersenyum lega saat mendengar apa yang dikatakan oleh Stuart ternyata menantunya itu adalah orang yang sedikit penuh kecurigaan tapi dia termasuk laki-laki yang sangat peka terhadap keamanan di sekitarnya


"Apa yang dikatakan oleh tuan stuart apakah dia bersedih mengirimkan orang untuk menjemput kita menuju lokasi pertemuan."tanya asisten edi

__ADS_1


"Ya Stuart akan menyuruh salah seorang kepercayaannya untuk menjemput kita besok." ucap profesor Abdullah singkat dan perlahan bangkit dari kursinya menuju kamar untuk beristirahat


Sementara itu Stuart yang sudah berada di apartemen miliknya langsung masuk ke dalam kamar tampak kikan yang masih terlelap karena kelelahan kemudian Stuart Melirik istrinya lalu tersenyum dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah membersihkan tubuhnya Stuart keluar lalu ke ruang ganti untuk mengenakan pakaiannya setelah itu dia mendekati istrinya yang sedang tertidur mencolek-colek hidungnya kemudian mengecup seluruh wajah Kikan membuat Kikan sangat terganggu "Ibu berhenti untuk menciumku Aku mengantuk ucap Kikan." dengan mata yang masih tertutup rapat


Senyum Stuart semakin lebar karena gemas Stuart langsung mencium bibir istrinya sedangkan Kikan tak merespon membuat Stuart menggigit pelan bibir istrinya otomatis bibir Kikan terbuka karena merasakan gigitan Stuart langsung memperdalam ciumannya membuat Kikan merespon ciuman Stuart dengan mata tertutup saat melihat Kikan hampir kehabisan nafas Stuart menghentikan aksinya


Stuart semakin tersenyum lebar saat melihat istrinya terbangun karena diganggu olehnya "sayang kamu ingin makan permen yang tak pernah habis tanya Stuart dengan berbagai ide buruk di otaknya

__ADS_1


Kikan masih menggerjab matanya lalu menguap kemudian menatap ke arah Stuart memang permen mana dan sebesar apa kalau tak habis-habis saat dimakan pasti permennya sangat besar." ucap Kikan dengan polosnya


"Permennya lumayan besar tapi rasanya nikmat banget pokoknya dijamin pasti Aulia langsun pengen terus." ucap Stuart


"Masa sih ada permen yang tak pernah habis dan rasanya pengen terus." ucap Kikan


"Makanya dicoba dulu kalau sudah dicoba dan rasanya pengen nambah terus ntar setiap hari Paman kasih deh." ucap stuart dengan otak liciknya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2