Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
189


__ADS_3

"Ah kau ini mulutmu sangat manis Kau terlalu banyak alasan tapi karena aku mencintaimu maka aku akan memaafkanmu tapi kau harus melakukan sesuatu untukku." ucap kikan sambil tersenyum tipis membuat Stuart yang melihat hal tersebut langsung meneguk silvernya dengan kasar saat melihat senyuman tipis istrinya


Karena tak ingin merusak mood dari ibu hamil tersebut Stuart tersenyum "apapun yang kau perintahkan akan aku laksanakan yang mulia Ratu di rumah dan Di hatiku." ucap Stuart entah apa yang terjadi pada stuart tapi saat menikah mulutnya semakin pandai mengeluarkan rayuan semanis madu


"Aku ingin kau membuat puding." ucap Kikan


"Oh membuat puding itu masalah kecil aku pasti bisa melakukannya." ucap Stuart dengan bangga


Tapi aku ingin melihatmu saat kau membuat puding tersebut kau menggunakan daster seperti emak-emak." ucap Kikan dengan mata polosnya sambil menatap ke arah Stuart mendengar ucapan istrinya membuat stuart membeku Bagaimana mungkin dia memakai daster lalu membuat sebuah puding Apa yang akan dikatakan para pelayan dan para penjaga jika melihatnya berpakaian seperti itu


"Tapi sayang Bagaimana mungkin kau menyuruh suamimu yang tampan, macho, keren dan juga sangat mencintaimu memakai dasternya bisa-bisa para pelayan dan penjaga tertawa melihatku." ucap Stuart

__ADS_1


Mata kikan langsung berkaca-kaca "kau marah padaku aku tidak tahu aku hanya menginginkanmu memakai daster dan membuat puding." ucap kikan sambil mengelus perutnya membuat Stuart diam sejenak dia mengingat perkataan dokter kandungan tentang mengidam


"Melihat mata istrinya yang sudah berkaca-kaca membuat Stuart menjadi gela-lapan "baiklah sayang jangan menangis aku akan melakukan apapun untukmu baiklah tunggu sebentar di sini." ucap stuart


"Tapi kakak Aku ingin melihatmu saat membuat puding." ucap Kikan saat melihat Stuart akan keluar dari pintu


"Sebentar kau di dalam kamar dulu aku akan menyiapkan dulu bahan yang aku butuhkan setelah itu aku akan menjemputmu untuk melihatku membuat puding dengan menggunakan daster." ucap Stuart dengan senyuman palsunya sambil berjalan membuka pintu lalu penutupnya


"Katakan pada pelayan untuk menyiapkan bahan-bahan untuk membuat puding setelah itu suruh para pelayan untuk keluar dari apartemen sedangkan para penjaga yang berjaga di dalam apartemen untuk berjaga di luar, untuk sementara waktu sampai 2 jam ke depan tak boleh ada yang masuk ke dalam sampai aku yang memerintah untuk masuk." ucap Stuart


"Baik Tuan akan segera aku laksanakan." ucap kepala pelayan tak bertanya apapun lagi setelah kepala pelayan menghilang dari hadapannya Stuart kembali ke dalam kamarnya tampak kikan tersenyum dengan baju daster yang berada di tangannya

__ADS_1


"Sayang lihatlah aku sudah membelikan kau daster yang tepat untuk warna kulitmu." ucap Kikan gembira


Stuart melotot saat melihat daster merah maroon dengan bunga dan Payet di mana-mana yang berada di tangan Kika dia merasa seperti ibu-ibu haji dengan berbagai macam emas di tangannya saat melihat baju yang berada di tangan Kikan


"Sayang apa itu apa tidak ada daster yang polos itu sepertinya terlalu mewah untuk aku pakai di dapur." ucap Stuart berusaha agar kikan bisa mengganti pilihannya dengan yang lebih normal


Sayang ini yang terbaik dan ini yang paling cocok untuk mu kau pasti kelihatan tampan dengan ini ucap Kikan


Stuart Tak ingin lagi berdebat dengan langkah gontai dia berjalan ke arah Kikan dan mengambil baju daster tersebut Lalu masuk ke dalam kamar mandi setelah memakai baju daster tersebut Stuart keluar dari dalam kamar mandi dengan senyuman penuh keterpaksaan .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2