
Stuart setelah membersihkan tubuhnya lalu berpakaian dengan rapi dan keluar dari kamar menuju ke ruang kerjanya saat melewati para pelayan dan penjaga Stuart selalu tersenyum dengan wajah yang nampak segar dan berseri membuat para pelayan dan penjaga merasa bingung melihat wajah tuannya yang biasanya jutek tak pernah ada senyum di wajah tampannya hanya kegersangan yang melanda di wajahnya tapi kali ini wajahnya sepertinya habis di guyur hujan membuat senyumnya terlihat jelas
"Apakah Tuan sedang kerasukan Kenapa dia terus tersenyum dan lihatlah wajahnya terlihat sangat segar." bisik salah seorang pelayan pada pelayan yang lain
"Apa karena nyonya sudah sadar membuat Tuan terlihat sangat bahagia." ucap pelayan tersebut
"Mungkin saja syukurlah nyonya sudah sadar setidaknya kita bisa melihat tuhan tersenyum tidak seperti kemarin-kemarin wajahnya seperti tanah tandus." ucap pelayan yang lain menimpali
"Sudah berhentilah berbicara mengenai Tuan ayo kita bekerja sebelum tuan menyadari bahwa kita sedang membicarakannya." ucap pelayanan yang lain membuat mereka semua langsung mencari pekerjaan masing-masing
__ADS_1
Sementara itu Bima dan Elizabeth yang sedang menunggu Stuart di dalam ruang kerjanya tampak mereka berdua berjauhan seperti kucing dan tikus tak bisa saling berdekatan "Bima Kenapa sih kau tak mau berdekatan denganku Kita kan sudah lama kenal." ucap Elizabeth sambil merayu Bima agar duduk berdekatan dengannya tapi Bima seolah-olah Tak mendengar hal tersebut dia semakin menjauh dari Elizabeth
"Berhentilah berkata-kata manis padaku dan jaga jaraknya dariku atau aku akan benar-benar membuatmu menjadi perkedel jagung." ucap Bima
"Ih kok gitu sih tampan-tampang tapi jutek gimana ada yang mau kalau gitu apalagi perempuan seperti saya cantik, montok dan molek apalagi wajah cantik saya yang tak ada duanya." ucap Elizabeth dengan penuh percaya diri
Ucapan Bima membuat Elizabeth kesal sontak saja bibir Elizabeth maju 5 cm kok kamu jadi kejam banget emang Kau pikir aku bukan manusia apa gini-gini loh aku manusia ciptaan tuhan walaupun saat di ciptakan dulu jenisnya berdiri tapi karena kesalahan produksi membuat diriku jadi jenis duduk ." ucap Elizabeth
Bima dan Elizabeth masih berdebat di dalam ruang kerja dengan jarak yang cukup jauh, Stuart tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerjanya melihat kedua orang yang sejak dulu tak pernah akur hal biasa bagi Stuart
__ADS_1
Kedua orang yang sedang berdebat tersebut langsung menoleh ke arah Stuart yang berjalan menuju kursi kebesaranya dengan wajah bahagia Bima tampak menaikkan satu alisnya saat melihat wajah Stuart yang penuh dengan kebahagiaan apalagi senyumannya yang tak pernah lepas dari bibirnya begitupun Elizabeth jarang-jarang Stuart menampilkan mimik wajah seperti itu terkecuali ibunya atau Omanya sedang ulang tahun
Stuart langsung menghempaskan bokongnya di kursi kebesarannya sementara kedua orang tadi yang sedang berjauhan langsung berdiri tepat di hadapan Stuart dengan jarak karena Bima tak menyukai Elizabeth jika terlalu dekat dengannya
"Sepertinya kau sangat bahagia setelah istrimu sadar apa sebagai itu saat melihat istrimu tersadar dari komanya." tanya Bima
"Kau tahu ternyata begini rasanya mempunyai istri yang isi otaknya adalah anak umur 6 tahun sungguh sangat lucu." ucap Stuart lalu terkekeh saat mengingat apa yang terjadi di dalam kamar tadi membuat Bima langsung menatap curiga pada stuart.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1