
"Tapi bagaimana mungkin kau bisa memindahkan lab rahasiaku begitu saja itu pasti bisa membuat mereka curiga dan mengetahui Di mana keberadaan lab tersebut aku saja yang selama bertahun-tahun menyembunyikan lagu tersebut dengan sangat hati-hati." ucap profesor Abdullah
"Ayah tidak perlu khawatir tentang masalah itu yang perlu Ayah lakukan adalah apakah Ayah setuju untuk untuk pindah ke kota ini, Aku melakukan semua ini hanya demi untuk Aulia dan juga mengingat keselamatan Ayah yang cukup membuat aku khawatir karena dari informasi yang aku dapatkan mereka mengincar ayah dan mereka sedang mencari kesempatan dapat membunuh ayah untuk mengetahui Di mana lokasi lab rahasia ayah." ucap Stuart
"Kau mengetahuinya jadi kalau sudah mengetahui bahwa mereka mengincar nyawa Ayah itulah mengapa Ayah tidak ingin berada di sekitar Aulia karena Ayah takut mereka akan menemukan Aulia." ucap profesor Abdullah
"ayah tidak usah khawatir aku akan melindungi ayah dan Aulia jadi aku ingin Ayah tetap di kota ini bersama kami walaupun tak tinggal dengan kami Aulia juga pasti akan merasa bahagia jika bisa berdekatan dengan ayah, apa Ayah akan membiarkan Aulia sedih kalau Ayah kembali ke pulau itu lagi." ucap stuart
__ADS_1
Profesor Abdullah terdiam saat dia sebenarnya juga ingin tinggal di kota ini untuk bisa bertemu dengan putrinya setiap saat tapi dia takut mereka akan dengan mudah menemukan Aulia tapi kata-kata buat kepadanya sepertinya bukan omong kosong
"Baiklah ayah akan tinggal di kota ini bersama asisten Edi tapi ayah harap jika ada sesuatu yang darurat kau harus memperingati Ayah agar ayah bisa menjauh dari kalian ucap." profesor Abdullah
Stuart menghembuskan nafas kasar mendengar perkataan Ayah mertuanya ternyata Ayah mertuanya cukup keras kepala dan meragukan dirinya "Ayah hanya perlu duduk tenang tak usah mengkhawatirkan apapun." ucap Stuart
"Baiklah Ayah sangat percaya padamu ayah akan melakukan seperti yang kau katakan dan ayah harap kau juga mengerti ayah hanya merasa khawatir pada Aulia kau tau bagaimana aku selama ini memikirkan keberadaannya itulah mengapa saat aku bertemu dengan Aulia aku merasa sangat bersyukur." ucap profesor Abdullah
__ADS_1
"Aku ingin melihat kondisi Aulia terlebih dahulu jika memang dia sudah sadar baru ayah akan kembali ke apartemen." ucap profesor Abdullah
"Baiklah ayah aku akan menyuruh Elizabeth untuk mengantar Ayah jika Ayah ingin kembali ke apartemen." ucap Stuart
mata asisten Edi langsung melotot dengan spontan dia berdiri "Jangan aku tak mau kalau sampai dia yang mengantar kami bolehkah orang lain yang mengantar kami seperti asisten Bima." ucap asisten Edi
Stuart cukup terkejut saat asisten Ayah mertuanya yang dia ketahui adalah anak angkat ayahnya tiba-tiba langsung berteriak dan mengatakan agar jangan Elizabeth yang mengantarnya "mengapa bukannya kemarin kalian sudah saling mengenal dan sangat dekat." ucap stuart dengan senyuman yang di sembunyikan
__ADS_1
Asisten Edi dia membeku mengingat Apa yang dia lakukan kemarin bersama Elizabeth dan di lihat langsung oleh stuart dia sebenarnya sangat malu tapi mau bagaimana sudah telanjur basah "Aku mohon jangan Elizabeth yang mengantar kami biar asisten Bima saja aku kemarin khilaf aku pikir Elizabeth adalah seorang wanita ucap asisten Edi terus terang membuat stuart langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan asisten Edi dia sungguh tak menyangka asisten Edi akan sebodoh itu tak menyadari perbedaan asisten Edi dengan wanita padahal tampak jelas dengan bentuk wajah dan jakun Elisabeth yang kadang sangat jelas terlihat.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya