
Tampak Bento langsung memegang kepalanya memang sejak kejadian di mana dia terjatuh dalam kubangan obat yang dimasak tersebut Tak ada satupun bulu yang tumbuh di tubuhnya bahkan alat vitalnya sampai saat ini tak dapat bereaksi membuatnya seperti menjadi seorang biksu tapi tak ada yang mengetahui hal tersebut selain dirinya bahkan dokter yang menanganinya tak tahu hal tersebut karena Bento selalu mengatakan bahwa dia baik-baik saja padahal sebenarnya Bento sangat tersiksa karena dia tak bisa merasakan seperti yang dirasakan oleh kaum pria lainnya karena senjatanya sejak saat itu tak bisa bangkit lagi hanya bisa tertidur lelap padahal dia kadang memiliki hasrat yang besar untuk bermain bersama seorang wanita tapi sayangnya senjatanya tak bisa bangkit walaupun dia sudah berusaha
"Akan mendapatkan obat penawar tersebut membuat aku kembali seperti dulu lagi dan bisa sepuasnya bermain bersama para wanita." ucap Bento sambil tersenyum sinis
Bento mengambil ponselnya lalu menelepon Jay untuk kembali dia sudah memiliki rencana agar profesor Abdullah keluar dari persembunyiannya
Jay yang sedang sibuk memikirkan cara agar menemukan siapa dalang dibalik hilangnya proses Abdullah kaget mendengar suara ponselnya sendiri dia melihat nama bos besar di ponselnya langsung mengangkat telepon
__ADS_1
"Selamat siang tuan maaf Sampai sekarang aku belum menemukan informasi apapun mengenai keberadaan profesor Abdullah." ucap Jay penuh sesal
"Kembalilah ke sini bawakan wanita paruh baya untukku dan ingat wanita itu harus bersih dan sehat." ucap Bento
"Baik Tuan segera dilaksanakan." ucap jay lalu menyimpan kembali ponselnya kemudian melihat ke arah para bawahannya ayo kita kembali." ucap Jay lalu bangkit di ikuti para bawahannya
Sementara itu Darmanto nampak mengeluarkan air matanya entah apa yang dia sesali tapi sepertinya dia sangat merasa bersalah dengan apa yang terjadi apalagi dia yakin banyak anggota keluarga huges yang kecewa padanya
__ADS_1
Di kediaman keluarga huges tampak Paman Jack sedang duduk sambil membaca beberapa pesan tapi matanya terus melirik kamar di mana Bima dan nadia berada di masih belum yakin apa yang terjadi di dalam sana dia akan memastikan sendiri keadaan putrinya jika benar Bima berbuat sesuatu pada putrinya dia akan pastikan Bima tak akan melihat matahari besok pagi
Sementara itu Bima yang baru saja terbangun langsung mengusap wajahnya kasar apalagi dia melihat kamar berantakan dia mengingat bagaimana dia ikut hanyut dalam permainan yang terjadi antara dia dan Nadia yang sekarang sudah sah menjadi istrinya dan wanita yang sudah dia rampas kesuciannya tapi dia bersyukur istrinya masih tersegel tapi dia masih merasa kesal pada stuart yang membut istrinya kehilangan kendali dan tak merasakan malam pertama sesungguhnya
Bima bangkit dari ranjang menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Nadia masih terlelap karena sangat kelelahan apalagi dia meminum obat perangsang tersebut membuat Nadia sangat aktif sehingga dia mengekspor semua tenaganya beda dengan Bima, Bima adalah seorang pria yang tangguh yang biasa di medan perang tenaganya tidak akan terkuras hanya dengan bermain seperti itu
Bima yang sudah selesai membersihkan tubuhnya lalu melihat ke atas ranjang yang tampaklah Nadia yang terlelap tanpa busana dengan selimut yang hampir melorot membuat Bima langsung menyelimuti tubuh Nadia dan mengecup keningnya entah apa sekarang yang dirasakannya tapi dia sudah bisa menerima keberadaan Nadia sebagai istrinya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya