Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
540


__ADS_3

"Sayang Apa kau menginginkan yang lain Apakah kau tidak lapar." tanya stuart


"Aku terlalu bahagia untuk merasakan lapar." ucap kikan bercanda di sela-sela sedikit rasa sakit yang dia Tahan


Wajah Stuart merah karena menahan malu dan terlalu bahagia "Sayang kau tahu hanya kau yang bisa membuatku tersipu seperti ini." ucap stuart


"Kau kan memang menyukai seorang wanita aku saja dulu Karena berpura-pura menjadi seorang pria sehingga kau menyukaiku." ucap Kikan bercanda


"Siapa bilang sebenarnya setelah beberapa hari kau pulang dari kediaman Oma aku sudah mengetahui bahwa kau seorang wanita aku hanya pura-pura menutupi semuanya agar kau tak kabur saja dari kediaman ku." ucap stuart keceplosan membuka rahasianya sendiri


"Itu artinya kau sudah tau aku seorang wanita." tanya Kikan samb menatap stuart dengan tatapan yang sulit diartikan


"Sayang kau tahu kan kau adalah wanita yang sangat aku cintai dan kau orang yang pertama yang bisa membuat aku bisa dekat dengan seorang wanita Kau adalah cinta pertamaku dan juga cinta sejati ku, jadi kau Jangan berpikiran lain-lain tentang apa yang terjadi semua itu semua itu sengaja aku lakukan agar kau tak pergi jauh dariku karena aku tahu saat itu kau juga belum menyukaiku jadi aku mengulur waktu agar aku bisa dekat denganmu." ucap jujur stuart


"Jadi saat kau mengajakku makan malam kau sudah mengetahui bahwa aku seorang wanita dan saat kau memelukku saat di kamar kau juga sudah tahu." ucap kikan teringat tingkah stuart yang sedikit berubah setelah dia kembali dari kediaman Oma

__ADS_1


"Sayang sebaiknya kau jangan terlalu memikirkan hal-hal yang tidak penting sekarang sebaiknya kau makan aku sudah menyuruh pelayan menyiapkan makanan terbaik untukmu yang lalu biarkan berlalu." ucap stuart menghindari pertanyaan Kikan


"Aku pikir kau adalah seorang gay sehingga aku menganggap kau memelukku saat kau bangun tidur adalah unsur ketidaksengajaan ternyata kau telah melecehkan sebelum kita menikah." ucap Kikan terlihat sedikit kesal sepertinya Kikan lupa bahwa sebelum menikah Mereka sudah tidur bersama walaupun itu semua dibawa pengaruh obat perangsang


Sementara itu dokter Eni yang berniat pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu tanpa sengaja bertemu dengan kepala pelayan yang membawa beberapa makanan menuju ruang operasi apalagi di samping kepala pelayan ada ahli gizi yang menemaninya, langsung menatap kedua orang yang tak sengaja berpapasan dengan ahli gizi dan kepala pelayan "kalian mau ke mana bukan nikah makan malam sudah berakhir Ini sudah hampir tengah malam." tanya Dokter Eni


"Maaf dokter Eni kami akan mengantarkan ini kepada Tuhan setua Dia menyuruh kami membawa makanan sehat ini untuk nyonya di ruang operasi." ucap kepala pelayan, mendengar perkataan kepala pelayan membuat dokter Eni tampak shock karena dia sangat yakin Kikan tak mungkin selamat apalagi dia sudah membubuhi racun pada alat yang di gunakan untuk menjahit luka kikan dan dia sengaja menjahit asal luka tersebut agar infeksi, tampak dokter Eni mematung di tempat karena tak percaya pada berita tersebut, sementara itu kepala pelayan meneruskan langkahnya tanpa mempedulikan dokter Eni yang masih ada di tempatnya, dokter Eni yang tersadar berniat menyusul kepala pelayan dan ahli gizi tapi dia ingat pakainya Tidak pantas untuk bertemu stuart dia ingin memastikan bahwa Kikan benar-benar masih hidup, dokter Eni bergegas ke kamar mengganti pakaian miliknya lalu berjalan menuju ruang Operasi tapi saat akan masuk pengawal langsung menghentikan dokter Eni membuta dokter Eni menatap bingung pada ke dua pengawal Tersebut


"Maaf dokter Eni anda tidak di perbolehkan masuk ke dalam semua adalah perintah tuan stuart." ucap pengawal tersebut


Maaf dokter Eni tuan berpesan tadi siapapun di larang masuk ke dalam tadi saja pelayan dan ahli gizi yang membawa makan hanya sebatas pintu ini mereka tak sampai masuk ke dalam jika anda merasa keberatan silahkan hubungi tuan saja." ucap pengawal tersebut santai


Tampak dokter Eni mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi stuart tapi sepertinya ponsel stuart tidak aktif membuta dokter Eni terlihat sangat kesal kalian tidak tau siapa aku, aku adalah orang kepercayaan keluarga huges jadi sebaiknya kalian biarkan aku masuk biar aku yang akan berbicara dengan tuan stuart." ucap Dokter Eni memaksa masuk kedalam


"Ke dua penjaga saling melihat lalu menatap ke arah dokter Eni dengan tatapan yang sulit di artikan "Jika anda masih terus memaksa masuk ke dalam maka kami akan menangkap anda jadi silakan tinggalkan tempat ini kami tak peduli apapun yang anda katakan semua ini perintah dari tuan stuart." ucap pengawal tersebut tanpa basa-basi, mengusir dokter Eni, dengan marah dokter Eni menatap ke dua penjaga tersebut awas kalian aku akan melaporkan hal ini pada tuan stuart agar kalian berdua di hukum ucap dokter Eni bergegas kembali ke kamarnya

__ADS_1


Sementara itu di dalam ruangan di mana kikan berada tampak stuart sedang menyuapi Kikan yang sedang makan sedikit demi sedikit," bagaimana sayang apa kau suka makanannya aku sengaja menyuruh ahli gizi dan pelayan membuta makan yang enak dan gurih tapi sangat bergizi." ucap Stuart


"Ini cukup enak sayang dan sepertinya banyak rempah di dalam SOP ini." ucap Kikan


"Kau tau sayang aku sangat lega saat tadi ayah menghubungi ku dan menyuruh ku kemari apalagi melihatmu sadar aku seperti mendapatkan berkah dalam hidup ku, mungkin besok aku tak bisa menjagamu pasalnya ada urusan perusahan apakah kau tak keberatan di jaga oleh ibu dan dokter intan, karena Oma dan ayah akan menjaga tripel S ." tanya stuart


"Tentu saja aku senang jika ibu dan dokter intan yang menjagaku, aku juga ingin bertemu Oma dan ayah." ucap Kikan yang dia maksud adalah tuan leo


"Tentu saja Mereka sangat menghawatirkan dirimu besok pagi mereka akan menemuimu, sekarang minum obat lalu beristirahatlah Agra kau cepat pulih." ucap stuart Lalu mengambil obat yang sudah di sediakan profesor Abdullah di atas meja untuk di berikan pada kikan


Sementara itu dokter Eni yang sudah kembali ke kamarnya tampak langsung memukul dinding "bagaimana bisa dia masih bisa bernafas saat ini seharusnya dia sudah mati atau ini hanya sementara Sampai racunnya bekerja begitupun infeksi yang akan terjadi pada lukanya, sebaiknya aku menunggu sampai besok jika Memang Kikan sehat maka aku akan melakukan rencana B." pikir dokter Eni berusaha membenarkan semua yang terjadi sesuai pendapatnya sendiri walaupun dia tidak tau fakta apa yang terjadi


Sementara itu di tempat lain tepatnya di sebuah markas tampak semua orang sedang sibuk sepertinya akan terjadi sebuah pertempuran membuat semua orang bersiap "bagaimana apakah kalian sudah mengetahui apa yang kita cari dan apakah kalian sudah siapa." tanya seorang pria yang beredar di sebuah lapangan bersama beberapa puluh orang di hadapannya


Tampak orang-orang tersebut menyambut dengan antusias dan berkata iya dan siap, "baikalah di depan apartemen kita akan bertemu dengan beberapa orang yang merupakan bagian dari tim yang akan membantu kita menghadapi musuh." ucap pria tersebut sambil terus berusaha memberi semangat bawahannya .

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2