
"Ayo bawa semua Hadiah itu ke depan kamar milik tuan Darmanto nanti pelayan yang akan membawa masuk ke kamar nona Yuli." ucap asisten Darmanto
Ketiga orang tersebut langsung berjalan ke kamar di mana Darmanto biasa menempatinya saat berada di kediaman keluarga huges
Sementara itu di dalam kamar tampak Yuli yang baru masuk langsung duduk di sebuah sofa sambil memegang sebuah kotak dan kartu ucapan
Yuli yang sudah duduk di sofa membuka perlahan kartu ucapan tadi yang sepat kikan katakan mempunyai kata-kata yang sangat romantis tampak Yuli membaca setiap bait dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya
"Astaga puisinya indah sekali apakah benar dia yang menulisnya aku tak menyangka dia bisa melakukan hal itu." ucap Yuli
Di sebuah pesawat Tampak Darmanto menatap ke arah komandan "apa tadi aku tidak berlebihan menitipkan pesan kepada Yuli melalui Yuda aku takutnya Yuli akan berpikir yang tidak-tidak." ucap Darmanto
__ADS_1
"Tidak mungkin pasti pesan anda akan tiba dengan baik kepada Yuli dan Tuan tenang saja Yuda orang yang bisa dipercaya dalam memberikan pesan." ucap komandan padahal dalam hati dia tertawa terbahak-bahak karena sudah membuat pesan yang berbeda untuk disampaikan kepada Yuli
"Tapi kenapa perasaanku mengatakan hal yang berbeda ya atau karena aku mungkin kurang oksigen." ucap Darmanto
"Itu hanya perasaan Tuan saja sebaiknya Tuan serahkan saja semuanya kepada Yudha dia pasti akan berbuat yang terbaik untuk Nona Yuli dan anda." ucap komandan
"Oh iya tuan tadi pengawal tuan Stuart menitipkan bahan-bahan untuk membuat bubur dan katanya bubur tersebut harus di buat untuk anda." ucap komandan
Sejak kapan Tuan Darmanto alergi pada bubur sampai muntah-muntah seperti itu pikir komandan
Darmanto yang sudah kembali ke tempat duduknya langsung menatap ke arah komandan singkirkan semua bahan-bahan yang diberikan pengawal tuan stuart kepada kepadamu dan ingat jangan pernah menyinggung tentang bubur lagi di hadapanku atau aku yang akan membuatmu menjadi bubur daging saat ini juga." ucap Darmanto membuat komandan langsung mengangguk walaupun dia tak mengerti
__ADS_1
Sementara itu di kamar Kikan dan Stuart tampak pasang suami-istri tersebut yang baru saja masuk kamar asataga aku tak menyangka Darmanto bisa seromantis itu ucap Kikan dengan wajah penuh senyum membuta stuart menetapnya dengan datar aku juga bisa membuat puisi dan memberikan mu hadiah ucap stuart yang merasa cemburu Karena merasa Kikan mengagumi puisi Darmanto
Kikan menatap ke arah stuart "benarkah terus kenapa aku tak pernah melihat mu mengirimkan puisi padaku." ucap Kikan
Mendengar perkatan kikan membuta stuart gela-lapan pasalnya dia sama sekali tak mengetahui tentang puisi bersikap romantis saja hanya pada Kikan bahkan dia Tidak tau apa arti dari puisi
"Baiklah aku akan keruang kerja untuk membuat kan puisi untuk mu tunggulah sambil kau tidur siang." ucap stuart lalu bangkit dan berjalan keluar menuju ruang kerjanya
Stuart masuk ke dalam ruang kerjanya lalu duduk di kursi kebesarannya sambil mengambil ponsel miliknya "kemari dan pastikan asisten Darmanto kau bawa kemari serta beberapa orang yang bisa menulis puisi." ucap stuart lalu menutup panggilan telepon tersebut .
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1