
Tampak ke dua pria dan wanita tersebut meronta-ronta meminta di bebaskan
Sementara itu di kediaman Stuart tampak stuart menerima telepon dari komandan yang mengabarkan bahwa intan akan melahirkan
Sementara itu di rumah sakit tampak dokter intan sudah berada di ruangan persalinan, tampak perawat langsung memangil dokter yang akan membantu persalinan dokter intan, "selamat malam dokter maaf dokter, dokter intan akan melahirkan." ucap perawat tersebut
Dokter tersebut menghembuskan nafasnya kasar, anggota keluarga huges lagi semoga kali ini lebih waras daripada yang ketiga orang yang pernah menemani istrinya ucap dokter tersebut tanpa kedengaran perawat," baiklah aku akan kesana setelah bersiap." ucap dokter tersebut
Sementara itu di ruang persalinan tampak komandan menemani dokter intan dengan setia, sedangkan di luar ruang persalinan tampak Keluarga huges sudah berdatangan Kakek komandan tampak datang terlebih dahulu di susul Oma dan ke dua orang tua stuart, semua tampak menunggu tampak dokter berjalan menuju ruangan tapi sebelum masuk memberi hormat pada Oma dan direktur rumah sakit
__ADS_1
"Aduh di mana si dokter apa dia tidak tau istri saya mau melahirkan." ucap komandan padahal dokter intan tampak tenang saja
Dokter yang sudah ada di pintu langsung mendekati komandan "maaf tuan sy periksa dulu pembukaan berapa." ucap dokter berniat melihat organ intim dokter intan
Mata komandan terbelakang saat dokter langsung menyibak pakaian yang di gunakan dokter intan untuk melihat sudah pembukaan berapa, sontak saja komandan langsung memukul dokter tersebut hingga pingsan, membuat perawat berteriak, "astaga maaf aku reflek." ucap komandan membatu dokter tersebut bangun
Tampak dokter intan memandang tajam ke arah komandan, "apa yang kau lakukan siapa yang akan membantu persalinan ku kau itu ternyata lebih parah dari Bima dan Darmanto, kau bahkan memukul dokter yang tak bersalah sampai pingsan untung saja aku belum pembukaan lengkap." ucap dokter intan
"Apa yang terjadi kenap dokter pingsan." tanya kakek komandan sekaligus direktur rumah sakit pada perawat yang akan membawa dokter, maaf tuan sepertinya suami pasien memukul dokter hingga pingsan." ucap perawat tersebut sontak semuanya terkejut mendengar perkataan perawat tersebut tapi Bima dan darmanto mereka saling berjabat tangan "akhirnya cita-cita kita tersampaikan walaupun dengan tangan komandan." ucap Bima membuat komandan mengaguk setuju sementara Stuart hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kedua orang yang tak bersyukur dokter tersebut sudah membantu persalinan istri mereka sehingga bisa membuat melahirkan anak-anak yang tampan dan cantik
__ADS_1
Tampak kakek komandan langsung masuk ke ruangan persalinan "dasar anak bodoh bisa-bisanya kau memukul dokter yang akan membantu persalinan cicit ku, apa kau tak punya otak." ucap kakek komandan
"Maaf kakek aku reflek memukul habisan dia tidak bilang-bilang ." ucap komandan
Kakek komandan langsung mengambil ponselnya dan menelepon teman yang merupakan dokter kandungan setelah berbicara beberapa menit kakek komandan langsung mematikan panggilan telepon lalu memasukkan ponselnya
Kali ini sebaiknya kau keluar saja tak usah menemani istrimu aku Takutnya kau bukanya reflek tapi ketagihan memukul orang, apalagi dokter kali ini adalah teman kakek." ucap kakek komandan menarik komandan keluar
"Tapi kakek istriku siapa yang menemani." ucap komandan sambil meminta bantuan dokter intan agar kakeknya tak membawanya keluar tapi dokter intan pura-pura cuek, apa jadinya jika komandan memukul dokter ini lagi bisa-bisa dia tak akan bisa melahirkan pikir dokter intan, jadi lebih baik komandan berada di luar daripada di dalam hanya membutanya stres Karena kelakukan suaminya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya