
Dokter intan tampak menyembunyikan wajahnya saat melihat kakeknya datang membuat Nadia dan Yuli tanpa kebingungan "ada apa denganmu Kenapa kau menyembunyikan wajahmu seperti itu." tanya Yuli
Sepertinya aku melihat Kakek ku." ucap Dr intan, mendengar perkataan dokter intan Yuli dan Nadia langsung melihat ke arah tamu yang baru saja datang Tampak seorang kakek tua dengan seorang pemuda imut dan tampan di sampingnya
"Apa itu kakekmu dengan seorang pria yang imut dan menggemaskan aku ingin sekali mencubit pipinya lihatlah dia terlihat imut." ucap Nadia si wanita bar-bar yang sedang hamil dan sepertinya sedang mengidam
"Kau juga merasa dia imut aku juga aku hanya ingin menyentuh pipinya yang mempunyai lesung pipi itu.", dalam hati dokter intan mengumpat karena dia tau bagaimana ke dua suami wanita yang ada di hadapannya saat ini bisa-bisa adiknya di jadikan tempe oleh Mereka, pria tersebut adalah murid gurunya sekaligus adik sepupunya sejak kecil memang sangat tampan
"Tapi siapa pria tampan dan imut yang bersama kakekmu apa dia orang yang akan di jodohkan olehmu, astaga kau sangat beruntung lihat bertapa tampannya dia." ucap Nadia
Sementara itu di meja pria tampak Darmanto dan Bima sedang memperhatikan istri mereka masing-masing saat memperhatikan istri mereka tanpa sengaja Mereka melihat tatapan istrinya pada seorang pemuda dan kakek tua yang baru saja memasuki tempat acara, melihat ekspresi istri mereka yang begitu terlihat bahagia saat melihat pemuda tersebut membuat Bima dan Darmanto sedikit kesal apalagi senyuman kedua bumi itu tak pernah luntur sambil terus melihat ke arah pria muda tersebut
"Komandan Apa kau tahu siapa Kakak tua dan pemuda yang baru masuk itu dari tadi istriku terus memandang ke arah pemuda itu." ucap Darmanto yang terlihat kesal
Komandan yang tadinya melihat ke arah belakang langsung menoleh melihat ke arah tamu yang baru datang "bukannya itu kakek dokter intan dan muridnya." ucap komandan
"Apa dia kakek dokter intan dan itu muridnya sepertinya muridnya itu sudah menggoda istriku lihatlah dia tersenyum hingga pipinya berlubang." ucap Darmanto
"Kau benar sepertinya dia juga sengaja menggoda istriku lihatlah dia tersenyum seperti itu dia pikir sangat tampan apa dengan memperlihatkan lubang di kedua pipinya." ucap Bima
__ADS_1
Komandan melihat ke arah Nadia dan Yuli kemudian melihat ke arah pemuda tersebut seperti cepat mudah tersebut tidak tersenyum pada Nadia dan Yuli tapi tersenyum pada orang-orang yang menyambutnya hanya Yuli dan Nadia yang tampak tersenyum sambil melihat pemuda tersebut membuat komandan hanya menghembuskan nafasnya dan menggeleng kepala dasar dua pria bucin tak tahu diri jelas-jelas pria tersebut tersenyum bukan kepada istri mereka tapi karena istri mereka tersenyum pada pria tersebut membuat mereka berpikir pria tersebut menggoda istri Mereka
"Awas aja kalau sampai Dia mendekati istriku aku akan memotong seluruh bagian tubuhnya dan melemparnya ke jurang." ucap darmanto
"Kau benar aku bukan hanya akan memotong seluruh bagian tubuhnya bahkan aku akan menyayat-nyayat seluruh anggota tubuhnya lalu menenggelamkannya di air mendidih kemudian membiarkan tubuhnya dimakan oleh buaya hingga tak ada yang tersisa." ucap bima
"Kakek teriak." nadia bumil bar-bar satu itu tak peduli pada sekelilingnya membuat dokter intan kelabakan, begitu juga para suami hanya Yuli dan Nadia yang antusias, membuat Bima dan Darmanto bangkit seketika apalagi melihat kakek dokter intan nampak melihat ke arah Nadia
Nampak kakek dokter intan sedikit bingung ketika Nadia memangil dirinya, tapi saat melihat dengan seksama rupanya cucunya berada di antara wanita yang memangilnya kakek
Komandan yang melihat Bima dan darmanto juga ikut berdiri, "ada apa ." tanya komandan sedikit bingung
"Ha ha ha cucu kakek aku pikir kau hanya kabur untuk menjadi seorang dokter Ternyata kau juga mencari jodoh di luar." ucap sang kakek menyindir dokter intan
Sepertinya kau sudah akrab dengan anggota keluarga huges hingga kau bisa duduk di meja itu tapi siap-siap gadis-gadis yang tadi memanggil kakek." tanya kakek dokter intan apalagi melihat Nadia dan Yuli terus tersenyum kepadanya
"Mereka bukan gadis-gadis kakek mereka adalah istri dari tuan Darmanto dan Bima anggota keluarga huges." ucap dokter intan
"Pantas saja mereka sangat menawan tapi kenapa mereka terus melihat ke arah adikmu." tanya kakek dokter intan
__ADS_1
"Sebenarnya ke dua orang tersebut sedang hamil dan mereka mengidam untuk mencubit pipi, Luis." ucap dokter intan
Luis yang tadinya tersenyum langsung kehilangan senyumannya, pipinya yang putih akan terlihat jelas kemerahan bila di cubit dan itu membuatnya sedikit kesal tapi mengetahui siapa yang ingin mencubitnya membuatnya harus pasrah jika itu terjadi karna ke dua wanita itu sedang hamil dan keinginan wanita hamil harus di turuti
Benarkah baiklah ambil saja Luis kakek ada urusan nanti kakek akan mencari kalian lagi." ucap kakek dokter intan tanpa perasa lalu pergi begitu saja meninggalkan Luis yang saat ini telah di tarik dokter intan menuju meja mereka tapi saat tiba di meja Bima dan Darmanto juga ada di meja tersebut bersama komandan
Tampak Luis sedikit bingung dengan tampang pria yang saat ini ada di hadapannya, komandan terlihat cemburu saat dokter intan memegang tangan Luis apalagi dia tak mengetahui hubungan mereka
"Akhirnya kau datang juga ayo duduk." ucap Nadia yang tak sadar ada suaminya di belakang kursi miliknya begitupun Yuli
Intan dan Luis tampak Tak bergeming apalagi melihat tatapan mata Bima yang ingin menelannya hidup-hidup "ada apa kenapa kalian Tidak duduk." tanya Nadia sambil melihat arah pandangan dokter intan dan Luis,melihat tatapan suaminya Nadia langsung mencubit perut Bima membuat Bima mengadu kesakitan "aduh sayang kenapa kau mencubit Ku." ucap Bima
"Hentikan tatapanmu yang mengintimidasi pada dokter intan dan adiknya atau kau akan tau akibatnya." ancam Nadia, wajah komandan langsung berubah mengetahui pria yang ada di dekat dokter intan adalah adiknya
Yuli kemudian menoleh melihat Darmanto yang menatap penuh ancaman, "sayang ." panggil Yuli membuta Darmanto langsung mengalihkan pandangannya pada Yuli
"Iya sayangku ada apa." ucap darmanto yang raut wajahnya berubah 180 derajat
Luis sungguh ingin tertawa terbahak-bahak melihat kedua pria yang tadi menatapnya garang apalagi tubuh mereka kekar dengan penampilan yang sangat maskulin, bisa langsung lunak ketika berhadapan dengan istri mereka.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya