
Rumi yang mendengar perkataan Doni hanya bisa tersenyum kiku dia juga bingung harus menjawab apa
"Sudahlah ayah memang memang sangat menyayangiku sebaiknya kita segera ke kamar." ucap Rumi mengalihkan pembicaraan
"Kau benar kita harus bekerja keras untuk menghasilkan pewaris bagi keluarga huges." ucap Doni
Kedua pasangan tak ada akhlak tersebut langsung pergi kembali ke kamar hotel milik mereka sementara itu Paman Alan semakin emosi melihat reaksi Rumi Yang sepertinya sengaja menjauh darinya apalagi melihat tingkah Rumi dan Doni yang seperti seorang yang saling mencintai membuat Paman Alan semakin emosi
Tampak paman Alan dan ibu Fera sudah masuk ke dalam kamar dengan raut wajah yang sangat berbeda wajah paman Alan yang sangat kesal sedangkan wajah ibu Fera tampak tersenyum kegirangan
"Sayang lihatlah Rumi dan Doni mereka pasangan yang sangat serasi keputusan ibu untuk menikahkan mereka ternyata adalah keputusan yang tepat." ucap ibu Fera tanpa melihat raut wajah paman Alan
Paman Alan tidak menggubris perkataan Ibu Fera tapi langsung keluar begitu saja dari kamar hotel membuat ibu fera bingung
Ada apa dengan apakah dia melupakan sesuatu di restoran ucap Ibu fera sambil melangkah menuju kamar tidur ibu Fera tidak peduli karena paman Alan tak akan berani berselingkuh darinya kerena semua harta atas nama ibu Fera sesuai dengan perjanjian pernikahan mereka
__ADS_1
Paman Alan melangkah lebar ke Bar hotel sambil mengirimkan pesan pada seseorang
Sementara Rumi dan Doni baru saja sampai di dalam kamar milik mereka Rumi tampak merogoh ponselnya yang berada di dalam tas
Rumi membulatkan matanya saat melihat pesan dari paman Alan
"Aku ingin bertemu denganmu sekarang aku sedang berada di Bar hotel cepat buat Doni tertidur lelap atau aku akan mengirimkan gambar tubuhmu yang sedang tak mengunakan benang sehelai pun." isi pesan tersebut membuat Rumi shyok
"Ada apa sayang sepertinya kau sangat terkejut." tanya Doni yang baru keluar dari kamar mandi
Doni tersenyum genit aku suka gayamu ucap Doni lalu hendak berjalan menuju lemari di mana terdapat botol anggur merah di dalamnya
"Sudahlah sayang biar istrimu ini yang akan menyiapkan segalanya kau cukup pergi berpakaian saja." ucap Rumi
Doni melihat dirinya yang hanya mengunakan handuk lalu tersenyum "kenapa harus pakai baju kan nanti juga di lepas." ucap Doni
__ADS_1
"Ayolah sayang pakailah celana walaupun hanya celana pendek aku sangat suka kau memakai celana pendek." ucap Rumi dengan suara manjanya
Doni lalu berjalan ke ruang ganti untuk memakai bokser miliknya tak berselang beberapa menit Doni keluar tampak di meja sudah tersedia botol anggur dan gelasnya
Kini Rumi dan Doni duduk saling berpelukan dengan gelas anggur di tangan mereka masing-masing
"Aku tak menyangka kesukaan kita sama aku sangat suka bercinta setelah minum anggur." ucap Doni
"Iya sayang aku juga tak menyangka sekarang mari kita bersulang untuk masa depan."ucap Rumi sambil sesekali melirik Doni yang akan minum
Sementara di Bar paman Alan semakin gelisah menunggu kedatangan Rumi
"Di mana dia kenapa lama sekali hanya untuk membuat tidur bocah seperti Doni tidak mungkin dia selama ini." ucap paman Alan sambil sesekali meneguk minuman yang ada di hadapannya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1