Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
420


__ADS_3

Sementara itu di sebuah bandara tampak Darmanto dan komandan sedang berjalan masuk jet pribadi mereka akan kembali pulang


"Aku sudah tidak sabar untuk kembali pulang." ucap Darmanto


"Sepertinya tuan sangat merindukan nyonya hingga tak sabar untuk pulang." ucap komandan jahil


Wajah Darmanto nampak bersemu merah menahan malu "apa yang kau katakan aku pulang untuk melihat ibu dan Oma aku merasa bersalah pada mereka ." ucap Darmanto mencari alasan


"Benarkah aku pikir tuan merindukan nyonya Yuli yang sepertinya merindukan tuan." ucap komandan mengetes Darmanto


Benarkah dari mana kau tau bahwa dia merindukan ku bukannya dia membenciku ." ucap Darmanto dengan wajah sedikit lesu karena dia sebenarnya ragu untuk bertemu dengan Yuli mengingat perbuatannya yang hampir membunuh Yuli jika tak ada stuart bisa saja Yuli sudah tak terselamatkan lagi


"Ada apa tuan kenapa wajah tuan tiba-tiba berubah menjadi lesu seperti itu apakah ada sesuatu yang tuan pikirkan." tanya komandan

__ADS_1


"Aku harap dia tak akan takut saat melihat diriku kembali ke kediaman keluarga huges." ucap Darmanto


"Tuan jangan khawatir aku yakin nyonya Yuli pasti sudah memaafkan tuan." ucap komandan memberi semangat, Darmanto hanya mengangguk pasrah


Di kediaman kakek Nadia kini Bima dan Paman jack keluar dari ruangan dan berjalan keluar dari rumah tersebut tampak di halaman depan asisten James berdiri bersama beberapa pengawal Bima


"Tuan apa yang akan kita lakukan pada pria ini." tanya bawahan Bima


Jack yang mendapatkan pertanyaan dari sang menantu langsung melihat ke arah James kemudian melihat ke arah Bima


"Aku rasa dia patut mendapatkan hadiah karena prestasi dan kesetiannya pada kakek tua itu dia berhak untuk tetap bersama pak tua itu ." ucap Jack


Setelah mengatakan hal tersebut paman Jack dan Bima Langsung berjalan masuk ke dalam mobil untuk pergi ke bandara mereka akan kembali, sedangkan damaian langsung dibawa oleh beberapa pengawal Bima ke depan pintu gerbang kerajaan, sedangkan Kakek Nadia sudah di bawa terlebih dahulu oleh beberapa pengawal Bima

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam kini Paman Jack dan Bima telah tiba di bandara mereka langsung menuju kediaman di mana mama Nadia dan Nadia berada karena sudah sangat larut membuat Jack langsung masuk ke dalam kamar miliknya sedangkan Bima langsung mencari kamar istrinya


Sementara itu di sebuah markas tampak seorang pria sedang berada di sebuah ruangan bersama seorang kakek tua yang duduk di kursi kebesaranya


"Ingat kau harus menyerahkan hadiah tersebut ke pada salahsatu angota keluar huges jangan sampai pelayan yang menerimanya." ucap kakek tua pada seorang pria yang berdiri di hadapannya


"Baik tuan aku mengerti." ucap pria tersebut sambil menunduk hormat lalu keluar dari ruangan tersebut, setelah kepergian pria tersebut beberapa orang pria masuk ke dalam ruangan


"Tuan aku sudah merekrut anggota yang akan kita buat menjadi pembunuhan berdarah dingin bahkan aku sudah memasuki chip ke kepala mereka agar tak merasakan apapun." ucap seorang Pria yang merupakan tangan kanan kakek tua tersebut


"Kau memang pandai aku senang kau melakukan hal tersebut itu akan membuat kita Dengan mudah menghabisi musuh-musuh kita." ucap kakek tua tersebut .


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2