
"Baik Tuan Aku akan segera melaksanakannya." ucap Elizabeth sambil menunduk hormat
Tapi sebelum Elizabeth melangkah pergi keluar dari ruangan stuart tiba-tiba Stuart berkata "Apa kau sedang marah tentang perihal asisten Edi yang mengabaikanmu dan terlihat takut padamu sebaiknya Kau melupakan tentang asisten Edi karena sepertinya dia tidak mengetahui identitasmu sebenarnya karena dia belum pernah berinteraksi lebih jauh dengan seorang wanita." ucap stuart
Elizabeth langsung menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah stuart "apakah dia yang mengatakan hal tersebut pada anda Tuan bahwa dia tak mengetahui bahwa aku adalah seorang pria." ucap Elizabeth
__ADS_1
"Hai Darmanto Kenapa kau seperti ini apa kau betul-betul menyukai asisten Edi sebaiknya Kau harus berpikir terlebih dahulu ingat kau masih memiliki tonjolan di bawah sana apa kau pikir kau akan bermain pedang-pedangan dengan asisten Edi sekarang sebaiknya Kau jernih pikiranmu dan mulailah melakukan misimu." ucap stuart yang membuat wajah Elizabeth langsung memerah karena malu lalu buru-buru keluar dari ruangan tersebut setelah memberi hormat
Setelah keluar dari pintu ruang kerja stuart dan kembali menutupnya Elizabeth langsung berhenti dan menoleh ke arah pintu ruang kerja stuart,tuan stuart tidak tahu saja yang aku inginkan kan hanya kasih sayang bukan yang lainnya capek deh hari gini nggak ada yang mengerti perasaanku yang seutuhnya adalah wanita sejati." ucap Elizabeth langsung berlalu pergi begitu saja
Stuart langsung geleng-geleng kepala ketika melihat Elizabeth yang berlalu begitu saja dia Lalu merapikan beberapa dokumen yang ada di atas penjajah kemudian bangkit kembali menuju kamar di mana kikan berada tampak stuart yang sudah masuk ke dalam kamar langsung melihat ke arah ranjang dia melihat kikan yang sepertinya tertidur lelap
__ADS_1
"Sayang aku sangat mencintaimu bahkan aku rela mengorbankan apapun agar bisa melindungimu kau tahu sayang mungkin selama ini orang melihatku sebagai pengusaha biasa yang memiliki kekayaan yang sangat banyak tapi mereka tidak tahu siapa diriku yang sebenarnya para mafia yang berniat mencelakai dan membunuh ibumu akan mendapatkan apa yang sudah mereka lakukan kau tenang saja aku tak akan melepaskan mereka walaupun hanya ujung kuku mereka." ucap stuart lalu mengecup rambut istrinya
Sementara itu Bima yang sudah berada di parkiran bersama profesor Abdullah dan asisten Edi langsung masuk ke dalam mobil tampak Bima mengkode sopir membuat sopir tersebut langsung mengangguk dan melajukan kendaraannya tapi bukannya keluar dari parkiran tersebut tapi lebih masuk ke dalam parkiran bawah tanah membuat profesor Abdullah dan asisten Edi kebingungan pasalnya mereka pikir lantai di mana mereka parkir kendaraan tadi adalah parkiran bawah tanah ternyata apartemen milik stuart tidak sesimpel itu mereka terus masuk ke dalam hingga menemukan sebuah lift mobil tersebut langsung berhenti tepat di depan lift tersebut Bima langsung mempersilahkan profesor Abdullah dan asisten Edi untuk keluar
"Mari Tuan kita masuk ke dalam lift." ucap asisten Bima sambil mempersilahkan profesor Abdullah dan asisten Edi terlebih dahulu masuk ke dalam lift
__ADS_1
Tanpa bertanya apapun profesor Abdullah dan asisten Edi langsung masuk ke dalam lift mereka yakin ini adalah ruang rahasia yang memang stuart siapkan untuk melindungi orang-orang terdekatnya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya