
Bima menatap ke arah Damian "apa kau yakin ingin bertarung denganku, kau tau saat aku mulai bertarung tak ada yang akan bisa menghentikan aku." ucap Bima dengan aura membunuh
"Aku tak pernah takut apapun kau pikir aku akan takut denga bualan mu." ucap Damian
Para bawahan Bima yang hanya bisa melihat dengan tatapan iba pada Damian Karna mereka yakin pasti pria tersebut akan babak belur hidup segan matipun tak mampu
"Baiklah lepaskan dia aku ingin melihat seberapa hebat dirinya bertarung denganku apakah sehebat saat dia menyiksa para wanita." ucap Bima sambil terkekeh membuat Damian semakin emosi melihat Bima
"Kalian bebas kan aku kalian tak tau siapa aku." ucap kakek Nadia berusaha memberontak mengulur waktu menunggu kedatangan asistennya James yang dia tugaskan untuk menyelamatkan dirinya dia tak mengetahui James sudah di tahan oleh para bawahan Bima yang berada di luar
"Kakek tua diam lah kau terlalu banyak bicara apa kau tak bisa menutup mulutmu sesaat saja aku mau menonton pertandingan." ucap salah seorang bawahan Bima
__ADS_1
"Hai mantan mantu kurang ajar lihatlah apa yang di lakukan oleh menantu pilihan mu dia membuat kacau di tempatku, menahan ku dan sekarang bertarung dengan tamuku." ucap kakek Nadia sambil menatap merah pada ayah Jack yang sedang santai sambil duduk di kursi menunggu pertandingan Antara Bima dan Damian
Paman Jack mengehembuska nafasnya kasar dia bingung apa isi otak mantan ayah mertuanya itu dia selalu merasa benar dan orang lain salah walaupun pada kenyataannya dia salah tapi seolah-olah dia yang benar
"Mantan ayah mertua haruskan aku menyarankan anak menantu yang aku pilih untuk membawamu ke rumah sakit jiwa untuk di obati, aku pikir kau memiliki masalah kejiwaan yang serius dan kepribadian setan." ucap Jack
Sumpah demi apapun Bima yang hendak melangkah maju langsung tertawa terbahak-bahak mendengar Ayah mertuanya mengatakan kepribadian setan sedangkan kakek nandia merasa sangat terhina dengan ucapan paman Jack
Kini Bima dan Damian sudah saling berhadapan sementara itu di belahan bumi lain tampak stuart yang sedang duduk di kursi kebesaranya tak lupa asistennya yang juga duduk di belakang sambil menonton di leptop tidak lupa asisten Stuart menyiapkan popcorn dan minuman seolah-olah mereka sedang berada di bioskop
"Astaga kenapa mereka terus berbicara kapan mereka akan bertarung." ucap stuart yang sedang menonton siaran langsung yang terjadi di kediaman kakek Nadia
__ADS_1
"Sabar tuan sepertinya akan segera di mulai menurut tuan berapa lama si Damian akan bertahan ." tanya sanga asisten
"Aku rasa dia akan cepat berakhir melihat cara dia berbicara dan bergerak aku yakin dia hanya pria lemah dan hanya suka menyiksa wanita." ucap stuart
"Itu berarti dia tak akan bertahan dalam satu kali serangan dari tuan Bima." tanya asisten
"Aku harap Bima tidak langsung memukulnya jatuh itu akan menyia-nyiakan popcorn dan minumanku bila pertarungannya cepat berakhir
"Cepat hubungi Bima katakan padanya agar jangan sampai membuatnya mati hingga 30 menit kemudian." ucap stuart
Damian langsung berusaha memukul Bima tapi sepertinya gerakannya kurang cepat membuat Bima dengan mudah menghindar saat bertarung ponsel Bima berdering membuat Bima mengalihkan pandangannya dan mengambil ponselnya sedangkan Damian berpikir itu kesempatan bagus untuk memukul Bima tapi sepertinya salah karena Bima langsung menghindar dan memukul Damian hingga jatuh tersungkur lalu mengakat telepon tanpa melihat yang terjadi dia sepertinya tak peduli pada Damian yang akan menyerangnya kembali.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya