
Saat ini kikan Sudah berhadapan dengan profesor Abdullah dia merasakan jantungnya berdetak semakin kencang saat melihat profesor Abdullah lebih lama bahkan tangan kita sampai meremas tangan stuart
Langsung melihat ke arah istrinya dengan perasaan cemas dia takut perasaan Kikan akan mempengaruhi keadaan baiknya tapi untung saja itu sudah berkoordinasi dengan dokter kandungan yang akan membantu kikan saat melahirkan dan dokter tersebut mengatakan bahwa kondisi kandungan kikan sangat kuat dan itu membuat menjadi tenang
Profesor Abdullah melihat ke arah Kikan melihat wajah Kikan yang terlihat menatapnya dengan intens serta sedikit pucat membuat profesor Abdullah khawatir
__ADS_1
"Apa kau tidak apa-apa nak." tanya profesor Abdullah membuat kikan semakin meremas tangan sesuatu "ada apa sayang kau jangan terlalu tegang mereka adalah orang terdekat mu." ucap Stuart sambil memeluk Kikan dan memberikan ketenangan pada sang istri membuat Kikan agak sedikit rileks
Stuart yang sudah melihat keadaan istrinya sudah semakin semakin rileks kemudian Stuart mengecup kening istrinya
"Siapa anda apakah Anda mengenal saya karena anda sepertinya Tak asing lagi untuk saya." ucap Kikan memberanikan diri untuk bertanya karena dari tadi dia sangat penasaran siapa dua orang pria yang ada di hadapannya tadi sebelum bertemu dengan profesor Abdullah dan asisten edi Stuart hanya mengatakan bahwa orang yang akan mereka temui adalah keluarga kandung Kikan
__ADS_1
Stuart yang melihat istri wajah istri yang berubah sangat terkejut membuat stuart langsung memegang tangan Kikan agar membuat istrinya tersadar entah apa yang akan pikirkan membuatnya tak bisa berkata apa-apa tapi sedetik kemudian tangis Kikan pecah sudah dia langsung memeluk tubuh ayahnya dengan sangat erat "kenapa... kenapa baru sekarang Ayah mencariku apakah Ayah tidak tahu bagaimana Aku berusaha untuk hidup bahkan mereka sudah menyiksaku dari kecil bahkan mereka kadang tak memberikan aku makan padahal aku sudah bekerja seharian aku yang bekerja untuk bisa menafkahi mereka bahkan mereka mengatakan bahwa aku anak pembawa sial." ucap kikan dengan air mata yang terus berderai
Hati profesor Abdullah sangat teriris mendengar perkataan putrinya dia tak menyangka bahwa putrinya akan sangat menderita dia sangat berterima kasih karena stuart sekarang ada di sisi putrinya tapi dia juga lebih sangat bersyukur walaupun kehidupan putrinya tidak seindah anak-anak yang lain tapi putrinya bisa selamat dari kejaran parah mafia dan pengusaha yang menginginkan darah putrinya yang sangat berharga
Edi tampak sudah mewek melihat adegan yang ada di hadapannya dia sangat terharu akhirnya Ayah yang selama ini membesarkannya seperti putra kandungnya sendiri bisa bertemu dengan Putri kandungnya yang selama ini hilang entah ke mana bahkan profesor Abdullah sempat hampir bunuh diri karena berpikir bahwa putrinya telah tiada dan hal tersebut karena beberapa orang menemukan pakaian kikan yang berlumuran darah di tepi hutan tapi saat dia akan melakukan aksinya beberapa informasi yang didapatkan oleh Edi membuatnya bernafas lega karena ternyata darah tersebut bukan darah memiliki kan tapi darah orang lain.
__ADS_1
Sebenarnya selain adegan yang ada di hadapannya yang dia pikirkan Sebenarnya asisten edi memikirkan tentang keberadaan Elizabeth dimana wanita jadi-jadian itu yang selama ini mengejar-ngejar dirinya tumben saja dia tak melihatnya di kediaman Stuart.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya