
Bento menatap ke arah jay dengan tatapan bingung "apa Ada kemungkinan mereka menipuku dan menukar isi perjanjian tersebut tanpa kita ketahui." tanya Bento
Itu tidak mungkin Tuhan karena aku sendiri yang memegang semua berkas perjanjian tersebut dan aku yang memasukkan ke dalam tas yang tuan selalu bawa jika memang Tuan Elmo dan Tuan Lius yang melakukannya itu tak mungkin." ucap Jay tak ingin tuanya sampai berpikir buruk pada rekanya apalagi Memeng mereka hanya membaca lalu tanda tangan selebihnya berkas itu ada di tangan Jay dan Bento
"Tuan mungkin saja aku yang salah melakukannya sebaiknya kita memeriksa berkas yang berada tangan kolega tuan takutnya berkasnya sama dengan yang ini itu bisa membuat kita rugi." ucap Jay memberi pendapat
Bento berpikir sejenak kemudian dia merasa itu bukan hal yang besar apalagi sebentar lagi dia akan mendapatkan profesor Abdullah dan perjanjian itu tak akan berguna lagi pikir Bento
"Biarkan saja lagi pulang kita akan segera mendapatkan profesor Abdullah dan ramuan itu akan segera aku dapatkan kau jangan khawatir aku hanya bisa memeriksa beberapa dokumen saja jadi katakan Bagaimana persiapannya." tanya Bento
"Semuanya sudah aku persiapkan Tuan aku yakin pria tersebut akan lolos dari genggaman kita dan tokoh bunga tersebut akan langsung menjadi milik kita sepenuhnya." ucap Jay penuh keyakinan
__ADS_1
Makan malam di keluarga huges tampak sangat berwarna tampak semua orang sangat bahagia setelah makan malam berakhir tampak seluruh keluarga berkumpul di ruang keluarga
Kikan yang sedikit penasaran dengan tempat di mana stuart lahir langsung melihat ke arah Oma yang sedang bercerita dengan mama Nadia
"Oma kapan kita akan ke rumah opa yang kata stuart berada di sebuah tempat yang sangat indah." tanya Kikan karena stuart lupa memberitahukan kapan mereka akan ke sana
Oma yang di tanya terlihat sedikit bingung untung saja stuart langsung memberi kode rahasia antara nenek dan cucu membuat Oma langsung tersenyum untuk menutupi kebohongan stuart
"Ibu stuart melihat ke arah menantunya lalu ke arah ibu mertuanya, Memeng Kikan akan melahirkan di sana ibu." tanya ibu stuart
"Bukanya ibu sudah tau aku sudah menyiapkan ruangan persalinan di sana dan aku ingin anak-anak ku lahir di sana." ucap stuart agar ibunya tidak melanjutkan pertanyaannya
__ADS_1
Abdullah mendengar perkataan putranya, ibu stuart hanya mengaguk, "jadi Kikan tak akan melahirkan di rumah sakit." tanya profesor
"Maaf ayah aku merasa istri dan anak-anak ku akan lebih aman bila di dilahirkan di sana apalagi aku telah menyiapkan semuanya demi kelancaran persalinan Kikan." ucap stuart dia tak akan mengambil resiko untuk keselamatan keluarganya
"Baiklah kalau itu keputusan mu ayah harap kau mengabari ayah secepatnya jika Kikan akan melahirkan agar ayah bisa segera ke sana." ucap profesor Abdullah
"Ayah jangan khawatir aku akan langsung menyuruh seseorang untuk menjemput ayah." ucap stuart
"Tapi kemanan Nadia dan Bima sedari tadi mereka belum juga kemari bukanya kau mengatakan bahwa Bima yang menjemput Nadia dan mereka akan segera kemari, tidak mungkin kan mereka membuat anak selama ini bahkan makan malam telah selesai." ucap Oma
Mama Nadia tersenyum malu mendengar pertanyaan Oma.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya