
Sementara itu di sebuah apartemen mewah tampak seorang pria paruh baya sedang melihat sebuah foto wanita cantik yang sedang menggendong bayi perempuan "Sayang aku begitu merindukanmu." ucap pria paruh baya tersebut
Kini Darmanto bersama Jay dan seorang wanita paruh baya sudah masuk ke dalam mobil mereka akan pergi ke bandara begitu sampai ke bandara Bento dan yang lain langsung masuk kini darmanto dan yang lain sudah berada di dalam jet pribadi milik Bento "tuan kita akan segera berangkat ." ucap jay Bento hanya mengangguk tanda setuju
Pagi tampak datang menyambut di kediaman keluarga huges tampak seluruh keluarga sudah berkumpul di meja makan
Ayah Leo, Oma, Ibu stuart, Kikan, Darmanto dan Yuli yang berada di ruang makan tersebut semua makan dengan lahap setelah makan tampak Darmanto ingin menyampaikan sesuatu "Maaf ayah, Oma, ibu." ucap Darmanto
Ayah Leo langsung menatap ke arah Darmanto "Ada apa nak katakanlah." ucap ayah Leo
__ADS_1
"Maafkan Aku Ayah tapi aku ingin mengajak Yuli untuk tinggal bersamaku aku sudah menyiapkan rumah untuk kami tinggal aku tahu aku pernah membuat kesalahan sehingga ayah,Oma, Ibu dan yang lain pasti akan berpikir jika aku mengajak Juli pindah dari kediaman ini karena perbuatan ku dulu ." ucap darmanto
Ayah Leo menghembuskan nafasnya kasar bukannya dia tidak percaya pada perubahan yang terjadi pada diri Darmanto tapi dia mengkhawatirkan keselamatan Yuli apalagi dia tahu beberapa musuh lama Stuart sudah muncul begitupun pria yang sudah membuat Darmanto mengalami hal mengerikan sehingga membuatnya menjadi dua kepribadian yang berbeda
"Ayah tak pernah melarangmu untuk pindah Tapi sebaiknya untuk sementara biarkan Yuli tinggal di kediaman ini sampai kikan melahirkan." ucap Ayah Leo membawa nama menantunya agar mempunyai alasan Menahan Yuli
Darmanto terdiam Sebenarnya dia juga tak buru-buru untuk pindah "Baiklah Ayah kami akan pindah setelah anak Stuart lahir aku juga berencana pindah dua bulan lagi aku hanya meminta izin saat ini agar keluarga tak terkejut bila kami pindah." ucap Darmanto
Setelah membantu istrinya duduk stuart langsung melangkah menuju ruang kerjanya diikuti oleh Darmanto ke dua pria tersebut sudah berada di ruang kerja tampak stuart duduk di kursi kebesarannya sedangkan Darmanto duduk di kursi yang ada di hadapan meja kerja Stuart
__ADS_1
"Ada apa sepertinya ada sesuatu yang serius yang ingin kau katakan." tanya Darmanto
Stuart menatap ke arah Darmanto dengan pandangan yang sulit diartikan lalu menghembuskan nafasnya kasar "Apa kau tahu siapa yang mengirimkan paket bom kepada kita." tanya stuart
Darmanto langsung melihat ke arah mata stuart "aku pikir dia mungkin musuh ayahmu atau rekan bisnis yang tak suka dengan kita." ucap Darmanto
"Atau mungkin dia musuh lama yang baru saja muncul orang yang pernah menjadi seseorang yang penting untuk kita." ucap stuart
Darmanto terdiam sesaat terlihat jelas raut wajah Darmanto mulai berubah sepertinya ada sesuatu yang melintas di otaknya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya