
"Silakan." ucap Bima sambil tetap duduk membelakangi Nadia Nadia pun beranjak menuju ke kamar mandi begitu sampai ke dalam kamar mandi nah dia langsung memegang dadanya jantungnya berdetak kencang saat dia berbicara dengan Bima kemudian dia hendak membuka bajunya kemudian dia memukul jidatnya saat menyadari bahwa ternyata bajunya memiliki kancing di belakang membuatnya tak mungkin membukanya sendiri
"Astaga kenapa aku baru sadar kalau bajuku ternyata kancingnya di belakang apa yang harus aku lakukan apa aku harus keluar dan memanggil pelayan untuk membantuku tapi itu terlihat sangat aneh terus apa yang harus aku lakukan apa Aku coba minta tolong padanya Apalagi aku tak mengenal pelayan di rumah ini dan kalau aku Samapi keluar kamar dan mencari ayah entah apa yang di pikirkan oleh kakak Bima dan semua orang yang berada di kediaman ini." pikir Nadia
Setelah lama memikirkan apa yang harus dia lakukan akhirnya Nadia terduduk di atas dudukan toilet
Sementara Bima yang berada di kamar melihat sekeliling kamar setelah menunggu lima belas menit Bima bangkit dan mendekati toilet untuk memastikan sesuatu karena tak ada pergerakan di dalam kamar mandi
"Apa kau baik-baik saja." tanya Bima yang sedikit khawatir dengan Nadia
Nadia yang mendengar suara Bima langsung bangkit dan membuka pintu sedikit membuta Bima sedikit terkejut karena Nandi sepertinya belum membersihkan tubuhnya
__ADS_1
"Ada apa kenapa kau belum membersihkan tubuhmu bukannya kau kegerahan." tanya Bima
"Aku....tidak bisa membuka kancing bajuku." ucap Nadia malu-malu
"Bima menatap tak mengerti ke arah Nadia, apakah aku bisa menolong mu." tanya Bima saat melihat jelas pakain Nadia
"Bisakah kakak membuka kancing baju ku." tanya Nadia
Sementara itu di markas yang di tempati Elisabeth tampak beberapa mobil sudah masuk pekarangan tampak para pengawal langsung bersiap
Stuart langsung turun sambil membatu istrinya untuk turun para Elisabeth pengawal yang melihat tersebut sedikit terkejut karena biasanya mereka di perintahkan oleh Elizabeth untuk menjauhkan wanita dari stuart tapi apa yang mereka lihat bahkan stuart sepertinya sangat mencintai wanita yang saat ini dia rangkul dengan sayang
__ADS_1
Komandan langsung mendekat saat melihat stuart dan Kikan keluar dari mobil selamat datang tuan dan nyonya." ucap komandan kemudian beralih kepada yang lainnya yang juga sudah keluar dari mobil
Para pengawal saling melihat satu dengan yang lain saat menyadari siapa yang mereka lihat semuanya kompak menunduk untung saja stuart terlalu fokus pada istrinya sehingga tak melihat tatapan beberapa pengawal yang intens ke arah Kikan
Semua orang sudah masuk ke dalam tampak Oma dan ibu sangat antusias kini mereka sudah tiba di ruangan di mana telah di sulap menjadi ruangan pesta oleh para pelayan
"Astaga kalian benar-benar menyiapkan pesta ulang tahun untuk Darmanto dengan baik." ucap Oma untung saja hanya para pengawal pribadi yang ada di sekitar mereka yang sudah mengetahui siapa yang di maksud Darmanto oleh oma
"Sebaiknya kita duduk terlebih dahulu sebentar sebelum memberikan kejutan kepada Darmanto." ucap ayah leo
Sementara itu di dalam kamar Darmanto alias Elizabeth sudah menggulung tubuh Yuli dengan selimut dia berniat mengakat tubuh Yuli lalu keluar secara diam-diam karena dia yakin bawahannya tak akan berani ada yang bertanya
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya