
Ibu fera yang sudah selesai membersihkan tubuhnya melihat jam lalu melihat ke arah pintu kamar hotel Ibu Vera bingung kenapa Paman Alan lama sekali kalau memang dia melupakan sesuatu tadi di restoran Ibu fera pun menghubungi Mama Lilis untuk sedikit bercerita sambil menunggu kedatangan Paman Alan
Sedangkan di kamar hotel milik Rumi dan Doni Rumi yang bersiap untuk meminum anggur yang berada di tangannya tampak menghentikan kegiatannya saat Doni kembali meletakkan anggur tersebut dan mengambil ponselnya yang ternyata berbunyi
Sayang sebentar kita lanjut aku mengakat telepon penting dulu ucap Doni berjalan agak sedikit menjauh dari Rumi
Rumi hanya mengaguk lalu mengehembuska nafasnya kasar karena belum berhasil membuat Doni meminum anggur yang sudah di beri obat tidur
"Sialan siapa sih yang menelpon malam-malam seperti ini membuta ku harus terjebak seperti ini." ucap Rumi
__ADS_1
Sementara itu di sebuah rumah sederhana tampak seorang pria paruh baya yang baru saja masuk ke dalam rumah dengan segepok uang di tangannya "sayang lihatlah Ayah sudah memiliki uang kau bisa berkuliah." ucap sang ayah sambil memamerkan uang hasil menjual Putri tirinya
Mendengar hal tersebut seorang gadis yang baru saja keluar dari kamar langsung menyambut ayahnya dengan wajah sembringnya "wah dari mana Ayah memiliki uang sebanyak ini akhirnya aku bisa melanjutkan kuliahku terima kasih Ayah." ucap gadis tersebut sambil memeluk ayahnya
Pria tersebut langsung menggeleng agar putrinya tidak bertanya mengenai dari mana uang tersebut dia dapatkan sedangkan dari arah kamar yang berbeda tampak seorang wanita yang baru saja keluar dari kamar tersebut "ayah di mana Yuli bukannya Ayah tadi pergi bersamanya." tanya wanita paruh baya tersebut
"Oh anak itu mulai saat ini dia tidak akan kembali ke rumah ini karena dia akan bekerja di rumah majikannya Ayah sudah mendapatkan pekerjaan bagus untuknya." ucap pria paruh tersebut
"Ayah juga tidak tahu apa dia akan mengunjungi mu atau tidak itu bukan urusan ayah tapi yang jelas dia sekarang bersama majikannya yang baru." ucap pria paruh baya tersebut cuek
__ADS_1
"Sayang mari kita pergi makan di luar untuk merayakan kau akan berkuliah dan kau sebaiknya kau menunggu saja di rumah aku akan membawa pulang makanan untukmu." ucap pria paruh baya tersebut mengalihkan pandangannya pada wanita paruh baya yang berada di sampingnya
Wanita tersebut hanya mengaguk sambil meremas baju yang dia kenakan sementara ayah dan anak tersebut langsung keluar begitu saja, wanita paruh baya tersebut langsung mengambil ponsel miliknya berniat untuk menghubungi putrinya tapi sayang ponsel milik Yuli sudah tak aktif lagi
Sementara itu di Bar tampak Elizabeth yang sedang minum dengan rakus tampak Elizabeth mengeluarkan ponselnya sebuah pesan dari stuart masuk ke ponselnya
"Melepaskan atau bersama dua kata yang bertolak belakang tapi memiliki satu tujuan demi masa depan kadang apa yang kita inginkan bukan sesuatu yang kita butuhkan ."isi pesan stuart Elizabeth terus melihat pesan tersebut entah apa yang dia pikirkan
Elizabeth tiba-tiba bangkit lalu berjalan sempoyongan menuju ke toilet pria sementara Yuli yang sedang membersihkan toilet pria cukup terkejut dengan kedatangan Elisabeth yang dia pikir seorang wanita masuk ke toilet pria
__ADS_1
Sementara itu para pria yang berada di meja berbeda saling memberikan kode bahwa mangsa mereka sudah siap di amankan.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya