
Bima dan profesor Abdullah saling berhadapan "maaf profesor tapi sungguh aku tak berniat." ucap Bima
"Ya aku mengerti aku bahkan tertawa terbahak saat dia pingsan." ucap profesor Abdullah membuat Bima langsung menatap proses Abdullah "apa profesor dia sampai pingsan." ucap Bima sambil tertawa terbahak-bahak dia tak dapat lagi menahan tawanya karena mendengar Asisten Edi sempat pingsan setelah mengetahui kenyataan yang ada
"Maaf profesor Aku sungguh tak bisa menahannya tapi aku tak berniat buruk ataupun memandang sebelah mata asisten Edi." ucap Bima
"Aku mengerti apa maksudmu Sebenarnya aku ingin bertemu dengan mu karena semua ini ada hubungannya dengan masalah asisten Edi dengan Elizabeth ." ucap profesor Abdullah
__ADS_1
Asisten Bima melihat ke arah profesor Abdullah "memangnya apa yang terjadi apakah Elizabeth mengancam atau berniat untuk menculik lalu memperkosa edi." tanya Bima dengan wajah serius membuat profesor Abdullah sangat terkejut apa separah itu Elizabeth padahal profesor Abdullah hanya sembarang berbicara saat mengatakan pada asisten ini bahwa jangan sampai dia diculik lalu diperkosa oleh Elizabeth
"Apa katamu Apa memang dia sering melakukan hal tersebut sehingga kau mengatakan itu." tanya profesor Abdullah sambil menatap dalam ke arah asisten Bima mendengar pertanyaan profesor Abdullah membuat Bima menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia juga belum membuktikan kebenaran dari hal tersebut tapi dia sudah beberapa kali hampir dicium oleh Elizabeth saat berada di ruangan Elizabeth kalau seandainya dia tidak kecekatan dan lebih unggul ilmu bela dirinya serta otak liciknya dari Elizabeth mungkin sejak kemarin pipih dan bibirnya sudah tidak perawan lagi
"Tidak juga sih profesor tapi aku takutnya kalau asistennya Edi sampai membuatnya marah Elizabeth bisa berbuat nekat dia hanya bisa dikendalikan oleh tuan Stuart dan jika dia diancam mengunakan orang kesayangannya contohnya sekertarisnya karena mereka adalah saudara walaupun hanya saudara angkat." ucap Bima jujur
"Bagaimana kalau Tuan segera mencarikan istri untuk Elizabeth tak mungkin lagi mau dengan Edi karena dia sangat benci menjadi pelakor." ucap Bima
__ADS_1
Kedua sudut bibir profesor Abdullah terangkat sempurna "inilah yang aku ingin kau sampaikan kepada asisten Edi kau harus bisa meyakinkannya untuk menikah secepatnya jika tidak maka dia akan mendapatkan masalah besar dari Elizabeth." ucap profesor Abdullah
Asisten Bima menatap penuh tanya kepada profesor Abdullah "Kenapa tidak Tuan saja yang menyuruhnya untuk menikah bukan kah dia pasti akan menuruti setiap keinginan Tuan." ucap Bima
Kau tidak tahu saja asisten Edi adalah pria keras kepala dia tak akan mudah menurutiku Apalagi aku Dan ayahnya adalah teman baik dia sudah seperti putraku dulu ayahnya adalah asistenku tapi sudah lama meninggal dia menggantikan ayahnya tapi dia lebih cerewet saat berdua kebetulan beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan teman lamaku dan dia juga mempunyai seorang putri yang sudah waktunya menikah tapi putrinya sangat ambisius dan selalu melarikan diri dari ayahnya dan dia seorang dokter jadi kami ingin menjodohkan mereka." ucap profesor Abdullah
Sementara di sebuah apartemen tampak dokter Restu sedang kesal karena ayahnya menyuruhnya pulang ke rumah untuk makan malam karena dia ingin memperkenalkan seseorang kepadanya
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya