
Nadia langsung menatap Kikan dengan wajah serius "kenapa ayahku tak mengajarkan hal itu padaku kalau Memeng memberikan jatah di atas tempat tidur bisa membuta aku dapat mengendalikan Bima." ucap Nadia
Sontak saja perkataan Nadia membuat kikan tersedak Untung saja yang di makan kikan adalah pusing susu membuatnya hanya sedikit batuk saja
Kikan yang fokus mentap makannya langsung melihat ke arah Nadia, ."jatah di ranjang tak bisa di ajarkan oleh paman Jack kau dan Bima yang haru melakukannya." ucap Kikan
"Benarkah baiklah aku akan melakukan seperti saran kakak aku harap nanti kakak bisa membantuku membuat aku bisa memberikan jatah pada Bima." ucap Nadia spontan
"Terserah kau lah de." ucap Kikan sudah tak bisa berkat apapun lagi
Aku senang deh akhirnya aku memiliki kakak seperti kakak Kikan ipar rasa saudara ucap Nadia sambil memeluk ibu hami tersebut membuta Kikan tersenyum dia merasa Nadia adalah adik yang sangat baik
Sementara itu di kamar Bima Tampak stuart yang sedang melihat Bima, apa kau tak melihat atau mendengar kabar keberadaan Darmanto." tanya Bima saat stuart baru saja sampai di dekatnya
__ADS_1
"Kenapa kau mencarinya apa kau khawatir atau berubah pikiran ingin bersamanya." ucap stuart iseng
"Asataga bisa-bisanya kau sesantai ini apa kau pikir dia tak akan melakukan hal-hal aneh pasalnya dari semalam dia tak mengakat panggilan telepon ku bahkan pagi ini juga aku mengecek ponselku tak ada panggilan darinya." ucap Bima
"Sudahlah kau tak usah memikirkan keadaan Darmanto dia pasti baik-baik saja para pengawal setianya tak akan mungkin melepaskan pandangan matanya darinya sebaiknya kita keluar s semua orang sudah menunggu mu." ucap stuart
Bima melangkah keluar bersama stuart dengan penuh percaya diri dia tak mau mengecewakan orangnya apalagi ibunya yang membesarkan dirinya dengan penuh kasih sayang
Tampak Bima memasuki tempat pernikahan membuat semua orang tersenyum lega tak berselang lama Nadia masuk bersama kikan om sungguh Nadia sangat cantik dan menawan
Pak penghulu melihat ke dua pengantin yang tampak sangat serasi, baikalah mempelai pria apa sudah siap." tanya pak penghulu membut Bima melihat penghulu dan mengaguk mantap membuta Jack yang tadinya wajahnya sedikit tegangan takutnya Bima membuta ulah nyatanya tidak
Baiklah mari kita laksanakan ijab kabul ucap pak penghulu tak berselang lama setelah itu terdengar suara pak penghulu
__ADS_1
"Sah......ucap pak penghulu di ikuti beberapa orang sebagai saksi
Sah
Sah
Sah
Baiklah kau boleh mencium tangan suamimu Nandi langsung mengambil tangan Bima tanpa iklan atau melihat ke arah bima membuta Bima sedikit terkejut pasalnya dia masih menghadap ke arah penghulu membuta Bima langsung melihat ke arah Nadia tampak Bima langsung terpaku saat melihat Nadia tersenyum ke arah Bima setelah mencium tangan Bima
"Sekarang silahkan suami mencium kening istrinya." ucap pak penghulu membuta Bima Kemabli ke alam sadarnya
Bima menelan silvanya bahkan jantung berdetak kencang saat melihat senyum Nadia yang tak pernah luntur saat melihat Nadia tangan Bima gemetar saat akan memegang kepala Nadia agar dapat mengecup keningnya setelah beberapa menit akhirnya Bima bisa bernapas lega.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya