Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
88


__ADS_3

Baiklah aku akan pergi kali ini tapi ingat jika suatu saat nanti aku tau kau yang telah menyembunyikan keberadaan Stuart maka aku akan membuat perhitungan dengan mu." ucap Bima seraya bangkit hendak keluar dari ruangan tersebut


"Apa kau pikir ini ruangan yang mudah untuk kau keluar dan masuk." ucap Elizabeth tersenyum penuh arti


Inilah mengapa Bima sangat menghindari datang ke tempat Elizabeth karena wanita jadi-jadian tersebut pasti mengunakan cara licik agar dapat melecehkan dirinya


Bima tersenyum penuh arti "kau tak ingin sekertaris mu yang cantik itu terluka kan jadi sebaiknya kau jangan sembarangan bertindak." ucap Bima tersenyum penuh arti pada Elizabeth


"Apa yang kau lakukan pada sekertaris ku." tanya Elizabeth sedikit panik


"Ha ha ha aku tau kau tak mungkin membiarkan orang kepercayaan mu menjadi tumbal atas perbuatan mu, aku hanya memberinya terapi cinta agar dia bisa kembali ke jalan yang benar." ucap Bima Santai


"Kau memang licik katakan pada bawah mu untuk melepaskan dirinya." ucap Elizabeth lalu mundur beberapa langkah untuk menjauhi Bima


"Baiklah sampai berjumpa lagi Darmanto semoga kau tidak meleleh saat udara semakin panas." ucap Bima sambil berjalan keluar dari ruangan Elizabeth

__ADS_1


"Dasar pria menyebalkan di kasih enak malah menolak awas aku pasti akan membuat mu tak bisa menolak ku ." ucap Elizabeth sambil berjalan keluar memastikan keadaan sekertarisnya


Tampak meja sekertarisnya masih kosong beberapa menit kemudian nampak sang sekertaris berjalan tergesa-gesa menuju ke arah Elizabeth


"Maaf nona saya tak menyangka bahwa mereka mengincar saya ." ucap sekretaris tersebut


"Sudahlah aku tau dia tak akan mungkin datang ke sini tanpa persiapan apapun, kembalilah bekerja ." ucap Elizabeth


Sementara itu Bima yang sudah berada di dalam mobil sedang berpikir keras tentang keberadaan Stuart


Sedangkan di dalam kamar tampak Stuart memandang wajah Kikan dengan intens lalu mengecup setiap inci wajah Kikan


"Sekarang aku akan memandikan mu terlebih dahulu sebelum kita ke ruangan di mana kau akan di berikan perawatan agar secepatnya kau sehat dan kita bisa menikah." ucap Stuart sambil tersenyum


Stuart melap seluruh tubuh Kikan lalu memasangkan baju yang nyaman untuk Kikan setelah melakukan hal tersebut Stuart keluar lalu menuju ruang kerjanya tampak dokter Restu dan salah seorang pria yang merupakan teman dokter Restu

__ADS_1


"Selamat siang tuan muda maaf mengagu aku mengajak dokter Amir dia adalah seorang peneliti obat-obatan." ucap dokter Restu


Stuart melihat pria yang ada di samping dokter Restu yang umurnya sepertinya masih muda tapi rambutnya sudah agak memutih


"Selamat siang tuan saya adalah dokter Amir yang akan meneliti tentang obat yang sudah di minum oleh istri tuan." ucap dokter Amir


"Selamat siang dan selamat datang dokter Amir kau pasti sudah mendengar apa yang terjadi dari dokter Restu." ucap Stuart


"Benar tuan muda aku berharap bisa membuat obat penawar agar nona muda dapat sembuh secepatnya." ucap dokter Amir


"Bagaiman apakah alat-alat yang di gunakan untuk memeriksa istriku sudah kalian lihat dan kalian periksa dengan baik fungsi dari alat-alat tersebut." tanya Stuart


Kami sudah memeriksa alat tersebut dan alat tersebut sudah beroperasi sesuai prosedur kami tinggal menunggu persetujuan tuan untuk segera memeriksa keadaan nona Kikan apakah perlu di lakukan operasi atau Tidak." ucap Restu.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2