
Darmanto langsung mengambil ponselnya dan menekan nomor komandan, di sebuah toko bunga tanpa komandan sedang bingung memilih antara bunga lili atau bunga mawar saat sedang bingung tiba-tiba ponselnya berdering membuat komandan langsung mengalihkan pandangannya dan mengambil ponsel yang berada di saku celananya tertera jelas nama Darmanto yang menghubunginya tertera jelas nama darmanto di layar ponsel miliknya
"Ada apa Tuan menghubungi ku bukannya pekerjaanku semua sudah beres." tanya komandan sambil ponselnya berada di telinganya tapi matanya terus mengarah ke bunga yang ada di hadapannya
"Sedang apa kau saat ini aku dengar kau sedang ada masalah." tanya Darmanto pura-pura
Komandan terdiam sejenak dia yakin pasti Stuart sudah menceritakan yang terjadi komandan mengehembuska nafasnya dengan kasar, "maaf tuan." ucap komandan yang tak tau harus berkata apa lagi
"Kau jangan meminta maaf selaman ini kau yang selalu berada di sisiku dan selalu menyemangatiku aku yakin kau tidak bersalah Ini semua hanya salah paham dan aku bisa membantumu untuk meminta maaf pada dokter intan sekarang aku menunggumu di taman aku akan menyuruh dokter intan untuk menunggumu sendiri Agar kalian bisa berbicara tanpa ada yang mengganggu kau tenang saja tak akan ada orang di taman selain kau dan dokter intan." ucap Darmanto berusaha meyakinkan komandan
__ADS_1
"Apa Tuan yakin bukannya biasanya akan ada acara minum teh di taman." ucap komandan yang mengetahui kebiasaan keluarga huges
"Oh kau belum tahu ya tadi Kikan sempat mengalami kontraksi palsu sehingga orang merasa sedikit panik dan sekarang orang sedang berkumpul di kamar stuart jadi ini waktu yang tepat untukmu untuk datang kemari dan meminta maaf pada dokter intan karena saat ini dokter intan sedang duduk di taman entah apa yang dia pikirkan sepertinya Dia terlihat sangat sedih mungkin karena kejadian tadi." ucap Darmanto hiperbola
"Benarkah Tuan apa yang kau katakan Baiklah aku akan segera kembali." ucap komandan
Sementara itu di rumah sakit tampak kakek komandan sedang bersiap-siap karena akan ke kediaman kakek stuart "Ada apa sebenarnya kenapa tiba-tiba stuart menyuruhku untuk ke rumah kakeknya." ucap kakek komandan sambil bergegas keluar dari ruangannya menuju mobilnya Yang terparkir di tempat parkir
"Oke kakek komandan juga akan menuju kemari." ucap stuart
__ADS_1
Sementara di meja para orang tua tampak Oma melihat ke arah mama Nadia "aku pikir ayah mu sudah kembali dari tempat dia bertapa di mana sekarang ayahmu." tanya Oma
"Dia sudah kembali Oma setelah acar pernikahan kami, Bima sendiri yang mengantarkan kakek Nadia ke bandara bahkan Bima menyiapkan jet pribadi." ucap mama nadi, sedangkan paman Jack hanya mengangguk tanpa suara
"Benarkah." ucap Oma tapi saat mereka sedang berbincang tiba-tiba Bima datang dan membisikkan sesuatu di telinga Oma membuat Oma tersenyum setela kepergian Bima Oma melihat semua yang ada dimeja "bagaiman kalau kita bergeser ke taman bunga lili sepertinya di sana bagus." ucap Oma
Semua orang menatap Oma, untuk apa Oma bukanya kita hanya di pisahkan oleh tirai saja dan beberapa bunga matahari." ucap ibu stuart
"Ayolah Oma ingin menghirup wangi bunga Lily." ucap Oma, semua orang di meja tersebut setuju lalu bangkit menuju taman bunga Lily
__ADS_1
Sementara itu stuart yang melihat dokter intan yang sedang duduk bersama istrinya tampak sedang berpikir agar istrinya bisa duduk di tempat lain dan membiarkan dokter intan duduk sendiri, stuart tersenyum lalu bergegas melangkah mendekati meja para istri, stuart berbisik, sementara Kikan mendengarkan dengan cermat sambil kepalanya naik turun .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya