Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
555


__ADS_3

Setelah berbicara dengan dokter hewan komandan langsung keluar dari ruangan tersebut tanpa perawat melihat kepergian komandan dengan pandangan yang sulit diartikan, dokter tersebut masuk ke sebuah ruangan diikuti pengawal dan perawat "lihat inilah temanmu." ucap dokter tersebut sambil tersenyum tampak dokter ini yang terbaru lemas di meja operasi dengan keadaan yang sangat mengerikan beberapa jahitan di seluruh anggota tubuhnya membuatnya seperti korban mutilasi yang disambung setiap bagian tubuhnya membuat perawat tersebut menatap takut, sementara pengawal yang membawa perawat tersebut tampak berbeda, pengawal tersebut mengeratkan ikatan tangan dan kaki perawat tersebut lalu mendudukkannya di sebua kursi , "maaf tuan sesuaian perintah komandan aku hanya mengantar sampai di sini saja." ucap pengawal tersebut sambil menunduk hormat dan keluar dari ruanga tersebut secepat kilat, ada apa dengan pengawal itu aku belum berterimakasih dia sudah pergi, sementara perawat tersebut tampak shyok kaki dan tangannya tampak lemas melihat kenyataan yang terjadi, " jadi bagaimana perasaan mu setelah bertemu temanmu apa kau bahagia kau jangan khawatir kau juga akan aku buat seperti dia agar kalian bisa bersama selamanya." ucap dokter hewan dengan senyuman, membuat perawat tersebut gemertaran dengan air mata mengalir, "tuan aku mohon selamatkan aku." ucap perawat tersebut memohon


"Aku akan menyelamatkan dirimu dengan cara yang terbaik sekarang sebaiknya kau istirahat." ucap dokter tersebut lalu mengambil sebuah suntik yang telah di persiapkan tanpa banyak bicara langsung menyuntikkan sesuatu ke tubuh perawat tersebut


Sementara itu pengawal yang Barus saja keluar langsung muntah, setelah mengeluarkan semua isi perutnya dia berjalan ke kediaman kakek Stuart


Sementara di hutan pertarungan antara kakek tua dan stuart semakin memanas kekuatan dan keahlian mereka seimbang membuta kakek tua kelelahan mengingat usianya yang sudah tua


"Ternyata kau memiliki kemampuan bela diri yang sangat tinggi pantas saja bawahanku susah mengamati gerak-gerik mu." ucap kakek tua tersebut, stuart tak menanggapi ucapan kakek tua tersebut sekarang semakin gencar menyerang kakek tua tersebut agar kakek tua semakin lelah


Kurang ajar bocah ini kemampuannya melebihi diriku dan tenaganya sangat besar apa yang harus aku lakukan jika terus melawannya aku yakin aku pasti akan kalah, sebaiknya aku mengunakan rencana terakhir ku." ucap kakek tua berniat melepaskan senjata rahasia terakhir tapi saat akan melepaskan senjata rahasia sekelebat bayangan menusuknya dari samping membuatnya langsung tersungkur ke tanah dengan luka di bagian dada seperti tersayat pedang apalagi tangannya juga terkena senjata tersebut membuat semua senjata rahasia yang dia pegang jatuh berserakan, "siapa itu kalian curang teriak kakek tua itu ." sambil memegang dada dan perutnya


"Maaf ketua aku terlambat ada insiden kecil seorang perawat hampir saja menculik putri tuan." ucap Mr.D

__ADS_1


Stuart melotot apa katamu, "bagaimana keadaan putriku, pasti dia akan sangat shyok apalagi istriku." ucap stuart, dalam hati Mr.D berteriak mana mungkin bayi yang baru beberapa hari bisa shyok hanya karena si culik kurang dari lima menit


"Putri anda baik-baik saja tuan semua aman, ayah anda yang melakukan tindakan pencegahan ." ucap Mr D


"Apa yang di lakukan komandan pasti dia sedang asyik pacaran, baikalah kau urus kakek tua itu bawa dia ke markas,tapi saat kau mendekatinya sebaiknya kau menggunakan jaring lalu gunakan plastik lalu ikat jangan pernah tangan kalian bersentuhan dengan kulit ataupun bajunya." ucap Stuart, lalu kembali ke kediaman kakeknya


Mr D melihat Kakek tua yang pura-pura pingsan membuta Mr D tersenyum sinis, pengawal ambilkan bius untuk gajah." ucap Mr D pada salahsatu bawahan, mendengar hal tersebut membuat kakek tua bertanya-tanya untuk apa obat bius gajah, tapi dia tak mau berpikir macam-macam, kini senjata lengkap dengan obat bius sudah berada di tangan Mr D dan langsung di arahkan ke tubuh kakek tua tersebut tanpa aba-aba langsung menembak ke arah Kakek tua tersebut membuatnya berteriak kesakitan " sial ternyata mereka lebih licik dariku." ucap kakek tua lalu tak sadarkan diri


Sementara itu stuart yang sudah berada di kediaman utama langsung berjalan ke sebuah kamar untuk membersihkan tubuhnya mengingat tadi dia bertarung dengan kakek tua takutnya ada racun yang menempel di pakainya, setelah membersihkan tubuhnya stuart langsung berjalan menuju Kamarnya, tampak stuart langsung masuk, sayang apa kau tak apa-apa bagaimana keadaan Putri kita." tanya stuart yang menghampiri Kikan di tempat tidur di mana Kikan sedang berbaring dengan putri kecilnya


"Syukurlah aku tadi sedikit terkejut saat mendapatkan kabar putri kita di culik." ucap stuart


"Tapi sayang katamu putri kita mirip denganku tapi sepertinya dia mirip denganmu." tanya Kikan

__ADS_1


"Kau kan tau wajah bayi bisa berubah aku pertama lihat mirip denganmu pas di kamar mirip denganku." ucap stuart bohong


"Baikalah apakah urusanmu sudah selesai." tanya kikan, semuanya sudah selesai, tapi di mana Oma dan ibu bukanya mereka menemani mu di sini." tanya stuart saat tak melihat Oma dan ibunya


"Mereka sedang makan apa kau tak lihat ini jam berapa, apa kau sudah makan." tanya Kikan, stuart melihat jam tangan miliknya, kau benar, "apa kau sudah makan sayang." tanya balik stuart, Tentu saja sebelum mereka pergi makan mereka membrikan aku makan terlebih dahulu." ucap kikan


Sementara itu di pusat kesehatan tampak Bima yang sedang menunggu asisten stuart yang lukanya sedang di jahit akibat senjata rahasia yang sangat beracun, tak berselang lama profesor Abdullah nampak keluar, "Paman bagaimana keadaannya." tanya Bima, " dia baik-baik saja hanya butuh istirahat Sudahlah kau tak perlu terlalu khawatir, sebaiknya kita ke meja makan dari tadi Oma menelepon untuk makan ." ucap profesor Abdullah, " bolehkah aku melihatnya setelah itu aku akan ke meja makan." ucap Bima, " kau boleh melihatnya aku pergi dulu." ucap profesor Abdullah masuk ke ruang ganti untuk mandi


Bima masuk ke dalam dia merasa lega saat melihat asisten stuart wajahnya sudah normal, setelah melihat kondisi asisten stuart Bima langsung keluar


Di meja makan kini semua orang sudah berkumpul, tampan ayah Leo maupun Oma belum mulai makan, hingga Bima dan stuart datang, ayah Leo mulai berbicara, "baikalah karena beberapa hari ini terjadi beberapa insiden yang tak di inginkan untuk beberapa hari ke depan aku akan menutup semua akses menuju kemari dan tak ada yang boleh keluar dari kediaman ini sampai aku mengizinkan, kau dengar stuart Kurang saja bandot tua itu beberapa hari atau bius dia agar tak bangun untuk sementara waktu." ucap ayah Leo


Semuanya hanya mengaguk setuju dengan perkataan ayah Leo, setelah itu mereka pun makan bersama.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2