
Sedangkan di sebuah kamar tampak seorang pria dengan wajah segar baru bangun tidur nyenyak membuatnya sangat senang "akhirnya setelah sekian purnama aku mendapatkan tidur yang nyenyak waktunya aku membersihkan tubuhku lalu makan malam." ucap Stuart kegirangan
Bima yang yang sangat frustasi lalu berpikir tentang kediaman utama tapi begitu menelepon kedalam utama ternyata nihil tak ada tanda-tanda keberadaan Tuhan setelah berpikir kemudian ingat bahwa dia Belum menghubungi kediaman pribadi milik tuan Bima langsung menelpon kepala pelayan begitu mengetahui waktu berada di depannya Bima langsung bernafas lega dia bahkan sampai tak bisa berkata apa-apa
Bima bergegas menuju ke kediaman pribadi milik Stuart dia ingin memastikan sesuatu apakah keadaannya baik-baik saja atau tidak kini mobil Bima sudah memasuki pekarangan kediaman Stuart dengan berlari masuk kedalam rumah Stuart dan langsung menuju kamar pribadi Stuart
Stuart yang baru keluar dari kamarnya hendak pergi ke meja makan langsung dikejutkan oleh Bima yang tepat berada di depan pintu kamarnya Bima langsung memeluk Stuart Tanpa kata membuat Stuart bingung
Stuart dengan cepat mendorong tubuh Bima agar menjauh darinya "hei apa kau sudah gila apa yang kau lakukan Kenapa kau memelukku seperti itu." tanya Stuart sambil menatap tajam Bima yang sudah mundur beberapa langkah karena di dorong oleh Stuart
Bima langsung menatap ke arah Stuart "aku pikir kau mengalami sesuatu yang buruk karena kau pergi tanpa mengatakan apapun apalagi kau tak kembali dan ponselmu juga mati aku sangat khawatir." ucap Bima
__ADS_1
"Kau ini kayak anak kecil saja sudah menyingkir dari hadapan ku aku lapar ingin makan." ucap Stuart tanpa peduli dengan perasaan Bima sedikitpun
"Dasar boneka salju eh salah bukan.... bukan..... bukan dasar monster salju orang khawatir dia padanya dia malah mencibir." ucap Bima
Sedangkan Stuart langsung berjalan menuju ke meja makan Tampa mempedulikan keberadaan Bima langsung duduk dan menyantap makanannya tapi saat mengunyah dia kembali teringat masakan Kiki membuatnya hanya makan sedikit sedangkan Bima yang sudah berada di meja makan langsung melahap makanan yang berada di hadapannya
Setelah makan Stuart langsung bergegas masuk kedalam ruang kerjanya setelah duduk di kursi miliknya Stuart menatap kosong sedangkan Bima yang telah menyelesaikan makannya langsung menyusul Stuart ke ruang kerjanya
Melihat Stuart yang tidak merespon membuat Bima menjadi bingung kemudian Bima sedikit mengeraskan suaranya agar Stuart tersadar dari lamunannya tapi nihil
Bima menghembuskan nafas kasar melihat Stuart yang melamun kemudian dia bangkit dari kursi di mana dia duduk dan melangkah ke sisi Stuart lalu menepuk lengan Stuart membuat Stuart langsung terkejut dan mengalihkan pandangannya pada Bima
__ADS_1
"Apa yang kulakukan Kenapa kau menepuk pundak ku." tanya Stuart bingung
"Sebenarnya ada apa denganmu tadi kau sangat ceria saat baru keluar dari kamar mu tapi setelah kau makan wajahmu kembali sendu Sebenarnya apa yang terjadi." tanya Bima
"Aku pikir setelah nyenyak tidur aku bisa melupakan segalanya tapi setelah makan Aku teringat pada Kiki aku merasa bersalah padanya aku pikir mungkin aku saja yang terlalu berlebihan sehingga memecatnya." ucap Stuart
"Jadi kau sudah sadar bahwa perbuatanmu salah dan berniat untuk memanggilnya kembali." tanya Bima
"Tapi aku merasa sedikit cemas aku takut jantungku akan berdetak lebih kencang saat dia berada di hadapanku Aku Masih memikirkan hal tersebut Apa kembali menjadikannya pelayan pribadi atau menerima keputusan Oma yang akan menggantikan Kiki dengan orang lain." ucap Stuart
Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya
__ADS_1
maaf beberapa hari tidak up lagi kurang enak badan dan otak lagi error