
Mama Nadia nampak tersenyum mendengar perkataan Paman Jack "sebaiknya kau selesaikan dulu urusanmu secepatnya setelah urusan selesai kau bisa menjemputku di bandara aku akan berangkat ke sana dengan alasan untuk melihat Nadia agar Ayah tak terlalu khawatir." ucap mama Nadia
"Benarkah kau akan datang untuk melihat kami di sini Kau tidak sedang bercanda kan atau hanya sekedar berkata-kata saja apakah kau yakin ayahmu akan mengizinkanmu untuk datang ke mari ." tanya paman Jack yang tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Mama nadia
Mama Nadia tersenyum simpul saat mendengar pertanyaan paman Jack seolah-olah pria tersebut sangat menantikan kehadirannya
"Aku akan datang Jack beberapa hari lagi sepertinya kau tak mempercayai diriku atau kau tak mau aku datang bertemu Nadia yang sedang bersamamu." tanya mama Nadia
"Siapa bilang aku sudah menanti ke datangan mu dari beberapa tahun yang lalu setelah perpisahan kita ." ucap Jack tanpa malu dia sudah tak peduli jika dia bersikap seperti remaja dia hanya tak dapat menutupi kebahagiannya karena akan bertemu dengan wanita yang sangat dia cintai
__ADS_1
Tawa mama Nadia seketika pecah di seberang sana membuat Jack merasa sangat malu tapi sebagai pria sejati dia harus mengakui bahwa selama ini dia memang menantikan pertemuan ini sedangkan mama Nadia wajahnya memerah karena merasa sangat malu walaupun dia tertawa terbahak-bahak karena merasa lucu dengan cek yang sangat berterus terang kepadanya ini dia yakin bahwa Jack memang sangat peduli padanya dan mungkin saja pria tersebut memang sangat mencintainya tidak seperti yang selama ini dikatakan oleh ayahnya bahwa pria tersebut hanya ingin bersenang-senang dan mengincar harta kekayaan mereka bahkan ada beberapa rekaman suara Jack di mana dia mengatakan tak menginginkan Nadia atau dirinya dengan imbalan yang cukup besar dari ayahnya dan semu itu harus dia konfirmasi sendiri
Mendengar tawa bahagia mama Nadia seperti mengingat masa lalu di mana tawa itu selalu dia dengar di setiap bersama dengan mama Nadia masa-masa yang sangat indah di mana semua kenangan bahagia itu seakan terulang kembali setelah mendengar tawa mana Nadia
Mama Nadia menghentikan tawanya "aku ke sana bukan hanya ingin bertemu dengan Nadia aku juga ingin berbicara denganmu secara pribadi bisakah kau melakukan sesuatu agar ayahku sibuk dan pengawal yang selalu memata-matai kami bisa terkecoh." tanya mama Nadia
"Baiklah aku akan beristirahat aku akan menghubungi dirimu saat aku akan berangkat." ucap mama Nadia sambil mematikan Panggilan telepon miliknya
Begitupun Jack yang sudah mematikan Panggilan telepon miliknya dengan raut wajah penuh kebahagiaan
__ADS_1
Sementara di kediaman keluarga huges tepatnya di dalam ruang kerja milik stuart tampak Stuart dengan gelisah Menanti beberapa orang yang sedang menulis puisi
"Kenapa lama sekali kalian menulis puisi bukankah kalian adalah penulis puisi paling handal." ucap stuart
"Maaf tuan sedikit lagi mungkin mereka sedang mempersiapkan puisi terbaik mereka masing-masing." ucap asisten Stuart
"Baiklah nanti bawkaan puisi yang telah selesai biar aku lihat seberapa hebat kalian dalam menulis puisi." ucap Stuart.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1