
"Baik Tuan aku mengerti." ucap asisten stuart lalu keluar dari ruangan
Sementara itu di depan kamar Darmanto dan Yuli tampak Darmanto sedang mengetuk pintu sambil memanggil nama Yuli "Yuli Aku mohon bukalah dulu sebentar pintunya aku akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi semua adalah kesalahan komandan dia yang menyuruhku melakukan hal tersebut padahal aku sudah menolaknya karena aku merasa Kau pasti akan marah jika aku melakukan hal tersebut." ucap Darmanto melimpahkan kesalahan pada komandan
Tak ada tanggapan dari kamar membuat Darmanto menghembuskan nafas kasarnya karena berpikir sepertinya Yuli cukup kesal padanya hingga tak mau memaafkan dirinya karena merasa haus Darmanto berniat untuk pergi minum setelah itu kembali lagi untuk merayu Yuli tapi baru beberapa langkah Darmanto berjalan tiba-tiba pintu terbuka
"Jadi hanya begitu kau berusaha merayuku bahkan kau hanya berkata beberapa kata terus pergi kau Memeng tak mengerti perasaan ku." ucap Yuli yang berpikir Darmanto akan pergi karena dia tak membuka pintu
__ADS_1
Darmanto mengehetikan langkahnya mendengar suara istrinya" dasar perempuan untung dulu aku sempat mau jadi perempuan tapi Alhamdulillah sudah insyaf haru balik nih dengan rayuan kalau tidak bisa tambah gas gak ada remnya itu mulut ." ucap Darmanto dalam hati
Darmanto berjalan kembali ke depan pintu kamarnya Yang sudah dibuka oleh Yuli dengan senyumannya mereka "sayang akhirnya kau membukakan pintu aku tak berniat untuk pergi Aku hanya ingin mengambil sesuatu untukmu sebagai permintaan maaf ku." ucap Darmanto
Yuli yang tadinya kesal dengan wajah yang jutek kini mukanya lebih baik dari yang tadi "benarkah." tanya Yuli
Darmanto mengedipkan matanya memandang komandan adalah orang yang paling mengerti dirinya dibanding siapapun "aku tahu komandan Kau mengambilkan semua barang-barang yang aku lupakan tadi hanya untuk menutupi kesalahanmu yang kau lakukan pada istriku dan kau Memeng bertemu dengan orang yang tepat istriku adalah seorang yang pemaaf deng hati dan yang baik dan dia akan memaafkan semua perbuatanmu dia sudah tahu Kau yang menyuruhku untuk melakukan adegan tadi jadi Sekarang pergilah aku akan bersama dengan istriku." ucap Darmanto seolah-olah tak bersalah dan sudah menyelamatkan komandan sementara Yuli yang mendengar hal tersebut hanya mengaguk dan tersenyum malu-malu lalu berjalan masuk ke dalam kamar disusul oleh Darmanto
__ADS_1
Setelah pintu kamar ditutup oleh Darmanto komandan menatap pintu kamar dasar bos laknat bisa-bisanya dia menyalahkan diriku atas semua tindakannya aku sudah seperti kambing hitam padahal semua demi kelangsungan hidup si perkasa miliknya dan hadirnya malaikat kecil." ucap komandan
Sementara itu di sebuah markas tampak kakek tua yang duduk di kursi kebesarannya diikuti para bawahannya yang sedang berpesta "jadi tuan Apa yang akan kita lakukan pada pria yang terluka dan masuk rumah sakit tersebut haruskah kita membunuhnya." tanya seorang pria
"Tentu saja kita harus membunuhnya untuk apa kita merawat orang yang sudah tidak bisa melakukan apapun lagi." ucap kakek tua .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1