
Akhirnya Jay mengakat telepon tersebut "halo tuan." ucap jay
"Dari mana saja kau kenapa baru mengangkat panggilan teleponku." tanya Bento
"Maafkan aku sedang mendengar laporan sehingga tak mendengar jika ponselku berbunyi." ucap bohong Jay
"benarkah terus Apa hasilnya Aku ingin mendengarnya saat ini juga kau tak perlu datang untuk menemuiku di sini." ucap Bento
"Maafkan kami Tuan tapi menurut laporan orang-orang yang mencari keberadaan profesor Abdullah dan asisten Edi tak menemukan hasil apapun dan bahkan orang yang beberapa kali terlihat menjemput profesor Abdullah dan asisten Edi entah siapa tak ada yang tau tentang identitas mereka." ucap Jay
__ADS_1
Mendengar hal tersebut tampak Bento terlihat sangat murka "apa yang kau katakan Mana mungkin kita tak bisa melacak keberadaan profesor Abdullah dan asisten Edi dan juga mengetahui identitas orang-orang yang di sekitarnya bukankah kita sudah mengawasi profesor Abdullah dan asisten Edi selama bertahun-tahun Dan mereka tak pernah bertemu orang-orang yang mampu menyembunyikan mereka atau yang mampu menolong mereka mereka hanya bertemu dengan beberapa rekan bisnis saja yang semuanya adalah pengusaha yang bersih dan tak mungkin mereka dapat membantu profesor Abdullah dan asisten Edi untuk menyembunyikan mereka." ucap Bento
Jay terdiam pada saat mendengar penjelasan dari tuan Bento dia tidak tahu harus berkata apa lagi karena yang dikatakan Tuan Bento ada benarnya selama ini mereka selalu mengawasi pergerakan profesor Abdullah dan asisten Edi dan tak ada yang mencurigakan apalagi orang-orang di sekitarnya mereka turut juga diawasi
Tapi sesaat kemudian terdengar suara Tuan Bento "tapi tunggu dulu sebelum aku menutup telepon aku ingin memberitahumu bahwa markas kita yang berada di pulau di mana profesor Abdullah dan asisten Edi tinggal selama ini sudah di ratakan dengan tanah dan semua anak buah kita mati oleh seseorang entah siapa aku akan pergi ke sana secara langsung untuk mengecek kau susulah aku di sana kita bertemu di pulau tersebut." ucap Bento
"Kenapa aku tidak mengetahuinya tuan." ucap Jay dengan terkejut jay langsung menatap pada seluruh bawahannya yang berada di ruangan tersebut tampak beberapa bawahannya tertunduk karena mengetahui bahwa markas yang mereka bangun di pulau tempat profesor Abdullah sudah hancur berantakan dan tak ada seorangpun dari mereka yang tersisa
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi mengapa tak ada yang melaporkan hal tersebut kepadaku." tanya Jay
__ADS_1
Salah seorang pria lalu maju menghadap ke Jay "maaf tuan tadi sebenarnya aku ingin melaporkan kejadian tersebut tapi melihat tuan sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja apalagi tadi datang kit untuk melaporkan tentang profesor Abdullah membuat aku mengurungkan niatku untuk mengatakan kepada Tuan tentang apa yang terjadi dengan pada markas yang berada di pulau di mana profesor Abdullah tinggal." ucap pria tersebut
"Jay nampak menatap tajam ke arah pria tersebut seharusnya kau memberitahukannya padaku agar aku tahu ." ucap Jay dengan nada ketus
"Maaf tuan maafkan aku Aku sungguh tak sengaja melakukannya." ucap pria tersebut
"Sekarang siapkan pesawat kita akan langsung menuju pulau tersebut agar bisa menyiapkan tempat untuk kedatangan Tuan Bento besok pagi di pulau tersebut." ucap Jay.
Bawahan tersebut langsung bergegas memberi hormat dan keluar dari ruangan untuk menyiapkan pesawat untuk keberangkatan mereka ke pulau.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya