
selesai menikmati es krim miliknya Kikan Langsung membersihkan wajahnya kembali tidak lupa dia menyikat giginya karena dia takut giginya akan berlubang seperti yang dikatakan oleh ibunya
Kikan kini sudah berada di atas tempat tidur tampak dia merapikan selimutnya kemudian melihat ke arah stuart yang duduk di sampingnya "Paman ayo kita tidur Aku ingin tidur di dekat paman agar aku tak mimpi buruk." ucap polos Kikan
Stuart langsung senyum Pepsodent sambil melihat kearah kikan dengan tatapan yang sulit diartikan "Apa kau sudah mengantuk tanya Stuart sedang kikan hanya mengangguk karena lelah lalu Kikan memejamkan matanya membuat stuart yang tadinya ingin mengerjai istrinya langsung mengurungkan niatnya dan merebahkan tubuhnya di samping kikan sambil mentap istrinya
Tak terasa waktu cepat berlalu di sebuah apartemen tampak Tuan Abdullah baru saja menerima pesan dari sahabatnya bahwa hasil dari tes DNA sudah keluar membuat Abdullah harap-harap cemas setelah mendapatkan kabar tersebut kini Tuan Abdullah sudah menuju ke rumah sakit milik sahabatnya
Mobil profesor Abdullah sudah tiba di rumah sakit milik profesor Adnan tampak asisten profesor Dan sudah menunggu mereka di depan pintu lift yang akan menuju langsung ke ruangan profesor Adnan
__ADS_1
Begitu masuk di dalam ruangan milik profesor profesor Abdullah langsung mendekat dengan perasaan yang tak menentu sedangkan profesor Adnan langsung menyerahkan sebuah surat hasil dari tes DNA antara profesor Abdullah dan Kikan dengan tangan gemetar profesor Abdullah membuka amplop tersebut yang tersegel loga rumah sakit
Air mata profesor Abdullah jatuh tak tertahankan saat melihat hasil dari tes DNA tersebut yang menyatakan bahwa Kikan dan dirinya 99% adalah ayah dan anak mengetahui hal tersebut profesor Abdullah Langsung menangis sedangkan profesor Adnan mengambil surat tes DNA tersebut yang sengaja memang tak dilihat sebelumnya dia ingin profesor Abdullah yang pertama kali melihat hasilnya
Profesor Adnan terpaku di tempat tangisnya tak bisa terbendung lagi dengan spontan dia langsung merangkul profesor Abdullah mereka bahkan menangis bersama entah apa yang mereka rasakan saat ini tapi perasaan yang mungkin tak bisa dijabarkan oleh siapapun selain seorang ayah yang sangat merindukan putrinya juga seorang paman yang merasa bersalah karena tak dapat melindungi keponakannya
"Sabarlah sebentar kita harus tenang Jangan sampai para musuh yang mengejar putriku masih selalu mengawasi kita kau tenang saja Aulia sangat aman di tempat suaminya." ucap profesor Abdullah
"Apa kau bilang Aulia sudah menikah apa tidak salah dia masih terlalu muda untuk berumah tangga dan siapa yang menikahinya apakah dia bisa melindungi Aulia dari orang-orang yang ingin membunuh Aulia." tanya profesor Adnan
__ADS_1
"Aku bersyukur dia menikahi pria yang tepat bahkan Sekarang dia sedang mengandung cucuku." ucap profesor Abdullah sambil menghembuskan nafas kasarnya
"Benarkah Aulia sedang hamil dan dia menikah dengan seseorang yang sanggup melindunginya itu sangat bagus tapi sebaiknya kita cepat memberitahu Aulia yang sebenarnya tentang jati dirinya." ucap profesor Adnan
"Aku rasa ada yang aneh dengan aulia sepertinya dia pernah kehilangan ingatannya tapi beberapa hari yang lalu aku bertemu Aulia dan dia tiba-tiba berlari lalu memelukku dan mengatakan Ayah aku ingin pulang dan dia mengatakan Ayah tolong ibu." ucap profesor Abdullah
"Apakah kau yakin jika Aulia pernah mengalami amnesia atau dia hanya sedang sensitif karena merindukan sosok ayahnya." ucap profesor Adnan.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1