
Setelah makan Kikan hendak membersihkan tubuhnya tapi dia melihat dulu ke arah Stuart bisakah paman membantu ku mandi aku belum bisa mandi dengan benar karena ibu selalu membantuku mandi." ucap Kikan membuat mata Stuart melotot sempurna Bagaimana bisa dia memandikan istrinya tanpa melakukan hal-hal aneh padanya apalagi saat ini dia belum pernah lagi melakukan hal tersebut semenjak istrinya dinyatakan koma
Kikan langsung menarik tangan Stuart untuk masuk ke dalam kamar mandi tapi saat melihat kaca kikan Langsung menjadi bingung "paman Kenapa wajah bibi ini yang ada di kaca." tanya Kikan
Mendengar pertanyaan kikan membuat Stuart gela-lapan kemudian dia mencari ide "oh ini adalah kaca stiker wajah istri paman jadi setiap kaca yang ada di rumah ini semuanya akan terdapat wajah istri paman jika kau yang berada di depannya." ucap Stuart
"Benarkah Paman tapi kenapa baju yang aku kenakan sama dengan baju yang dikenakan oleh istri paman." tanya Kikan sambil melihat kaca di hadapannya
"Oh itu karena kaca di rumah paman adalah kaca ajaib sebaiknya kita mandi saja nanti airnya dingin." ucap Stuart mengalihkan pembicaraan Kikan hendak membuka bajunya tapi kemudian melihat lengannya yang sedikit panjang dan juga buah dadanya yang besar Paman lihatlah kenapa punyaku seperti buah pepaya dulunya sangat kecil ucap kikan memperlihatkan buah dadanya pada stuart membuat Stuart menelan Silvanya berkali-kali
__ADS_1
"Aku merasa tubuhku tumbuh seperti raksasa paman apa hanya perasaanku saja." ucap kikan sambil terus melihat ke arah buah pepaya miliknya
"Ini mungkin adalah efek samping dari buah yang telah kau makan sehingga membuat tubuhmu lebih tinggi dan perut membuncit." ucap stuart mencari alasan
"Tapi Paman kenapa kau terus menyabuni dan meremas buah pepaya milikku dan tak berpindah sedikitpun apalagi rasanya sangat geli." ucap Kikan karena sudah 5 menit Tuan terus *******-***** buah dadanya
"Paman tadi hanya ingin mengetes apakah buah pepaya akan cepat mengecil atau semakin membesar Jika diremas seperti itu." ucap Stuart bohong
Stuart mulai berjongkok di bawah guyuran shower tampak tangan Stuart gemetar saat mendekati lubang surga milik kikan
__ADS_1
"Paman cepat bersihkan aku sudah kedinginan." ucap Kikan tanpa dosa
Stuart langsung melaksanakan tugasnya untuk membersihkan area lubang surga milik kikan tapi saat tanyanya mulai menyapu lubang surga Kikan langsung menjauhkan tangan Stuart rasanya geli-geli beda saat mama membersihkannya aku tak mau dibersihkan di bagian situ aku sudah saja mandinya." ucap Kikan sambil berjalan mengambil handuk untuk di pakai
Sambil memikirkan sesuatu tiba-tiba terbersihan ide licik di dalam otaknya membuatnya tersenyum sendirinya lalu melihat ke arah yang sedang memakai handuk
"Sayang bagaimana kalau paman dan dirimu bermain dokter-dokteran apakah kau mau." tanya Stuart saat keluar dari kamar mandi bersama
Kikan terdiam sesaat kemudian mengaguk "tapi paman aku tak melihat alat-alat kedokteran di sini tanya Kikan yang melihat sekeliling yang memang tidak ada permainan dokter-dokteran
__ADS_1
"Kita akan bermain alat-alat kedokteran yang tembus pandang yang artinya kita akan main dengan alat-alat imajinasi kita sendiri sekarang aku akan menjadi dokter dan kau adalah pasiennya." ucap Stuart Tersenyum mesum kepada Kikan kapan lagi dia bisa mengerjai istrinya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya