Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
429


__ADS_3

ibu stuart sudah berada di dekat Yuli dan Kikan Sayang ayo kita kembali ke mobil kita akan ke tempat lain untuk berbelanja Oma sudah menunggu di mobil."ucap Ibu stuart


"kita mau ke mana Ibu di sini tempatnya bagus loh Ibu aku berhasil menang dan berbelanja secara gratis lihatlah belanjaanku semua ini gratis loh." ucapkan dengan bangga


Ibu surat hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar Sudahlah sayang di sini memang bagus untuk berbelanja tapi ada yang tempat yang lebih bagus lagi ucap ibu stuart tak mau berdebat dengan ibu hamil yang ada di hadapannya ya jelaslah gratis orang mall beserta isinya adalah milik suaminya


mereka semua sudah berada di dalam mobil mereka menuju sebuah pusat perbelanjaan yang cukup ramai kan takjub melihat hal tersebut yang hampir sama besarnya dengan mal yang tadi dikunjunginya tapi kali ini tak ada penyambutan seperti yang pertama semuanya berjalan normal


Kini Kikan Yuli Oma dan ibu Stuart sudah masuk ke dalam untuk berbelanja ibu tua dan Oma langsung menuju ke sebuah toko tas branded yang harganya bukan kaleng-kaleng ikan dan Yuli pun ikut masuk ke dalam melihat barang-barang sayang seperti terlihat ini bagus untukmu mengambil salah sebuah tas untuk kikan melihat tas tersebut yang terlihat sangat cantik Tapi saat kita melihat harganya matanya langsung melotot "ibu ini nomor tas apa harga tas." tanya kikan saat melihat harga yang tertera di pegang tas


"ya harganya lah sayang masak sih nomor tasnya ada-ada saja kamu ini." ucap ibu stuart

__ADS_1


"tapi Ibu harga tas ini 10 miliar ibu Bagaimana bisa kecil ini harganya 10 miliar apalagi tas ini hanya muat ponsel dan dompet." ucap Kikan sambil melihat tas tersebut


"ambil saja itu adalah uang recehan bagi suamimu kau bisa membeli 10 lagi seperti itu jika kau mau." ucap Ibu Stuart langsung mengambil tas tersebut dan menyerahkannya pada Kikan


Kikan hanya mampu terdiam dan memegang erat tas yang diberikan oleh ibu mertuanya takutnya tas itu jatuh atau lecet


"Ibu lagi sedikit sakit." ucap Kikan yang tak mengunakan kursi roda lagi


"oh Astaga maafkan Ibu sayang kau tunggulah di sofa sana itu adalah tempat duduk untuk pengunjung." ucap Ibu Stuart


ibu stuart mentap wanita yang ada di hadapannya sepertinya dia lupa siapa wanita tersebut

__ADS_1


"Maaf Aku Tak begitu mengenalmu ingatanku memang sedikit buruk." ucap ibu stuart tak ingin melukai perasaan orang lain


"oh aku Ratih tante anak ibu Salma aku barusan pulang dari luar negeri untuk menyelesaikan studiku aku hanya pernah bertemu tante beberapa kali saat Ada arisan." ucap Ratih


"oh iya aku ingat kau adalah Ratih Putri pertama Ibu Salma ya aku juga sempat menanyakan kabarmu pada ibumu tapi dia bilang kau sedang menyelesaikan pendidikanmu dan kau sekarang menjalankan perusahaan ayahmu." ucap ibu stuart


"benar Tante aku sekarang sedang menjalankan perusahaan ayah dan aku sedang menjalani kerjasama dengan Stuart." ucap Ratih


"semoga kalian bisa jadi rekan kerja yang baik Maaf aku tidak mengenalmu soalnya kau semakin cantik." ucap ibu stuart


"aku dengar Stuart sudah menikah tapi aku tak pernah melihat istrinya." tanya Ratih

__ADS_1


"oh ya itu istrinya yang sedang duduk santai yang hamil itu." ucap ibu tua menunjukkan Kikan pada Ratih sontak Ratih langsung menoleh melihat ke arah Kikan, Ratih melihat Kikan dengan pandangan yang sulit diartikan


sedangkan Yuli yang bersama Oma hanya mengikuti langkah kaki omah apapun yang dia berikan Oma padanya dia mengambilnya tanpa melihat label harganya karena dia pikir tas itu untuk Oma bukan untuk dirinya padahal Oma sengaja memilih semua tas tersebut memang untuk Yuli


__ADS_2