
Kini Paman Alan, Ibu Vera dan mama Lilis sudah tiba di restoran tampak mereka Langsung menghampiri Doni dan Rumi
Semua orang sudah duduk di kursi mereka masing-masing tampak teman Alan melihat ke arah bumi yang selalu saling menggenggam tangan dengan Doni tampak rona kebahagiaan di wajah Rumi membuat Paman Alan marah bahkan wajahnya sudah terlihat kesal padahal mereka sudah saling berjanji untuk tak terlalu dekat dengan pasangan masing-masing tapi apa yang dia lihat saat ini tampak Doni dan Rumi saling mengecup tanpa mempedulikan orang-orang di sekitar mereka seperti pengantin baru yang saling mencintai
Suara deheman Paman Alan membuat kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta itu langsung mengalihkan pandangannya tampak Rumi salah tingkah melihat ke arah Paman Alan sementara Doni tampak biasa saja karena berpikir bahwa paman Alan hanya menggoda mereka
"Sepertinya kalian sangat menikmati malam pertama kalian." sindir Paman Alan yang tahu bahwa dia yang pertama kali memiliki mahkota Rumi
Doni tersenyum sumringah sedangkan Rumi tampak tertunduk dan malu Doni berpikir pasti Rumi sangat malu karena Ayah angkatnya menyinggung malam pertama begitupun Ibu Vera dan mama Lilis padahal sebenarnya Rumi sadar bahwa Paman Alan menyindirnya
__ADS_1
"Kayak Paman tidak pernah mudah saja kami sangat menikmatinya dan aku bersyukur Romi dan aku bisa saling mencintai walaupun pernikahan kami dijodohkan oleh keluarga." ucap Doni
Rumi yang mendengar perkataan Doni tersenyum sumringah karena yakin tak ada yang mencurigai perkataan Paman alam
"Sudahlah sebaiknya kita memesan makanan terlebih dahulu pasti pengantin baru sudah sangat lapar." ucap Ibu fera
"Benar ibu tadi saja Rumi mengeluh kelaparan karena mungkin dia kecapean melayaniku." ucap Doni menggoda Rumi
"Sayang ada apa denganmu Kenapa wajahmu sepertinya sedang menahan sesuatu Apa kau sedang sakit." tanya ibu Fera yang melihat wajah Paman Alan tampak merah sampai di telinga
__ADS_1
"Tidak sayang aku hanya merasakan agak sedikit demam mungkin tadi aku terlalu lama berendam." ucap Paman Alan mencari alasan
"Benarkah baiklah sebaiknya kita makan dulu lalu melanjutkan cerita kita nanti karena sepertinya ayahmu harus beristirahat." ucap ibu Fera
Semua orang tampak menikmati makan malam mereka baik itu pun Doni dan Romi tapi tidak dengan paman Alan seperti ada sesuatu di dadanya yang menusuk jantungnya dia sangat marah dan kesal pada Rumi yang terlihat sangat bahagia saat bersama dengan Doni
Sementara itu di sebuah bar tampak Elizabeth masuk dengan wajah penuh kesedihan dan duduk di salah satu meja lalu menggantikan jarinya pelayan tiba-tiba datang Elizabeth melihat pelayan tersebut "Aku ingin alkohol dengan kadar tinggi." ucap Elizabeth
Pelayan tersebut tampak menatap Elizabeth dengan tatapan yang sulit diartikan apalagi Elizabeth tampak terlihat cantik malam itu selain itu tersenyum penuh arti melihat Elizabeth yang memesan minuman beralkohol tinggi selain tersebut langsung masuk ke dalam tak bersarang lama pelayan tersebut keluar membawa beberapa botol minuman dan langsung menyajikan kepada Elizabeth
__ADS_1
Elizabeth melihat pelayan tersebut lalu merogoh tas yang dibawanya tampak Elizabeth mengeluarkan segepok uang di tangannya ambillah ini untuk membayar minuman dan sisanya untukmu tapi ingat kau jangan berani berpikiran buruk kepadaku atau kau akan tahu akibatnya ucap Elizabeth sambil membuka botol minuman yang berada di hadapannya selain tersebut langsung mengambil uang tersebut dan berjalan secepat mungkin ke belakang.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya