
Sementara itu di kediaman kakek stuart tampak Oma melihat ke arah stuart oma bingung kenapa Stuart tidak langsung menelepon Ayah Kikan agar langsung kemarin tapi malah menelepon asistennya untuk menjemput profesor Abdullah
"Kenapa kau tidak langsung menelepon mertuamu Bukankah dia memiliki supir dan asisten sendiri yang bisa mengantarnya kemarin dan kenapa kau tidak memberitahukan mertuamu kalau akan melahirkan." tanya Oma
Stuart menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat beberapa hari yang lalu sebelum kita kemari seseorang dari masa lalu ayah mertua datang dan hendak kembali menghabisi ayah mertua bahkan jika mereka tau Kikan masih hidup Mereka pasti akan mengincarnya, dan sepertinya mertuaku masih bimbang entah apa yang ada di pikirannya apalagi dia sedikit terluka jadi aku tak mengabari Tetang Kikan yang akan melahirkan, biarlah nanati di saat dia sudah berada di sini baru aku akan mengatakannya." ucap stuart
"Astaga sungguh manusia yang sangat kejam untunglah semua sudah berakhir dengan baik pasti ayah mertuamu akan sangat bahagia setelah mengetahui bahwa cucu pertamanya sudah lahir dan tinggal menunggu yang lainya tapi kenapa kau tidak membawa anak mu agar kami lihat." tanya Oma
"Tadi saat aku keluar dan Kikan akan dioperasi bayi kami masih akan dibersihkan terlebih dahulu oleh seorang perawat dan aku ingin dia tetap di dalam sampai kedua saudaranya juga ikut lahir dan dibersihkan Aku ingin kita semua melihat mereka bersama-sama di satu ruangan agar mereka tak merasa ada pilih kasih karena kita terlebih dahulu melihat anak tertua." ucap stuart
Oma melihat stuart tanpa ekspresi entah apa yang ada di dalam otak stuart mana mungkin para bayi itu tahu siapa yang akan pertama dilihat dan siapa yang tidak tapi Oma hanya bisa mengangguk tak ingin berdebat Dangan tuan keras kepala yang ada di hadapannya
Sementara itu Asisten stuart keluar dari mobil setelah mobil sudah berada di markas sesampainya di dalam markas asisten Stuart langsung menuju ke ruangan di mana profesor Abdullah berada tampak masih tertua mengetuk pintu kamar profesor Abdullah profesor yang sedang memeriksa beberapa pesan di ponselnya langsung mengalihkan pandangannya di Arah pintu lalu bangkit berjalan ke arah pintu saat profesor Abdullah membuka pintu tampak asisten stuart membuat profesor Abdullah menautkan kedua alisnya karena tidak biasanya asisten Stuart akan datang menemuinya
"Selamat sore tuan maaf aku mengganggu tapi ada hal penting aku di suruh tuan stuart untuk menjemput anda kita akan ke kediaman kakek tuan stuart." ucap asisten stuart
__ADS_1
"Ada apa, apakah terjadi sesuatu kepada putriku." tanya profesor Abdullah soalnya sejak tadi perasaannya kurang enak apalagi dia terus teringat putrinya Kikan
"Aku juga kurang mengetahui apa yang terjadi Tuan tapi tadi tuan Stuart menghubungiku dan memerintahkan untuk menjemput tuan dan membawa ke kediaman kakek tuan stuart." ucap asisten stuart
"Aku mengerti tunggu sebentar aku akan bersiap." ucap profesor Abdullah lalu kembali masuk ke dalam kamarnya kemudian mengganti pakaian lalu mengambil sebuah tas berisi barang-barang pribadinya serta beberapa botol dan ramuan entah apa yang pasti profesor Abdullah mempersiapkan semua hal tersebut untuk putrinya jika terjadi sesuatu, tampak profesor Abdullah kembali membuka pintu kamarnya sementara itu asisten sudah menunggu di luar kamar "Ayo kita berangkat." ucap profesor Abdullah sambil berjalan di depan asisten stuart yang langsung mengikuti langkah kaki profesor Abdullah
Sementara itu di sebuah ruangan di dalam markas tepatnya di sebuah ruangan penuh kaca tampak seorang pria melihat ke arah kaca dengan raut wajah yang yang Bingung dan mentap jijik "siapa pria yang ada di kaca itu kenapa dia jelek sekali wajahnya seperti monster untung wajahku sangat tampan Aku jijik melihatnya tapi kenapa dia selalu berada di hadapanku dan tak pernah mau menghilang, aku selalu mengusirnya tapi dia tak pernah mau pergi dariku apa dia ingin menakut-nakutiku dia tidak tahu Aku adalah seorang pria yang tidak takut apapun." ucap pria tersebut sambil melihat ke arah cermin dengan jijik
Sementara itu di ruang dapur tampak seorang wanita yang baru selesai melakukan tugas rumah seperti pembantu Kini dia sedang duduk sambil melihat keluar jendela "aku sangat lelah kalau aku tahu akan seperti ini aku pasti akan menyayangi ibu dan membantu kak Yuli." ucap wanita tersebut, menyesali perbuatannya di masa lalu
Bagaimana keadaan bayinya Apakah baik-baik saja tanya Dokter tersebut karena bayi tersebut tak bersuara saat dikeluarkan dokter intan yang memegang bayi tersebut langsung memeriksa dan akhirnya bayi tersebut menangis dengan kencang membuat dokter intan langsung tersenyum bahagia begitupun semua yang ada di ruangan operasi dokter intan lalu menyerahkan bayi tersebut ke pada perawat untuk di bersihkan
"Dok Bagaimana keadaan nyonya Kikan pendarahannya belum berhenti Apalagi kantong darah tinggal beberapa buah dan masih ada satu bayi lagi aku takut terjadi sesuatu ada nyonya dan bayinya." ucap dokter intan terlihat panik
"Kita jangan panik kita harus berusaha keras agar ibu dan bayi bisa selamat tanpa kurang apapun." ucap dokter tersebut yang tampak di wajahnya terlihat sangat kelelahan
__ADS_1
Sementara itu di luar ruangan tampak seorang perawat memberitahukan kepada keluarga huges bahwa anak kedua sudah lahir dan berjenis kelamin laki-laki seperti yang pertama Kini tinggal menunggu anak bungsu
"Ibu Kenapa ya aku tiba-tiba merasa khawatir kepada kikan ibu kan tahu Kikan sempat, beberapa bulan koma saat dia hamil." ucap stuart
"Tenanglah nak istri dan anakmu pasti baik-baik saja lagi pula para dokter kan sudah memeriksa kikan selama beberapa bulan ini tak ada hal yang aneh dan kesehatan juga sangat baik dan menurut dokter anak-anakmu juga sehat Aku yakin pastikan akan baik-baik saja." ucap ibu stuart menyemangati Sang putra walaupun dia juga merasa sedikit panik Apalagi sudah berjam-jam kikan berada di ruang operasi
Sementara itu profesor Abdullah tampak gelisah dia terus memeluk erat tas yang dia bawa asisten tuan yang melihat hal tersebut merasa ganjil tapi dia tak ingin bertanya, " apakah kediaman kakek stuart masih jauh." tanya profesor Abdullah
"Tidak Tuan beberapa menit lagi setelah kita melewati bukit di depan kita akan tiba." ucap asisten stuart
"Ada apa Tuan anda sepertinya sedikit cemas Apakah ada sesuatu." tanya asisten Stuart yang melihat profesor Abdullah tampak sedikit resah
"Aku takut terjadi sesuatu pada putriku mungkin saja saat ini dia sedang berada di ruang operasi berjuang melahirkan anak-anaknya aku takut dia akan bernasib sama seperti ibunya karena itu aku berharap saat ini Kikan tidak dalam ruangan operasi." ucap profesor Abdullah, mendengar perkataan profesor Abdullah membuat Asisten stuart sedikit panik bukannya apa kadang seorang ayah selalu merasakan apa yang terjadi pada putrinya asisten stuart langsung memberi kode kepada sang sopir untuk mempercepat kendaraan menuju ke kediaman kakek stuart
"Sebaiknya Tuan tenang kita akan segera tiba ke kediaman kakek tuan stuart." ucap asisten stuart.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya