
Stuart mengusap wajahnya kasar dia tak menyangka bahwa Kikan memiliki trauma saat masih kecil "aku mengerti sebaiknya kalian keluar dari ruangan ini sepertinya istriku tidak terlalu nyaman dengan keberadaan orang lain di ruangan ini." ucap Stuart yang melihat Kikan tak mau melihat siapapun dan hanya terus menempel padanya
setelah semua orang keluar dari ruangan tersebut Stuart lantas melihat kembali ke arah Kikan "Apa kau mau mengatakan pada ku siapa namamu dan berapa usiamu ." tanya Stuart
Kikan menatap ke arah Stuart dengan tetapan penuh tanda tanya merasa Stuart bukanlah orang jahat Kikan langsung mengangguk "namaku Aulia usiaku 6 tahun." ucap ucap Kikan
Stuart diam sesaat mendengar pengakuan Kikan yang bernama Aulia dan umurnya sekitar 6 tahun
__ADS_1
"Apa yang terjadi padamu dan di mana kedua orang tuamu." tanya Stuart
"bolehkah Paman memberikan aku makanan dan air minum Aku sangat lapar, tapi saat melihat ke arah perutnya kikna tampak terkejut Paman Kenapa perutku besar sekali apakah aku cacingan atau ada penyakit di perutku tanya kikan yang merasa bingung dengan perutnya yang membuncit
Stuart diam saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut dia bingung harus menjawab apa tidak mungkin dia mengatakan bahwa saat ini kikan sedang hamil
"oh ini kau mungkin lupa kau telah memakan buah yang bisa membuat perutmu menjadi besar dan buah itu akan keluar setelah perutmu sudah 9 bulan jadi kau harus menunggu 5 bulan lagi agar buah tersebut bisa Paman keluarkan dari perutmu." ucap stuart
__ADS_1
"Paman belum melihat ayah ataupun ibumu karena Paman tak sengaja menemukanmu saat kau pingsan sehingga Paman membawamu pulang ke rumah paman." ucap Stuart berbohong karena dia tak mau langsung mengatakan apa yang terjadi pada Kikan takutnya Kikan akan kembali taruma dan pingsan hal itu dapat mempengaruhi janin yang ada di tubuhnya sesuai pesan dokter restu sebelum pergi agar untuk sementara selalu menjaga mental Kikan
"Jadi aku tinggal di kediaman Paman untuk saat ini apakah paman bisa membawa kembali kepada ayahku dan ibuku Aku ingin sekali bertemu dengan mereka." ucap Kikan
Belum juga Stuart menjawab perkataan kikan tiba-tiba saja pintu kamar di ketuk "tunggu paman akan membuka pintu." ucap Stuart sambil melangkah ke depan pintu sementara itu Kikan bersembunyi di bawah selimut setelah Stuart pergi, saat Stuart sudah membuka pintu tampak seorang pelayan sedang membawa troli makanan Stuart langsung mengambil alih troli makan tersebut lalu menyuruh pelayan kembali ke dapur
Stuart langsung meletakkan semua makanan di atas meja lalu mendekat ke arah ranjang di mana Kikan sedang menutup semua tubuhnya dengan selimut "Apa kau tak ingin makan ayo makan katamu kau lapar." ucap Stuart sambil menarik selimut dari tubuh kikan
__ADS_1
Kikan membuka perlahan-lahan selimut dari kepalanya lalu melihat kesana kemari setelah merasa aman kikan Langsung bangkit berjalan ke arah meja di mana makanan sudah tersedia tampak Kikan tersenyum sumrinya saat melihat makanan di atas meja tanpa menunggu lama kikan langsung melahap semua makanan tersebut membuat Stuart hanya bisa tercengang melihat bagaimana istrinya menghabiskan makanan yang banyak di atas meja.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya