Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
497


__ADS_3

"Ternyata kau manusia serakah yang takkan pernah bisa berubah kali ini aku tak bisa lagi menolongmu Aku tadinya berharap kau bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dan tak meneruskan keserakahanmu dengan terus mencariku rupanya aku salah Ternyata kau manusia serakah tak tahu diri kali ini aku tak akan memaafkanmu." ucap profesor Abdullah


Bento tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman profesor Abdullah yang dia pikir adalah ancaman kosong belaka sementara jay yang berada di sampingnya merasakan ancaman tersebut terasa nyata di telinganya, "punya kekuatan apa kau sampai berani melawanku dasar tua bangka Kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu tidak hari ini adalah hari di mana aku akan membuat perhitungan padamu karena telah membuatku menderita kerugian yang cukup besar dengan mencarimu sampai ke kota ini." ucap Bento


"Apa tidak sebaiknya kita langsung berangkat ke markas kita yang sudah saya siapkan di sini toko bunga mungkin ini tidak akan aman untuk kita." ucap Jay yang sudah berpikir tentang kecurigaan selama ini jadi dia mempersiapkan sebuah markas yang bisa untuk melindungi dirinya dan Bento jika terjadi sesuatu

__ADS_1


"Sudah kau tak perlu khawatir Aku yakin dia hanya membual saja jika memang ada yang melindunginya seharusnya sejak 20 tahun yang lalu tapi buktinya tak ada yang melindunginya." ucap Bento sombong


"Sementara itu Stuart yang berada di dalam ruangan kerjanya langsung bangkit dari kursi kebesarannya "siapkan anak buahmu kepung toko bunga Jangan biarkan siapapun lolos apalagi Bento." ucap Stuart


"Semua sudah dikonfirmasi kita sudah bersiap di toko bunga tinggal menunggu perintah dari Tuan saja." ucap asisten Stuart

__ADS_1


Bento mengeluarkan sebilah pisau lalu melihat ke arah profesor Abdullah "ini adalah senjata yang membunuh istrimu kakakku tersayang Sebenarnya dia tidak salah yang salah adalah Ayah yang terlalu pilih kasih padanya padahal aku juga anaknya walaupun aku hanya anak angkat tapi sejak lahir aku dibesarkan oleh mereka seharusnya mereka lebih berpihak padaku dengan memberikan aku obat itu daripada harus memberikan obat tersebut kepadanya tapi sebelum dia meninggal dia sempat memohon padaku untuk menyelamatkan putrinya aku sudah berusaha mencari anak sialan itu tapi entah ke mana dia pergi aku sempat kesal karena kehilangan dia yang ingin aku jadikan kelinci percobaan aku pikir Kakak dan mengambil darahnya aku bisa membuat obat tersebut ternyata di dalam darahnya tak ada sedikitpun obat yang tersisa membuat aku sangat kesal sehingga aku selalu mengawasimu kalau saja kau menciptakan obat tersebut tetapi selama bertahun-tahun aku memperhatikan dan melihat setiap yang kau lakukan Ternyata kau tak pernah membuat obat tersebut Kau hanya membuat beberapa formula untuk racun yang tak ada artinya aku berniat untuk menghabisimu seperti yang aku lakukan pada kakakku agar aku tak terlalu kesal saat kembali melihat wajahmu." ucap Bento, langsung maju ke hadapan profesor Abdullah yang dipegang oleh bawahannya sambil memegang pisau saat jaraknya dengan profesor Abdullah semakin dekat tiba-tiba salah satu bawahannya terkena senjata membuat yang lain langsung panik sementara Jay langsung bersiap berusaha melindungi Bento sementara Bento menarik tubuh profesor Dan menempelkan senjata ke leher profesor


"Apa yang terjadi kenapa kita tiba-tiba di Serang." teriak Bento sambil terus memegang tubuh profesor Abdullah, Jay tampak mengeluarkan senjatanya begitupun bawahannya yang lain sementara wanita paruh baya yang mirip ibu Kikan tampak bersembunyi di belakang meja kasir karena ketakutan


"Tuan sepertinya itu tembakan peringatan dari seseorang yang melindungi profesor Abdullah." ucap Jay

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2