Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
563


__ADS_3

Kini Dewi dan dokter intan sudah berjalan menuju kamar mandi dekat Tamba niat dokter intan adalah mengantar Dewi kamar mandi di dekat taman belakang dan setelah mengantar Dewi dia akan kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya, Dewi nampak tersenyum saat mengetahui bahwa rencananya berjalan sesuai apa yang diinginkan, tiba di depan pintu kamar mandi dokter intan menghentikan langkahnya membuat Dewi yang akan masuk ke dalam langsung menoleh "Ada apa Kenapa tidak masuk sekalian untuk membersihkan sisa tumpahan di dalam." tanya Dewi


"Aku akan mengganti pakaianku saja lagi pula aku masih memiliki cadangan pakaian untuk acara malam ini." ucap dokter intan


"Baiklah bisakah kau mengantarku sebentar hingga masuk ke dalam dan membantu membuka resleting di punggung Ku." ucap Dewi mencari alasan


"Baiklah Ayo kita masuk Aku akan membantu untuk membuka resleting bajumu." ucap dokter intan lalu mereka berdua masuk ke dalam kamar mandi, dokter intan dan Dewi sudah berada di dalam kamar mandi tanpa dokter intan sadari beberapa kalajengking sudah menargetkan dirinya Dewi tampak pura-pura masuk ke dalam kamar mandi setelah dokter intan membuka "Apakah aku harus menunggumu untuk membantu memakaikan resleting mu kembali." tanya dokter intan


"Bisakah kau menunggu ku sebentar saja aku akan segera keluar." ucap Dewi, dokter intan mau tidak mau akhirnya menunggu tampak kalajengking sudah mendekat dari lantai menuju ke arah dokter intan tanpa dia sadari


Sementara itu di taman tampak tuan yang melihat situasi tiba-tiba telat berbisik pada kikan membuat kikan mengganggu mengerti, setelah berbicara dengan Kikan, stuart langsung memberi kode kepada Darmanto dan Bima


Sementara itu kakek Dewi tampak sedang berbicara dengan komandan dengan riang "jadi kau berencana akan menikah." tanya kakek Dewi sok akrab

__ADS_1


"Benar aku sudah melamar dokter intan untuk menjadi istriku." ucap komandan, " sayang sekali padahal Kau adalah calon ideal untuk menjadi cucu menantuku baiklah mari kita minum bersama untuk melupakan hal di masa lalu." ucap kaki Dewi sambil mengangkat dua gelas yang ada di tangannya dan memberikannya pada komandan, tanpa ragu komandan langsung meminum gelas yang diberikan oleh Kakak Dewi


Sementara itu di kamar mandi tampak dokter intan terjelek tak berdaya sementara Dewi yang akan keluar dari kamar mandi tiba-tiba dipukul hingga pingsan oleh seseorang dengan cepat orang-orang itu masuk ke dalam dan melihat dokter intan yang tergeletak dengan bibir membiru dengan cepat salah seorang dari mereka memasukan sesuatu ke mulut dokter intan


"Ini kunci apa ya Kenapa tergeletak di samping dokter intan Apa mungkin ini kunci kamarnya." Ucap pria tersebut sambil mengakat kunci yang tergeletak di lantai


"Mungkin saja itu kunci kamarnya Ayo kita bawa dia di kamar yang ada kuncinya itu." ucap wanita tersebut yang tak lain adalah Kikan bersama dua orang wanita lain siapa lagi kalau bukan Yuli dan Nadia , tersebut langsung mengangkat dokter intan menuju kamar yang mereka pegang kuncinya


"Bagaimana dengannya Apa yang harus kita lakukan padanya." tanya Yuli yang melihat Dewi


Sementara itu di tempat di mana kakek Dewi dan komandan berada tanpa kaki Dewi berdiri diikuti oleh komandan "mari kita berjalan-jalan ke sana sebentar aku ingin menghirup udara segar sebelum kita berpisah." ucap kakek Dewi, mengikuti apa yang diinginkan oleh kakek Dewi biar bagaimanapun dia adalah pria tua dan merupakan teman dari kakeknya Tapi saat melewati sebuah lorong tiba-tiba kepala komandan pusing dan langsung tak sadarkan diri saat komandan tak sadarkan diri datang dua orang pria " bawa dia ke kamar yang sudah aku tunjuk tadi." ucap kakek Dewi kedua pria tersebut langsung mengangkat tubuh komandan dan membawanya


Kakek Dewi menghisap minumannya dan tersenyum puas setelah melakukan rencananya yang dia pikir rencananya sudah berhasil, Makan malam di rumah keluarga huges tampak berjalan normal tak ada yang curiga tentang keberadaan keberadaan Dewi, komandan maupun dokter intan semua nampaknya baik-baik saja

__ADS_1


Sementara itu di sebuah kamar tampak dokter intan yang sudah mulai pulih tapi badannya masih lemah akibat racun kalajengking sedangkan komandan yang diberikan obat perangsang oleh kaki Dewi tampak sedang mencari sesuatu untuk menghangatkan tubuhnya, menemukan sebuah tubuh yang menurutnya pas membuta komandan langsung memeluk tubuh tersebut sementara dokter intan tak bisa berbuat apa-apa saat ada yang membuka gaunnya dan mulai meraba-raba area sensitifnya bahkan bibirnya tak luput dari incaran, ingin melawan tapi tubuhnya sangat lemah


Beberapa jam berlalu tampak Dewi yang sudah siuman, aduh gatal ucap Dewi sambil bangkit dan langsung terkejut saat melihat tubuhnya yang bentol-bentol akibat gigitan serangga, tapi ada hal penting yang membuatnya langsung berlari menuju kamar mandi di mana dia tadi meningalkan dokter.intan, melihat tak ada siapapun di dalam kamar mandi membuat Dewi frustasi lalu dia teringat pada kunci yang diberikan sang kakek Dewi langsung mencari kunci tersebut yang diselipkan di kantong pakaiannya tapi kunci itu tak ada Dewi mulai panik apalagi ini sudah hampir tengah malam dewi bergegas mencari sang Kakek apalagi dia melupakan tas miliknya yang berisi ponsel, para penjaga terkejut melihat Dewi " maaf nona sebaiknya anda kembali ke kamar anda atau silahkan meningalakan Kadiman ini, anda akan membuat keributan jika berlari." ucap penjaga


Dewi melihat penjaga tersebut lalu melihat jam di tangannya benar juga apa yang di katakan oleh penjaga apalagi semua orang sepertinya sudah beristirahat


"Baiklah biarkan aku meminjam ponselmu Aku ingin menghubungi kakekku setelah itu aku akan beristirahat." ucap Dewi, penjaga tersebut langsung mengeluarkan ponselnya Dewi langsung menekan nomor sang kakek


Sementara itu kakek Dewi yang sedang tidur lelap terganggu dengan bunyi ponsel pribadi miliknya nomor baru kemudian dia mengangkatnya "halo." ucap Kekek Dewi


"Kakek tolong aku aku berada di kediaman huges tapi aku tak bisa masuk ke kamar yang kakek berikan kuncinya karena kuncinya hilang entah ke mana dan tadi aku pingsan seseorang sepertinya sudah mengetahui rencana kita." ucap Dewi


"Apa Bagaimana bisa aku sudah berpikir matang tentang rencana itu dan itu pasti berhasil tidak mungkin gagal jadi bagaimana keadaanmu, apa kau baik-baik saja kakek berada di kamar nomor 10 sekarang kemarilah kita akan lihat apakah kamar yang tadi kakek berikan kuncinya terkunci apa tidak." ucap kakek Dewi, setelah menelepon Dewi langsung berjalan menuju kamar di mana kakeknya berada setelah mengembalikan ponsel pada penjaga .

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya



__ADS_2