
"Apa yang dilakukan oleh Sofia kenapa melilit boneka tersebut dengan kain putih, Apa dia sedang bermain mumi." pikir kikan
Tak berselang lama tampak stuart yang sudah kembali dari kantor langsung mengecup pipi ikan lalu membersihkan dirinya di kamar mandi setelah itu dia ke kamar anak-anaknya tapi saat dia berada di kamar Sofia stuart bingung kenapa bonekanya dililit kain putih "sayang kau sedang bermain apa Kenapa bonekamu dililit menggunakan kain putih ." tanya stuart
"Oh boneka Ini tadinya aku ingin membuat boneka ini mati gara-gara kecelakaan tapi kata suster itu kurang baik dan sangat sakti sehingga aku melilitnya menggunakan kain putih lalu memasukkannya ke peti mati agar dia tak merasakan sakit ." ucap polos Sofia
"Oh begitu aku pikir kau sedang main mumi tapi sayang sebaiknya kau jangan mengatakan hal itu kepada ibumu cukup hal-hal seperti itu kau katakan kepada ayah saja." ucap stuart
"Ibu selalu memarahiku dan sekarang aku sedang dihukum tidak boleh bermain di luar itulah mengapa aku disuruh ibu bermain boneka tapi aku bingung cara bermain boneka, Ayah bisakah kau mengambilkan aku binatang seperti Godzilla dan Beberapa senjata main, bermain boneka sangat membosankan." ucap Sofia
__ADS_1
"Sayang sebaiknya Kau bermain boneka sepertinya ibumu memantau kamarmu jadi kau harus pura-pura bermain boneka ini demi kebaikan kita bersama." ucap stuart
Sofia menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat ke arah kamera di atas kemudian melihat sang ayah, "apa Ibu tak punya kerjaan lain tapi sepertinya Ayah juga takut pada ibu." ucap Sofia dengan wajah cemberut
Stuart menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Aku bukannya takut pada ibu tapi aku sangat mencintai ibumu sehingga aku tak bisa melawannya kau tahu kan Ibu adalah ratu di rumah ini jadi kita harus menuruti apa yang dia katakan." ucap stuart
Tampak wajah cemberut Sofia, sementara itu Kikan tersenyum saat melihat Sofia cemberut, "dasar anak ayah, dia pasti mengadu aku sering memarahinya, coba sofia seperti ke dua saudara laki-lakinya tak membuat aku khawatir setiap saat." ucap Kikan sambil geleng-geleng kepala
"Wah luar biasa jadi bagaimana hasilnya." tanya stuart, sepertinya kami butuh lebih banyak usaha, ucap putra pertama stuart
__ADS_1
"Kalian jangan patah semangat tetap mencoba dan ingat besok adalah hari di mana kalian akan berlatih bersama paman komandan." ucap stuart
"Apakah paman membawa si kembar." tanya putra sulung stuart, entalah tapi sepertinya tidak untuk besok karena si kembar akan ke rumah kakeknya, tapi kan ada anak paman Bima dan Paman Darmanto." ucap stuart
Si kembar Tampak terdiam, "anak paman Bima suka menangis sementara anak paman Darmanto hanya terus bermain boneka, Sofia saja tak mau bermain bersamanya." ucap putra ke dua stuart
"Sayang jangan bilang begitu kan mereka masih lebih kecil dari kalian jadi mereka adik kalian." ucap stuart
"Tapi anak paman komandan sangat berbeda mereka jarang menangis dan selalu menyukai permainan senjata apalagi game ." ucap si kembar
__ADS_1
"Kan Sifa orang berbeda, apalagi anak paman Bima memang agak cengeng tapi kan tidak pernah jahat, dan wajar anak paman Darmanto main Boneka kan perempuan." ucap stuart menjelaskan, ke dua anak laki-laki itu hanya mengaguk saja, stuart tampak keluar dari kamar tersebut.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya