
Pria yang di panggil komandan langsung berjalan menuju kamar di mana Elizabeth dan Yuli berada sedangkan sang pengawal yang menjadi sopir di mobil yang ditumpangi oleh Elizabeth dan Yuli tadi berjalan mengikuti komandan tersebut tapi saat komandan tersebut berada tepat di depan pintu kamar tampak suara laknat terdengar jelas apalagi sepertinya komandan sudah terlambat untuk menghentikan adegan panas yang terjadi di dalam kamar tersebut
Sedangkan sang pengawal langsung memasang telinganya dengan akurat karena merasa ada suara pria di dalam sana
"Komandan ada apa kenapa berhenti dan sepertinya aku mendengar suara pria dari dalam kamar apa mungkin ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam ." ucap pengawal tersebut
"Sudah sebaiknya kau jangan banyak bicara amankan area ini jangan biarkan siapapun mendekati kamar ini, aku tak Ingin ada yang mendekati kamar ini." ucap komandan
Pengawal yang melihat komandan terlihat serius langsung melaksanakan perintah tersebut tanpa Banyak protes lagi
__ADS_1
"Maaf bos aku hanya mengikuti takdir yang tuhan gariskan kalau Memeng dengan cara ini anda bisa kembali menjadi normal aku akan mengikuti takdir ini." ucap komandan tersebut dalam hati
Sementara di dalam kamar tampak sepasang pria dan wanita sedang bergulat di ranjang saling memberikan kehangatan satu dengan yang lain tak tau apa yang akan terjadi besok
Sementara itu Paman Alan yang masih menunggu di Bar sangat kesal Karena Rumi tak kunjung datang apalagi dia melihat jam di tangannya sudah jam sepuluh malam paman Alan bahkan melupakan keberadaan istrinya
Ponsel paman Alan berdering membuat paman Alan langsung tersadar dia belum memasukan obat tidur ke minuman istrinya itu membuat paman Alan sedikit panik pasalnya istrinya pasti akan langsung menyusulnya ke mari bagaimana jika Rumi juga datang kemari paman Alan segera mengakat ponselnya dan mencari tau di mana istrinya ternyata ibu Fera berada di kamar mama Lilis tadinya mereka akan mencari paman Alan tapi karena paman Alan sudah bisa di hubungi akhirnya mereka mengurungkan niatnya dan ibu Fera kembali ke kamarnya karena paman Alan mengatakan bahwa dia menunggu ibu Fera di kamar
"Benarkah tapi kenapa harus terima di balkon kan bisa di sini saja sayang." ucap Rumi
__ADS_1
"Aku tak ingin kau merasa terganggu syng sebaiknya kita lanjutkan saja acara minum kita sayang." ucap Doni sambil mengambil anggur merah yang terletak di atas meja membuat Rumi bingung karena dia meletakan gelas anggur berdamping membuatnya sulit mengetahui yang mana gelas anggur yang sudah dia beri obat tidur
"Sayang kenapa kau tak mengakat gelas mu untuk bersulang." tanya Doni saat melihat wajah bingung dan ragu Rumi saat melihat gelas yang berada di atas meja
"Ah iya sayang." ucap Rumi sambil mengambil gelas yang berada di atas meja dengan perasan cemas takutnya senjata makan tuan
Rumi dan Doni pun bersulang dengan suka cita tak berselang lama Rumi terkapar tak berdaya ternyata benar senjata makan tuan
Doni tersenyum sambil melihat kearah Rumi "dia pasti tak kuat meminum alkohol." ucap Doni sambil mengakat tubuh Rumi ke ranjang
__ADS_1
Sementara paman Alan yang berada di dalam kamar miliknya sudah menyiapkan ke kejutan untuk istrinya agar bisa tidur nyenyak di dalam kamar membuatnya bebas bertemu Rumi.
Jangan lupa like komen, vote dan hadiahnya