
Sementara itu komandan yang baru tiba langsung memarkirkan mobilnya setelah itu keluar dia bergegas mencari keberadaan dokter intan setelah bertanya tapi tak ada yang melihat dokter intan komandan langsung pergi ke kamar dokter intan untuk mencarinya tapi sepertinya di kamar pun tak ada jawaban dari dokter intan komandan langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon dokter intan Tapi sayangnya tak diangkat oleh dokter intan komandan teringat bahwa ada CCTV dia pun pergi ke tempat penjaga di mana terdapat CCTV tapi karena ketiga orang tak ada akhlak yang sudah memberitahukan para penjaga agar tak membiarkan komandan melihat CCTV sehingga mereka mengatakan bahwa CCTV sedang diperbaiki hari ini Mendengar hal tersebut membuat komandan sangat frustasi apalagi tak ada yang melihat di mana dokter intan berada Tapi saat dia menuju belakang seorang pelayan yang tanpa sengaja melihat dokter intan tadi di kebun belakang langsung menghampiri komandan dan mengatakan bahwa terakhir dia melihat dokter intan di kebun belakang
Komandan secepat mungkin berlari menuju kebun belakang untuk mencari keberadaan dokter intan tapi setelah dia mencari kesempatan kemarin tak ada jejak keberadaan dokter intan di kebun belakang Tapi saat dia melihat ke arah hutan Dia merasakan sesuatu yang aneh karena pintu yang menuju ke hutan sepertinya sedikit terbuka yang menandakan bahwa seseorang pernah lewat komandan segera kembali ke dalam mobilnya untuk mengambil beberapa peralatan keselamatan lalu berjalan masuk ke dalam hutan
Dewi dan dokter intan sudah masuk jauh ke dalam hutan setelah berjalan sekitar 400 meter membuat dokter intan sedikit bingung pasalnya Dewi berkata tak jauh dari kebun belakang "Apakah masih jauh aku pikir kau mengatakan tidak terlalu jauh dari kebun belakang." tanya dokter intan
"Tinggal 100 meter lagi maka kita akan sampai di tempat tujuan kita." ucap Dewi dengan senyuman yang mengerikan
Dokter intan yang percaya hanya mengangguk saja Dewi melihat situasi nampaknya Huta ini memang tempat yang tepat untuk mencelakai dokter intan apalagi di depan sepertinya ada sebuah jurang Jalan sedikit jauh Dewi langsung menghentikan langkahnya membuat dokter intan juga menghentikan langkahnya "katakan padaku apa hubunganmu dengan komandan Apakah kau kekasihnya." tanya Dewi dengan wajah yang terlihat menyeramkan
__ADS_1
Dokter intan sedikit terkejut dengan pertanyaan Dewi wajah dokter intan langsung berubah kesal "Apa maksudmu Aku tak punya hubungan apapun dengan komandan dan siapa kau Apakah kau kekasih komandan Apa maksudmu sebenarnya Apakah kau sedang menipuku dengan membawaku ke hutan belantara seperti ini." tanya dokter intan
Dewi tersenyum sambil bersedekap dada melihat dokter intan dari ujung kaki sampai ujung kepala "Ya kau benar aku memang sengaja menipumu untuk masuk ke dalam hutan Kau adalah penghalang hubunganku dengan komandan karena kau komandan Tak menerima cintaku." ucap Dewi
"Apa kau sudah gila Apa yang kau inginkan sebenarnya aku tak punya hubungan apapun dengan komandan pria yang sangat menyebalkan dan berwajah kanebo itu aku tak menginginkannya kalau memang kau menyukainya silahkan kalian menyelesaikannya berdua mengapa harus membawa bahwa diriku." ucap dokter intan tidak terima
"Komandan Tak pernah dekat dengan perempuan manapun bahkan hanya sekedar berbicara dengan wanita tersebut Tapi aku melihat interaksimu dengan komandan sedari dia menjemputmu di apartemen sepertinya kau dan komandan memiliki hubungan spesial aku yang selama ini selalu menunggunya dan menantinya tapi kau yang baru saja datang di kehidupannya sudah bisa masuk ke dalam hatinya dan itu membuat aku sangat marah padamu karena dirimu komandan Tak mau bersama ku." ucap Dewi
"Kau jangan pura-pura lugu dan membawa nama Tuan darwanto Kau pikir komandan adalah seseorang yang bisa kau jadikan supir dia adalah seorang yang memiliki bawahan mana mungkin dia mau menjadi seorang supir." ucap Dewi masih keras kepala menyalahkan Dewi
__ADS_1
"Aku tak menyangka kanebo kering itu memiliki seorang penggemar fanatik sampai-sampai Ingin membunuhku Yang tak punya hubungan apapun dengannya ." ucap dokter intan dalam hati
"Kau harus mati hari ini agar komandan bisa menjadi milikku." ucap Dewi langsung mengeluarkan senjata tajam dari balik bajunya dan mengarahkan pada dokter intan tapi dengan sigap dokter intan menendang senjata tersebut hingga terlepas dari tangan Dewi membuat Dewi sedikit terkejut karena ternyata dokter intan memiliki ilmu beladiri, ternyata aku salah menilaimu kau adalah wanita yang memiliki ilmu bela diri aku menganggap remeh dirimu." ucap Dewi diri bersiap untuk bertarung, intan juga bersiap memasang kuda-kudanya untuk bertarung
Sementara itu di ruang tampak Stuart tersenyum bangga mengetahui bahwa tebakannya benar tentang dokter intan yang memiliki ilmu bela diri "apa yang aku bilang dokter intan memiliki ilmu bela diri." ucap Stuart
"Benar aku tak menyangka bahwa dia memiliki ilmu bela diri dari caranya menendang pisau tersebut sepertinya dia sangat ahli." ucap Darmanto
"Untuk apa juga komandan menyusul ke sana dia akan menjadi pengganggu jika berada di sana apalagi pertarungan dokter intan dan Dewi kemungkinan Besar akan seimbang membuat aku ingin menculiknya saja agar tak menganggu." ucap Bima.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya