Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
291


__ADS_3

Sementara itu di kamar hotel tampak Rumi dan Doni baru selesai membersihkan tubuh mereka berdua "sayang aku sangat puas." ucap Doni


Ponsel Doni tiba-tiba berbunyi saat Doni sedang memeluk Rumi dari belakang, Doni melepaskan pelukannya lalu berjalan ke meja samping ranjang kemudian mengangkat panggilan telepon yang berasal dari ibunya setelah berbicara beberapa menit Doni menutup teleponnya


Siapa yang menghubungi mu sayang tanyak Rumi yang sudah berpakaian rapi sedangkan Doni masih memakai handuk


"Mama menelepon untuk menyuruh kita turun makan bersama di restoran hotel." ucap Doni sambil mengecup pipi Rumi lalu berjalan ke ruang ganti


"Kebetulan aku sangat lapar setelah kau bermain beberapa ronde." ucap genit Rumi saat Doni berjalan ke kamar ganti


Doni langsung berbalik lalu tersenyum penuh arti "kita akan melanjutkannya setelah makan malam sayang." ucap Doni


Sementara di kediaman utama keluarga huges tampak mereka semua sedang duduk bersama di ruang keluarga sambil menunggu profesor Abdullah dan Asisten Edi yang akan datang makan malam

__ADS_1


Tak berselang lama tampak profesor Abdullah dan asisten Edi serta Bima dan juga Elizabeth datang bersama membuta semua orang mengalihkan pandangannya


"Selamat datang profesor Abdullah." ucap ayah Leo sambil bangkit menyambut profesor Abdullah


"Terimakasih tuan Leo sudah menyambut dan merima putriku Aulia menjadi menantu mu." ucap profesor Abdullah sambil saling berpelukan seperti sahabat lama


Keduanya langsung tertawa terbahak-bahak saat saling berpelukan membuat semua orang langsung saling pandang mengingat ini pertemuan pertama profesor Abdullah dan ayah Leo


"Bagaimana kalau kita langsung ke meja makan untuk makan." ucap ayah Leo karena jam makan malam sudah lewat


"Kau benar maafkan aku sedikit terlambat menemui mu seharusnya aku menemui mu sejak dua puluh tahun yang lalu ." sesal profesor Abdullah sambil mentap ayah Leo dengan tatapan yang sulit di artikan


"Sudah itu adalah pilihan mu untuk melindungi keluarga mu aku juga tak bisa memaksakan keadaan saat itu putraku terlalu kecil saat itu sehingga aku hendak ke kediamanmu tapi aku sangat terlambat tapi aku juga tak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan istrimu karena itu urusan keluarga kalian aku hanya berharap saat itu aku datang tepat waktu paling tidak tak akan ada nyawa yang melayang sia-sia." ucap ayah Leo

__ADS_1


Sudahlah semua itu bukan salahmu saat itu kita masih sama-sama muda dan kau masih berada di bawah perintah ayahmu membuatmu serba salah aplagi saat itu tuan besar sedang sakit dan putramu juga mendapatkan masalah yang membuat kau tak mungkin meninggalkan anak dan istri mu yang sedang dalam masalah lalu menolong ku." ucap profesor Abdullah


"Kau benar saat itu mereka benar-benar berniat menghancurkan keturunanku dengan cara yang sungguh keji tapi untungnya aku datang tepat waktu menyelamatkan putraku ." ucap ayah Leo


"Kau tau aku bersyukur putramu yang menyelamatkan putriku karena ku yakin dia sebaik dirimu dan semuanya memang benar." ucap profesor Abdullah sambil terkekeh


"Aku yang sangat bahagia putraku menjadi pria normal saat bersamaan putrimu bahkan lihatlah di perut putrimu sudah ada keturunan keluarga huges bukan hanya satu tapi ada tiga itu membuat ku bahagia dan bangga karena dulu kita hanya menghasilkan satu saja." ucap ayah Leo sambil tertawa


"Sebaiknya kita makan dulu kalau terus bercerita kita bisa kenyang duluan." ucap profesor Abdullah


"Kau benar." ucap ayah Leon sambil berjalan menuju meja makan bersama yang lain mengekor di belakang.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2