Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
boncahap 6


__ADS_3

"Apakah tuan yakin melakukan semua itu terimakasih Tuan dan nyonya aku akan membalas kebaikan tuan dan nyonya." ucap bapak Irene


"Kami ikhlas membantu bapak sekarang pergilah untuk melihat kondisi putrimu nanti akan ada Seseorang orang yang menemani mu." ucap komandan


"Baika tuan dan nyonya terimakasih." ucap bapak Irene langsung bangkit dan berjalan kembali


"Sayang ayo masuk kita rapikan barang-barang Milik mu setelah itu aku akan mengantarmu pulang dan kembali lagi untuk menemui orang tadi." ucap komandan


"Kau memeng pria baik makasih sayang aku merasa prihatin pada bapak yang tadi tapi bagaimana seorang anak sekolah bisa sejahat itu mendorong temanya sampai cacat, aku tak habis pikir entah apa yang merasukinya." ucap dokter intan

__ADS_1


"Mungkin saja anak tersebut sudah di rasuki iblis apalagi kalau ke dua orang tuanya selalu membenarkan kelakuan anaknya." ucap komandan sambil membantu merapikan barang istrinya


Sementara nadi yang sedang hamil besar tampak memegang perutnya entah mengapa rasanya perutnya sangat sakit padahal kata dokter tiga Minggu lagi aku akan melahirkan aduh sakit ." ucap Nadia dengan suara sedikit keras membuta Bima yang sedang duduk bercanda bersama Darmanto dan Stuart langsung bangkit dan berjalan kearah istrinya yang sedang duduk di sofa bersama ibu Nadia


"Ada apa sayang." tanya ibu Nadia, " ibu perutku sakit bukanya kata dokter aku akan melahirkan bulan depan kenapa rasanya perut ku sakit." ucap Nadia meringis kesakitan


"Apa sayang sebaiknya kita ke ruang persalinan secepatnya siapa tau saja kau akan melahirkan juga." ucap


"Sepertinya istrimu akan segera melahirkan sebaiknya kita membawanya ke ruang persalinan." ucap ibu Nadia, Bima langsung mengendong Nadia kerena melihat istrinya yang meringis, tampan Darmanto dan stuart terkejut begitupun yang lain pasalnya menurut perkiraan dokter Nadia akan melahirkan Minggu depan dan itu masih dua Minggu lagi

__ADS_1


Bima dengan cepat menuju ruang persalinan, sementara dokter yang baru habis membantu Yuli melahirkan tampak langsung kembali bersiap saat mendapat kabar dari seorang perawat bahwa ada Pasian yang akan melahirkan di ruangan persalinan


"Astaga siapa lagi kali ini yang akan melahirkan semoga bukan salah satu anggota keluarga huges lagi, ruangan teras tegang dan pasti mereka akan mencari cara untuk menyalahkan ku." ucap dokter tersebut sambil menghembuskan nafasnya lalu keluar dari ruangannya menuju ruangan persalinan, sementara itu dokter intan yang mendengar kabar bahwa Nadia akan melahirkan dokter intan langsung berniat kembali ke ruangan Yuli tapi komandan menyuruh dokter intan kembali untuk beristirahat karena dia khawatir istrinya akan kelelahan, mau tidak mau Yuli akhirnya menurut dan kembali di antar oleh komandan, kini dokter intan sudah tiba di kediamannya setelah mengantarkan istrinya komandan kembali ke rumah sakit


Sementara di ruang persalinan tampak Nadia terus mengeluh kesakitan membuat Bima sangat khawatir, dokter masuk kedalam ruanga melihat Bima di dalam dokter tersebut menghembuskan nafasnya karena dia akan mengalami hal yang tak terduga lagi "Dokter cepat periksa istriku dari tadi dia terus merasa kesakitan." ucap bima


"Baik taun biar sy cek sudah pembukaan berapa." ucap dokter tersebut, sambil berjalan dan berniat membuka rok milik Nadia, sontak saja Bima langsung menahan tangan dokter


"Apa yang dokter lakukan kenapa mengakat rok istriku." tanya Bima sedikit emosi, " maaf tuan bagaimana aku bisa melihat pembukaan berapa jika aku tak melihat bagian bawah istri tuan." ucap dokter

__ADS_1


"Apa kau mau melihat bagian inti istriku dasar dokter gila, lakukan operasi saja agar bayinya keluar dari perut saja, enak sekali kau mau melihat inti tubuh istri ku." ucap Bima


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2