
tampak komandan berjalan menuju meja stuart dan yang lain berada tapi di otak komandan masih mengingat jelas apa yang dikatakan oleh kakek dokter intan tentang identitas dokter intan, tanpa peduli dengan sekitarnya sementara Dewi terus memperhatikan komandan, kini komandan sudah kembali duduk, maaf tuan stuart bolehkah kau membantuku." tanya komandan tiba-tiba membuat ketiga pria tersebut langsung menatapnya dengan penuh tanda tanya tidak biasanya komandan meminta bantuan stuart seperti ini
"tumben kau meminta bantuan pada stuart dengan muka seperti itu memang ada apa, dan siapa orang yang mengirim surat kaleng." tanya Darmanto
"ternyata yang mengirimkan surat kaleng adalah kakek dokter intan ternyata dia pria yang mempunyai ilmu silat yang tinggi hampir saja aku gagal jadi calon menantunya Untung saja aku mempunyai ide untuk membuat taruhan baru yaitu catur tapi aku bingung saat kami selesai bertandingan aku mengajukan beberapa pertanyaan dia menjawabnya hanya saja dia mengatakan Apa kau yakin kau tahu mengenai dokter intan dan siapa dia sebenarnya itulah yang membuat aku terpikir sampai saat ini tapi tidak mungkin kan rumah sakit milik keluarga huges menerima seorang yang yang identitasnya palsu." ucap komandan
Stuart tampak Diam tak menanggapi ucapan komandan "aduh sepertinya kikan memanggilku sebentar ya mungkin anak-anak membutuhkanku kau tahu kan anak-anakku tak bisa hidup tanpaku." ucap stuart menghindar lalu pergi begitu saja
sementara itu di tempat para wanita semua sedang membicarakan tentang Dewi tapi gosip mereka terhenti saat stuart tiba-tiba datang "sayang sepertinya anak-anak sedang mencari kita." ucap stuart
kikan menatap stuart dengan tatapan bingung pasalnya jika memang anak-anaknya rewel pasti perawat akan memberitahukannya Tapi sejak tadi tak ada laporan dari para perawat" apa kau yakin pasalnya para perawat tak ada yang mengabarkannya padaku." ucap Kikan lalu bangkit saat stuart menarik tangannya
sementara komandan menatap sinis stuart yang sedang menghindarinya, "pasti dia sengaja melakukannya." ucap komandan, saat Darmanto menatap ke arah para tamu tampak matanya tak sengaja melihat Dewi yang terus menatap komandan dengan kakek Dewi yang terus mengawasi sekelilingnya kemudian melihat ke arah komandan dan dokter intan
"komandan sebaiknya kau berhati-hati malam ini sepertinya Dewi dan kakeknya merencanakan sesuatu." ucap darmanto
__ADS_1
komandan terdiam sejenak entalah tapi setelah melihat Dewi dan kakeknya tiba-tiba perasaanya tidak enak
sementara itu stuart dan Kikan yang sudah berada di kamar milik mereka sepertinya ke tiga bayi mereka sedang tidur, "sayang sebenarnya ada apa, aku yakin kau tau anak-anak kita pasti sedang tidur seperti biasa nanti tengah malam mereka akan mulai menangis." ucap kikan
"baiklah sayang aku ingin berdiskusi denganmu kau Taukan yang datang semua adalah sahabat keluarga huges ." ucap stuart, Kikan mengaguk, "iya aku tau terus ada apa ." tanya Kikan
"sayang bisakah kau minta obat penawar racun kalajengking pada ayahmu, aku membutuhkannya." ucap Stuart
"kenapa kau tak memintanya sendiri pada ayah kenapa harus aku." tanya Kikan
"aku salah ngomong lagi mampus deh, sayangku Kikan kau Taukan bayi itu mukanya bisa berubah kapan saja siapa yang tau tiba-tiba wajah mereka akan mirip denganmu beberapa bulan lagi." ucap stuart merayu istrinya
"untuk apa kau meminta penawar racun kalajengking." tanya kikan
"aku hanya ingin berjaga-jaga saja sayang, ayolah mumpung belum acara makan malam ayah pasti masi di kamar." ucap Stuart
__ADS_1
baikalah aku akan pergi ke kamar ayah dulu, kikan keluar menuju kamar ayahnya sedangkan Stuart menunggu di kamar, tampak Kikan yang mengetuk kamar ayahnya saat terbuka Kikan langsung masuk ke dalam "hai ayah, ternyata ayah sangat tampan aku baru sadar jika ayah seperti ini." ucap kikan
"ayah tau kau pasti menginginkan sesuatu, katakan pada ayah." ucap profesor Abdullah, Kikan terkekeh "aku ingin meminta obat penawar kalajengking ayah." ucap Kikan
tampak wajah profesor Abdullah kebingungan "kau ingin obat penawar kalajengking Apa kau tidak salah soalnya tadi siang ada yang membeli racun Dan juga penawar kalajengking dar Edi secara online dengan harga yang tinggi." ucap profesor Abdullah
"benarkan ayah aku juga tidak tau hanya stuart menyuruh meminta penawar kalajengking pada ayah." ucap Kikan
melihat putrinya apalagi mengetahui bahwa ini permintaan menantunya pasti ada alasannya, profesor Abdullah langsung ke tempat di mana dia menyimpan penawar racun setelah mengambil penawar racun tersebut profesor Abdullah langsung menerkanya pada Kikan, "hati-hati sayang ingat racun kalajengking jika tak di beri penawaran dalam 5 menit maka orang tersebut akan langsung tak bernyawa." ucap profesor Abdullah
"Baiklah Ayah aku mengerti aku akan menemui sesuatu dulu lalu keluar apa Ayah belum akan keluar sebentar lagi makan malam akan di mulai." ucap Kikan
"aku akan segera menyusul kalian." ucap profesor Abdullah, sementara Kikan sudah berjalan kembali ke kamarnya, tampak stuart yang sudah menunggu, "bagaimana Sayang mana penawarnya." tanya stuart, Kikan langsung mengeluarkan bota yang di berikan ayahnya, simpanlah ini dengan baik sayang, sekarang ayo kita keluar makan malam." ucap stuart, Kikan terlihat bingung tapi dia tetap menyimpan obat tersebut di dalam tas pesta miliknya
sementara itu Dr intan tampak shyok saat melihat kakeknya datang ke acara keluarga huges dia berusaha sembunyi agar tak terlihat sang Kakek.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya