
Pagi menjelang tapi Stuart belum juga bangun karena semalaman dia sungguh Stuart tak bisa tidur karena memikirkan Kikan sementara itu Kikan yang sedang berada di depan kamar mengetuk pintu kamar Stuart tapi tak ada suara akhirnya Kikan masuk ke dalam kamar untuk membangunkan Stuart Kikan pun mendekat ke arah ranjang Tampak Stuart sedang tertidur lelap "tuan muda." panggil Kikan tapi tak ada respon sedikitpun dari Stuart
Kikan pun semakin mendekat dan naik ke ranjang hendak membangunkan Stuart dengan cara menggoyangkan tubuhnya tapi tanpa diduga Stuart langsung menarik tangan kikan hingga tubuh ikan terjatuh di atas tubuh tuan langsung memeluk erat apalagi wajah ikan dan Tuan saling menempel membuat jantung kikan berdetak kencang sementara itu Stuart semakin memeluk erat Kikan
Tubuh Kikan membeku otaknya tak merespon apapun saking terkejutnya karena berada di dalam pelukan Stuart
Sementara itu Bima yang masih penasaran dengan apa yang terjadi semalam sudah menunggu Stuart di meja makan karena merasa Stuart sangat lama akhirnya Bima pun langsung ke kamar Stuart untuk mencarinya karena pintu kamar Stuart tidak tertutup Bima langsung masuk kedalam alangkah terkejutnya Bima saat melihat pemandangan di depannya Stuart dan Kikan berada di satu ranjang yang sama apalagi Stuart memeluk Kikan seperti bantal guling dan wajah mereka saling merapat satu sama lain
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan." teriak Bima spontan membuat Stuart langsung terbangun dan terkejut mendapati wajah Kikan tepat di depan wajahnya apalagi kikan yang berada di dalam pelukannya sementara Kikan langsung tersadar dan berusaha melepaskan pelukan Stuart
"Ada apa denganmu kenapa pagi-pagi Sudah berteriak." ucap Stuart dengan santai membuat Bima langsung shyok karena melihat Stuart yang sepertinya sangat tak ada masalah apapun
"Apa yang kau lakukan Kenapa kau memeluk seperti itu dan kau apa yang kau lakukan pada Stuart Kenapa kau bisa berada dalam pelukannya." tanya Bima yang sudah berpikir negatif karena melihat adegan tersebut
Mendengar ucapan Stuart yang tanpa beban sedikitpun membuat Bima semakin meradang Apa yang harus dilakukan jika Bima benar-benar menyukai terong dan pasrah akan hal itu Bagaimana jika keluarga Stuart tak memiliki pewaris karena menyukai terong semua itu membuat Bima semakin frustasi di otak Bima dia sungguh tak habis pikir apa yang harus dilakukan untuk membuat Stuart kembali normal
__ADS_1
Sementara kikan hanya bisa tertunduk sambil mempersiapkan pakaian untuk Stuart, Bima menatap tajam kikan "Aku tak ingin ada kejadian seperti ini lagi." ucap tegas Bima lalu berlalu keluar dari kamar tersebut
Sementara itu di dalam kamar Stuart membayangkan kejadian tadi pagi di mana dia dan kikan saling berpelukan apalagi wajah mereka saling menempel membuat Stuart kegirangan saking bahagianya karena penyakit alergi nya tak bereaksi sama sekali pada Kikan
"Akhirnya setelah sekian tahun aku bisa merasakan berdekatan dengan seorang wanita aku tak menyangka Tuhan begitu baik padaku mengirimkan Kikan untuk menyembuhkan penyakit alergi ku yang muntah-muntah setiap berhadapan lebih dari lima menit dengan seorang wanita." ucap Stuart
Sementara Kikan yang berada di luar keluar setelah kepergian Bima langsung memegang dadanya jantungnya masih berdetak kencang dia sungguh tak menyangka akan kejadian yang menimpanya membuat Kikan sedikit kurang nyaman karena otaknya berpikir negatif tentang Stuart yang menyukai terong.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya