Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
558


__ADS_3

Tampak Darmanto saling memandang dengan Bima hanya stuart saja yang Tampak santai melihat kertas tersebut "kira-kira siapa yang ingin bertemu denganmu di hutan tidak mungkin kan dokter intan." ucap Darmanto


"Tapi siapa tahu saja dokter intan ingin berduaan di hutan yang lebat kita kan tidak pernah tahu apa yang diinginkan seorang wanita." ucap Bima


"Tidak mungkin lah dokter intan yang ingin bertemu dengan komandan lihatlah di surat itu bukannya inisialnya P dan dokter intan seharusnya inisialnya I." ucap Darmanto


"Betul juga apa yang kau katakan sebaiknya kau berhati-hati komandan jangan sampai itu musuh mu atau bisa jadi saingan cintamu yang ingin bertanding untuk mendapatkan dokter intan." ucap bima


Komandan menatap Bima dengan tatapan yang sulit diartikan "Apa maksudmu tuan Bima dengan saingan cinta bukankah kau tahu bahwa dokter intan Tak memiliki kekasih atau dekat dengan pria manapun, selain diriku." ucap komandan seakan-akan Dia sangat cemburu mendengar ada seseorang yang menyukai dokter intan selain dirinya


"Kau pergi dan temui orang yang mengirim kertas itu siapa tahu saja dia seseorang yang mengenal dokter intan." ucap stuart mengompori


"Stuart benar komandan sebaiknya kau temui orang yang mengirim mu secarik kertas bisa jadi pria tersebut memiliki sesuatu yang tidak kau ketahui, apa kau tidak merasa penasaran." ucap Darmanto


"Baiklah aku akan ke hutan untuk memastikan siapa orang yang ingin bertemu denganku." ucap komandan lalu bangkit dan pergi begitu saja


Sementara itu di tengah hutan tampak seorang kakek tua sedang duduk dengan didampingi seorang pemuda tampan di sebelahnya "Apa kau yakin kau sudah menyuruh pelayan untuk memberikan kertas tersebut kepada pria itu." tanya kakek tua itu


"Sudah guru aku sudah memastikan bahwa pelayan itu memberikan saya cari kertas tersebut kepada pria yang saat ini dekat dengan Alena." ucap pria tersebut, sang guru hanya mengangguk

__ADS_1


Komandan yang sudah masuk ke dalam hutan tampak menautkan alisnya melihat seorang kakek dengan pakai ahli beladiri dan seorang pria mengunakan baju yang sama hanya motifnya saja berbeda, "aku pikir dokter intan yang akan menemui ku ternyata kakek tua dan cucunya mereka terlihat seperti guru dan murid tapi siapa mereka seingat ku aku tak pernah membuat Masalah dengan perguruan manapun." ucap komandan dalam hati, sambil berjalan menghampiri dua orang pria yang sudah menunggunya


Kedua orang tersebut langsung melihat kearah komandan begitu komandan datang mendekat di bawah cahaya bulan tampak jelas wajah mereka, kini ketiga orang tersebut salin mentap


"Akhirnya kau datang juga apa kau sudah siap." tanya kakek tua tersebut tanpa basa-basi, komandan sedikit terkejut pasalnya dia tidak tau apa kesalahannya dan siapa dua orang di hadapannya saat ini


"Maaf apa kalian mengenalku dan siapa kalian sepertinya kalian salah memberikan kertas tersebut aku tak tahu siapa kalian dan aku merasa tak pernah memiliki musuh siapapun." ucap komandan sopan


"Apakah kau pria yang saat ini dekat dengan dokter intan." tanya pria tua tersebut, membuat komandan yang tadinya hendak berbalik pergi langsung kembali mentap ke dua pria di hadapannya, "apa kalian mengenal dokter intan jadi apa mau kalian aku pasti siap untuk bertarung." ucap komandan dengan tekat


"Sepertinya kau tidak mengetahui siapa dokter intan sebenarnya Bagaimana jika kau melawanku jika kau bisa menang melawanku aku akan mengatakan siapa sebenarnya dokter intan dan aku rasa kau pasti belum tau kalau dokter intan memiliki pengagum rahasia." ucap kakek tua tersebut mengompori


"Hahaha kau memang seperti kakekmu selalu teliti dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan dan tidak mudah terpancing aku akan mengatakan siapa Aku Saat kau berhasil mengalahkanku" ucap kakek tua tersebut Lalu bersiap untuk menyerang komandan akan menyerang komandan


"Tunggu dulu bisakah selain ilmu bela diri kita memiliki permainan lain agar seimbang karena aku bukan orang yang terlalu menyukai seni bela diri." ucap komandan berkata jujur karena dia adalah seorang alih strategi


Baiklah aku setuju bagaimana jika penutupnya kita bermain catur saja saya tidaknya saat kau menang Kau bisa mengajukan pertanyaan kepadaku." ucap kakek tua tersebut


Komandan yang sedang memakai jas langsung membuka jasnya dan kemeja miliknya untung saja celananya hitam

__ADS_1


Kakek tua mulai menyerang komandan membuat komandan sedikit kewalahan apalagi ilmu yang di miliki kakek tua tersebut sungguh luar biasa beberapa kali komandan harus jatuh karena tak mampu menahan serangan dari kakek tua tersebut, apa hanya ini kemampuan yang kau punya murid ku saja lebih hebat dari dirimu apa kau merasa pantas bersanding dengan wanita seperti dokter intan." ucap kakek tua tersebut saat sudah berhasil mengalahkan komandan


"Mungkin aku bukan ahli beladiri yang hebat tapi yang pasti aku akan melindungi orang yang aku cintai sampai titik darah penghabisan, aku mengaku kalah silahkan katakan apa yang anda inginkan." ucap komandan bijaksana


"Wah ternyata kau seorang pujangga baiklah kali ini kita akan bermain catur sesuai keinginan mu aku akan mengatakan apa yang aku inginkan di saat yang tepat." ucap kakek tua mempersilahkan komandan duduk di kursi di mana sudah ada papan catur di hadapan mereka


Sementara itu di tempat acara para tamu sudah berdatangan begitupun Dewi dan kakeknya tampak Dewi terus mencari keberadaan komandan khawatir rencananya akan gagal, "ada apa sayang kenapa sedari tadi kakek lihat kau tampak gelisah dan selalu melihat kesana-kemari." tanya kakek Dewi


"Kakek sedari tadi aku tak melihat keberadaan komandan aku takut saat ini dia sedang ada misi dari tuan stuart." ucap Dewi


"Benarkah aku pikir tidak dia mungkin masih ada sesuatu kau tenanglah lagipula acaranya masih panjang aku yakin dia akan muncul." ucap kakek Dewi penuh keyakinan


"Sekarang kau cobalah berbaur dengan para anggota keluarga huges lihat di meja sana bukanya itu para menantu keluarga huges dan siapa wanita yang duduk bersama mereka." tanya kakek Dewi


"Itu adalah wanita yang memiliki hubungan dengan komandan dia adalah dokter kandungan istri tuan Darmanto." ucap Dewi dengan wajah kesal


"Seharusnya kau seperti dirinya lihat dia bisa bergaul dengan menantu keluarga huges, itu berati dia sudah di terima menjadi anggota keluarga huges, coba kau sapa mereka pura-pura saja kau ingin berteman dengannya dan mulailah bergaul dengan menantu keluarga huges karena kau akan menjadi bagian dari mereka setelah menikah dengan komandan." ucap kakek Dewi


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2