
"Kita akan membawanya dua hari lagi aku akan menunggu reaksi dari Stuart." ucap oma
"Emang Stuart alergi apa ibu sampai kita harus tunggu reaksinya sampai dua hari tanya ibu Stuart dengan wajah polosnya sambil melihat kearah mertuanya
"Kau ini kenapa masih tak mengerti juga apa." ucap Oma mendengus kesal sambil mentap jengah ke arah ibu Stuart
Sementara itu yang sudah kembali ke kediamannya langsung menuju kamarnya seorang pelayan sudah menunggunya dari tadi seperti biasa Stuart melakukan rutinitasnya
Setelah Stuart membersihkan tubuhnya dan berpakaian Stuart langsung melangkah turun menuju ke ruang makan
Tampak Bima sedari tadi sudah menunggu untuk makan bersama Stuart duduk di kursi di mana biasa dia duduk Stuart melihat makanan yang ada di hadapannya kemudian mencoba masakan tersebut tapi masakan tersebut sangat berbeda jauh dengan masakan yang kiki buat sehabis mencicipi makanan tersebut Stuart lalu bangkit menuju ke ruang kerjanya Bima yang melihat hal tersebut hanya bisa menatap bingung ada apa dengan dengan Stuart dengan cepat Bima menghabiskan makan malamnya lalu menyusul Stuart ke ruang kerjanya
Stuart masuk ke dalam ruang kerjanya dan langsung duduk di kursi kebesarannya dia tak bersemangat untuk melakukan apapun tapi dia tidak tahu ada apa dengannya kenapa sampai dia malas untuk melakukan apapun padahal selama ini dia tak pernah seperti ini
__ADS_1
ak berselang lama bima masuk menyusul Stuart "ada apa denganmu sepertinya kau sedang tak bergairah Apa kau sedang sakit." tanya Bima
"Entahlah aku merasa tak ingin melakukan apapun." ucap Stuart tak bergairah
Terdengar ketukan dari arah pintu tampak kepala pelayan langsung masuk ke dalam ruangan kerja Stuart dengan membawa kue dan minuman di tangannya setelah menyimpan kue dan minuman di atas meja kepala pelayan langsung menunduk untuk memberi hormat dan berlalu dari ruangan tersebut
Stuart melihat kue yang ada dihadapannya tapi sepertinya dia sama sekali tak berniat untuk memakan kue tersebut karena dia yakin kue tersebut bukanlah kue buatan Kiki
"Ada apa denganmu tumben kau tidak memakan kue yang ada di hadapanmu biasanya begitu kue itu muncul di hadapanmu kau langsung memakannya." ucap Bima
Sementara itu di kampung tampak Surti dan Tejo sedang bersiap untuk berangkat ke kota demi mencari Kikan
Kok keretanya lama banget pak ini sudah jam berapa bukannya katanya keretanya akan datang lama menit saja ucap Narti sambil berjalan kesana kemari menunggu kereta yang akan membawanya ke kota
__ADS_1
"Ibu tenang jangan seperti itu mungkin saja keretanya sedang dalam perjalanan kemarin ucap Tejo
"Kita sudah menunggu tiga puluh menit sejak jadwal kereta yang akan datang tapi sampai sekarang keretanya belum nampak." ucap Narti
"Itu keretanya sudah datang." ucap Tejo sambil menunjuk sebuah kereta yang baru saja sampai di hadapan mereka
"Ayo cepat kita naik keretanya pak." ucap narti mereka berdua pun naik kereta tersebut
"Ibu Apa benar tidak apa-apa kita tinggal di rumah saudara Ibu nanti jadi nggak enak merepotkan dia sebaiknya kita mencari rumah kontrakan saja." ucap Tejo
"Apa sih apanya yang nggak enak kan kita cuma sebentar tinggalnya begitu kita menemukan Kikan kita langsung pulang ke kampung." ucap Narti
Kita kan tidak tahu Sampai kapan kita akan mencari kikan bisa saja berminggu-minggu atau berbulan-bulan ucap Tejo
__ADS_1
"Sudah bapak tak usah banyak bicara ibu mau tidur." ucap narti
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya