Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
38


__ADS_3

"Kita akan membawanya dua hari lagi aku akan menunggu reaksi dari Stuart." ucap oma


"Emang Stuart alergi apa ibu sampai kita harus tunggu reaksinya sampai dua hari tanya ibu Stuart dengan wajah polosnya sambil melihat kearah mertuanya


"Kau ini kenapa masih tak mengerti juga apa." ucap Oma mendengus kesal sambil mentap jengah ke arah ibu Stuart


Sementara itu yang sudah kembali ke kediamannya langsung menuju kamarnya seorang pelayan sudah menunggunya dari tadi seperti biasa Stuart melakukan rutinitasnya


Setelah Stuart membersihkan tubuhnya dan berpakaian Stuart langsung melangkah turun menuju ke ruang makan


Tampak Bima sedari tadi sudah menunggu untuk makan bersama Stuart duduk di kursi di mana biasa dia duduk Stuart melihat makanan yang ada di hadapannya kemudian mencoba masakan tersebut tapi masakan tersebut sangat berbeda jauh dengan masakan yang kiki buat sehabis mencicipi makanan tersebut Stuart lalu bangkit menuju ke ruang kerjanya Bima yang melihat hal tersebut hanya bisa menatap bingung ada apa dengan dengan Stuart dengan cepat Bima menghabiskan makan malamnya lalu menyusul Stuart ke ruang kerjanya


Stuart masuk ke dalam ruang kerjanya dan langsung duduk di kursi kebesarannya dia tak bersemangat untuk melakukan apapun tapi dia tidak tahu ada apa dengannya kenapa sampai dia malas untuk melakukan apapun padahal selama ini dia tak pernah seperti ini

__ADS_1


ak berselang lama bima masuk menyusul Stuart "ada apa denganmu sepertinya kau sedang tak bergairah Apa kau sedang sakit." tanya Bima


"Entahlah aku merasa tak ingin melakukan apapun." ucap Stuart tak bergairah


Terdengar ketukan dari arah pintu tampak kepala pelayan langsung masuk ke dalam ruangan kerja Stuart dengan membawa kue dan minuman di tangannya setelah menyimpan kue dan minuman di atas meja kepala pelayan langsung menunduk untuk memberi hormat dan berlalu dari ruangan tersebut


Stuart melihat kue yang ada dihadapannya tapi sepertinya dia sama sekali tak berniat untuk memakan kue tersebut karena dia yakin kue tersebut bukanlah kue buatan Kiki


"Ada apa denganmu tumben kau tidak memakan kue yang ada di hadapanmu biasanya begitu kue itu muncul di hadapanmu kau langsung memakannya." ucap Bima


Sementara itu di kampung tampak Surti dan Tejo sedang bersiap untuk berangkat ke kota demi mencari Kikan


Kok keretanya lama banget pak ini sudah jam berapa bukannya katanya keretanya akan datang lama menit saja ucap Narti sambil berjalan kesana kemari menunggu kereta yang akan membawanya ke kota

__ADS_1


"Ibu tenang jangan seperti itu mungkin saja keretanya sedang dalam perjalanan kemarin ucap Tejo


"Kita sudah menunggu tiga puluh menit sejak jadwal kereta yang akan datang tapi sampai sekarang keretanya belum nampak." ucap Narti


"Itu keretanya sudah datang." ucap Tejo sambil menunjuk sebuah kereta yang baru saja sampai di hadapan mereka


"Ayo cepat kita naik keretanya pak." ucap narti mereka berdua pun naik kereta tersebut


"Ibu Apa benar tidak apa-apa kita tinggal di rumah saudara Ibu nanti jadi nggak enak merepotkan dia sebaiknya kita mencari rumah kontrakan saja." ucap Tejo


"Apa sih apanya yang nggak enak kan kita cuma sebentar tinggalnya begitu kita menemukan Kikan kita langsung pulang ke kampung." ucap Narti


Kita kan tidak tahu Sampai kapan kita akan mencari kikan bisa saja berminggu-minggu atau berbulan-bulan ucap Tejo

__ADS_1


"Sudah bapak tak usah banyak bicara ibu mau tidur." ucap narti


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2