
Di sebuah markas tepatnya di sebuah ruangan khusus Tampak seorang kakek tua sedang duduk di kursi kebesarannya dengan beberapa orang pria sedang berdiri di hadapannya
"Bagaimana bisa kalian tak menemukan petunjuk apapun cepat katakan apa yang terjadi sampai kalian tak bisa menemukan bahkan sehelai kertas pun di rumah tersebut Sedangkan jelas-jelas pemilik rumah tersebut adalah profesor yang aku cari-cari." ucap kakek tua itu
"Maaf ketua kami benar-benar sudah mencari setiap sudut rumah tapi tak ada apapun di sana rumah itu begitu bersih sepertinya ada seseorang yang sudah mendahului kita." ucap salah seorang pria yang berdiri
__ADS_1
"Dasar bodoh kalian saja yang tak becus Mencari apa yang aku inginkan Bagaimana bisa ada orang yang mengetahui tempat tersebut Sedangkan tempat itu sangat rahasia dan hanya beberapa tetangga yang ada di sekitar tempat tersebut mengapa kalian tak bertanya pada tetangga di sekitar walaupun sedikit jauh tapi mereka pasti mengetahui apa yang terjadi di rumah tersebut siap tau saja ada seseorang yang selama ini menemani profesor sampai dia meninggal bukannya langsung kembali dan melapor bahwa kau tak menemukan apa-apa." ucap kakek tua itu
Ketiga orang itu saling memandang lalu menunduk hormat maafkan kami ketua kami tak berpikir sejauh itu kami akan kembali untuk menggoreng informasi lebih jauh Ucap ketiga korang sambil menunduk hormat dan ijin pamit keluar
"Kali ini aku akan memberikan kesempatan tapi ingat jika kalian gagal lagi kalian akan tahu akibatnya." ucap kakek tua tersebut Lalu mengibaskan tangannya menyuruh ketika orang tersebut keluar dari ruangan,ketiga orang tersebut mengangguk lalu buru-buru keluar dari ruangan tersebut
__ADS_1
Tiba-tiba pintu terbuka membuat dokter intan langsung mengalihkan pandangannya tampak wajahnya langsung terlihat kesal saat melihat siapa orang yang sedang membuka pintu ruangannya "seharusnya aku mengetuk pintu dulu sebelum membukanya kalau sampai aku sedang dalam keadaan mengganti pakaian Bagaimana." ucap dokter intan
" Bicara banyak seperti kau memiliki tubuh yang indah saja ini juga seperti papan Gilas kalau aku mengetuk pintu aku takkan bisa mendengar apa yang kau katakan tentangku apa cobaan kau pikir dirimu itu bukan cobaan untukku Aku paling malas berurusan dengan wanita apalagi wanita seperti mu yang sangat cerewet cepat kemasi barang-barang mu." ucap komandan lalu menutup pintu
Dokter intan langsung bergegas merapikan semua barang-barangnya lalu keluar dari ruangan dengan membawa sebuah kotak besar sambil berjalan mengikuti komandan yang berjalan ke arah parkiran sementara di parkiran tampak Yuli dan Darmanto sudah masuk ke dalam mobil yang akan dikendarai oleh komandan kini keempat orang tersebut sudah berada di satu mobil tak ada suara yang keluar dari ke dua orang yang berada di bangku depan wajah ke duanya pun tampak kesal sedangkan penumpang di belakang Tampak sedang bercerita sambil tertawa penuh cinta membuat ke dua orang di bangku depan hanya bisa sabar sambil mentap lurus ke depan.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya