Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
293


__ADS_3

Tampak Elizabeth yang duduk di samping Bima menjatuhkan sendok dan Pring makan miliknya untung saja piringnya sudah kosong


Semua orang menatap Elisabeth dengan tatapan yang sulit di artikan ada apa Darmanto kenapa apa kau sedang sakit." ucap ayah Leo yang sedari dulu selalu memanggil Elisabeth dengan nama aslinya Darmanto


Membuat Elizabeth langsung tersadar akan tindakannya "maaf aku tidak sengaja melakukannya aku sedang terburu-buru ada sesuatu yang terjadi di markas eh maksudnya di perusahaan." ucap bohong Elisabet sambil menahan rasa yang ada di hatinya


"Apa bukanya semua baik-baik saja memang ad masalah apa ." tanya ayah Leo


Stuart yang melihat raut wajah Elizabeth yang sudah merah seperti menahan sesuatu langsung menghembuskan nafasnya kasar


"Oh iya benar tadi aku menerima laporan dari salah satu kepala keuangan ada sedikit Masalah dengan salah satu proyek sebaiknya kau segera memeriksa orang-orang yang bertanggung jawab agar besok kau bisa membawanya ke hadapan ku." ucap Stuart menolong Elisabeth


"Baiklah kau boleh ke perusahan seharusnya kau bicara dari tadi tidak perlu memecahkan piring makan." ucap santai ayah Leo


"Terimakasih tuan." ucap Elizabeth langsung bangkit dan memberi hormat pada ayah Leo dan stuart

__ADS_1


Nampak Bima menatap dengan iba Elizabeth yang keluar sedangkan. asisten Edi hnya bisa menunduk dia juga merasa bersalah pada Elisabeth karena ketidak Tahuan dan kebodohannya membuta seseorang harus terluka padahal dia tak berniat melakukan semua itu dia hanya khilaf karena tak bisa membedakan penampilan Elizabeth tapi apa boleh buat dia juga tak mau lebih menyakiti Elizabeth dan membut dirinya menjadi pria yang salah Jalan


Elizabeth yang sudah berada di dalam mobil miliknya langsung melajukan kendaraan miliknya ke sebuah Bar terdekat


Sementara itu di restoran hotel tampak Doni dan Rumi sudah duduk di salah satu meja restoran menunggu kedatangan paman Alan, ibu Rumi dan mama lilis


Paman Alan yang berada di kamarnya tampak gelisah menunggu ibu Fera yang sedang berganti baju


"Sayang apakah kau belum selesai aku sudah sangat lapar." ucap paman Alan bohong


"Baiklah ayo kita kita turun Rumi dan Doni pasti sudah menunggu." ucap paman Alan


"Astaga ini baru satu menit saat mereka mengatakan baru sampai di restoran hotel untuk apa kita buru-buru." ucap ibu Fera yang terlihat kesal karena Paman Alan terus mengingatkan dirinya


"Sudahlah yang jelas aku lapar." ucap paman Alan berjalan sambil meraih tangan ibu Fera

__ADS_1


Sementara di meja makan setelah kepergian Elizabeth ayah Leo mengajak semua keluarga pindah ke ruang tengah agar bisa berbicara secara santai


"Bagaimana persiapan pernikahan besok." tanya oma yang dari tadi hanya diam ternyata Oma sedang melihat status mama Lilis dan ibu Fera yang sangat bergembira apalagi mereka selalu membawa nama keluarga Hughes di setiap foto yang mereka up


"Aku sudah mengatur semuanya ibu sekalian aku mengurus acara tujuh bulanan Kikan yang akan di adakan dua hari lagi." ucap ibu Stuart


"Kikan apa kau menginginkan sesuatu untu acara tujuh bulan karena dia bulan lagi kau akan melahirkan." tanya Oma


"Tidak Oma aku merasa cukup nyaman untuk saat ini aku." ucap Kikan


"Baiklah kalau kau menginginkan sesuatu atau ingin apapun katakanlah pada kami." ucap Oma


Kikan hanya mengangguk dan tersenyum sambil melihat ke arah oma.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2