Rahasia Cinta Pria Impoten

Rahasia Cinta Pria Impoten
274


__ADS_3

Saat Masuk ke dalam ruang makan tampak jack melihat pemandangan yang tak pernah dia lihat seumur hidupnya Stuart yang sedang menyuap seorang wanita hamil dengan penuh kasih sayang Jack sampai-sampai mengucek matanya saat melihat hal tersebut


"Apa aku sudah pingsan kembali ya dan bermimpi melihat stuart sedang menyuap seorang wanita yang sedang hamil." ucap Jack yang tak sadar diri


"Jack Apa yang kulakukan Kenapa kau masih di situ dan kenapa kamu ngecek matamu berulang-ulang kali dan menghentikan langkah mu apa kau sedang melamunkan sesuatu lagi sini ke meja makan." ucap tuan Leo yang merasa Jack sangat terlambat ke meja makan


Jack yang tersadar langsung melangkah ke meja makan dengan mata tak berhenti mentap pada stuart dan kikan Stuart sedangkan yang di tatap tampak cuek


"Sebaiknya kau berhenti menatap menantu dan putraku dan fokuslah pada makananmu jangan sampai kau makan piring bukan makan nasi." ucap ayah Leo sedikit kesal pada Jack


Sarapan pagi berakhir dengan Jack yang masih penuh tanda tanya tentang stuart dan kikan


Karena acara pernikahan Rumi dan Doni akan berlangsung tepat pukul 10.00 pagi maka ayah stuart, Oma, ibu stuart dan paman Jack bersiap-siap untuk pergi ke kediaman Paman alam untuk menghadiri acara pernikahan Rumi dan Doni

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Paman Alan tampak suasana pernikahan sudah mulai ramai kedua mempelai bahkan sudah siap di tempat duduk untuk melaksanakan ijab Kabul


Tampak ibu Fera dan mama Lilis terlihat sangat sumringah saat melihat tamu yang berdatangan apalagi mereka melihat keluarga huges yang baru saja datang


Ibu Fera dan mama Lilis langsung menyabut mereka "kami sangat senang Oma dan tuan Leo bisa hadir di pernikahan Rumi dan Doni." ucap mama Lilis basa-basi


"Kami juga sangat senang menghadiri acara pernikahan ini apalagi ini acara pernikahan keluarga sendiri." ucap Oma basa-basi dengan senyuman liciknya


Sementara itu Paman Alan dan ayah Leo serta Jack sudah memisahkan diri mereka bertiga sedang berbincang-bincang bertiga di salah satu meja yang di siapakan khusus untuk tuan Leo dan keluarga huges


"Aku dengar akhir-akhir ini bisnis mu berkembang sangat pesat." ucap ayah Leo


"Percayalah perkembangan perusahaan ku tak sebanding dengan perkembangan anak perusahan milikmu." ucap Paman Alan merendah

__ADS_1


"Alan kau jangan terlalu merendah seperti itu aku tau perusahaan mu semakin hari semakin berkembang pesat." ucap ayah Leo


"Ha ha ha ha memang kau seorang pengusaha multitalenta kau bahkan sampai mengetahui perkembangan perusahaan milikku." ucap paman Alan menyindir


"Tentu saja aku harus memantau setiap perusahaan yang merupakan pesaing dari perusahaanku agar aku bisa memicu diriku untuk membuat perusahaanku lebih berkembang lagi." ucap Ayah Leo dengan senyuman tipisnya


"Kau benar itulah mengapa kau menjadi seorang pengusaha kaya raya dengan perusahaan terbesar nomor satu di dunia Aku sungguh kagum padamu tapi sayang sampai saat ini keluarga huges belum memiliki pewaris dari stuart untuk bisa mewarisi semua harta yang kalian miliki." ucap Paman Alan menyindir ayah Leo


Ayah Leon langsung tertawa mendengar perkataan Paman Alan "masalah pewaris semua bisa diatur." ucap Ayah Leo ambigu membuat Paman Alan menatap intens kepada ayah Leo


"Ya mungkin kau bisa mengambil pewaris dari Doni dan Rumi." ucap Paman Alan sambil tersenyum sinis pada ayah Leo.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2