
Setelah kepergian Stuart, Kikan langsung melihat ke arah Dokter intan. "Yuli, Nadia bisakah kalian menolong ku untuk ke kamar aku ingin mengambil sesuatu untuk dokter intan, dokter intan bisakah kau menunggu di sini aku mempunyai sesuatu untuk mu." ucap Kikan
"Aku jadi tidak enak nyonya baru bertemu dengan ku tapi sudah memberikan Hadian." ucap dokter intan
"Jangan khawatir pertemuan kita akan terus berlanjut mungkin saja kita akan menjadi keluarga." ucap Kikan , dokter intan tersipu malu mendengar perkatan Kikan
__ADS_1
Nadia dan Yuli langsung membantu kikan untuk bangkit Tapi saat mereka melihat ke arah tempat di mana orang tua berada tampak meja itu kosong tapi Yuli dan Nadia pikir para orang tua itu lelah dan pergi beristirahat, tapi saat hendak berjalan masuk Kikan langsung mengalihkan langkahnya ke taman tapi sisi berbeda tampak tempat tersebut sedikit tersembunyi dan agak jauh dari tempat dokter intan sedang duduk tanpa tau apa yang akan terjadi apalagi posisi dokter intan membelakangi pintu jadi membuat dia tak menyadari bahwa di taman tinggal dia seorang, Yuli dan Nadia terkejut saat melihat Stuart sudah menunggu mereka dengan sofa yang sudah di siapkan untuk mereka bertiga dan tak jauh dari tempat duduk mereka tampak para orang tua sedang duduk bersama tapi di tambah seorang Kakek yang di ketahui Yuli sebagai kakek komandan, "ada apa sebenarnya kenapa kita berada di sini." tanya Yuli
"Iya kan kasian dokter intan kita tinggalkan sendiri." ucap Nadia dengan polosnya
"Sebaiknya kalian duduk dan nikmati sinetron yang akan di perankan oleh dokter intan dan komandan ." ucap stuart ,Yuli dan Nadia saling melihat lalu mengaguk
__ADS_1
"Benarkah wah sungguh aku tak menyangka aku mendapatkan suprais yang luar biasa." ucap kakek komandan santai
Sementara itu komandan sudah berada di dalam mob menuju ke rumah Kakek stuart dengan senyuman cerah
"Sementara itu di sebuah bandara tampak pesawat jet pribadi yang mendarat dengan sempurna seorang tak berselang lama seorang kakek tua keluar dari jet pribadi lalu menuruni tangga semua orang yang menyambutnya langsung memberi hormat "Selamat datang ketua." ucap semua orang yang berada di tempat tersebut yang menyambut kakek tua, tampak kakek tua tersebut hanya mengangguk lalu berjalan keluar dari bandara menuju mobil yang sudah di siapkan, "arahkan dulu mobil ke apartemen wanita yang kemungkinan adalah orang yang kau cari setelah itu baru kita ke markas." ucap kakek tua tersebut, " baik ketua." ucap sang sopir lalu melajukan mobil ke tempat yang di perintahkan, dalam mobil tampak kakek tua tersebut terus melihat foto wanita yang kemungkinan adalah orang yang dicari
__ADS_1
Kini mobil komandan sudah tiba dan sudah terparkir dengan sempurna tampak komandan masuk ke rumah dan langsung ke taman Tampak komandan melihat ke sana kemarin memeriksa jika ada seseorang Tapi nampaknya taman itu benar-benar kosong dan hanya ada dokter intan di sana tampak jelas komandan melihat punggung dokter intan setelah merasa aman dan tidak ada unsur jebakan yang biasa dilakukan oleh para bosnya yang tak berakhlak komandan pun melangkah maju menuju ke arah dokter intan, dokter intan sedikit resah karena dari tadi Kikan dan yang lain belum datang, bahkan dokter intan tak sadar bahwa taman di man dia berada sudah kosong, komandan kini sudah berada di belakang dokter intan dengan seikat bunga dan sebuah kotak hadiah.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya